Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

HAJI & UMROHKALAM

Doa Meraih Umrah yang Mabrur

ASSAJIDIN.COM –Apa itu umrah mabrur?

Umrah mabrur adalah umrah yang diterima.

Salah satu ciri umrah yang mabrur atau diterima oleh Allah SWT adalah keimanan seseorang senantiasa bertambah meski sudah kembali ke tanah air atau negara asalnya.

Dirinya akan meninggalkan perbuatan yang dilarang oleh agama, bergaul dengan orang-orang saleh, dan rajin mengaji atau mentadabburi Al-Quran.

Dijelaskan dalam buku Fikih Ibadah Madzhab Syafi’i oleh Syaikh Alauddin Za’tari, doa umrah mabrur diucapkan ketika seseorang sedang melakukan tawaf mengitari Ka’bah.

Hal ini didasarkan pada hadits dari Ibnu Umar RA, ia berkata,

“Sehingga ketika kami sampai di Ka’bah bersama Rasulullah SAW, beliau mengusap rukun. Beliau berlari-lari kecil sebanyak tiga kali putaran, dan berjalan biasa sebanyak empat kali putaran.”

Pada tiga putaran pertama dan beliau sedang berlari-lari kecil, beliau mengucapkan doa umrah mabrur.

Lihat Juga :  15 Jemaah Haji Tidak Dibadalkan, KPHI Desak Kemenag Minta Maaf kepada Keluarga Jemaah

Doa umrah mabrur tersebut berbunyi,

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَبًّا مَبْرُورًا – أَوْ عُمْرَةً مَبْرُورَةً – وَذَنْبًا مَغْفُورًا وَسَعْيًا مَشْكُورًا .

Latin: Allahummaj-‘alhu hajjan mabruuran au ‘umratan mabruuratan wa dzanban maghfuuraw-wasa’yan masykuuraa.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ini sebagai haji yang mabrur-atau umrah yang mabrur, dosa yang diampuni, dan sa’i yang disyukuri.”

Doa khusus umrah mabrur,

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ عُمْرَةً مَبْرُورَةً – وَذَنْبًا مَغْفُورًا وَسَعْيًا مَشْكُورًا .

Latin: Allahummaj-‘alhu ‘umratan mabruuratan wa dzanban maghfuro-wa sa’yan masykura.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ini sebagai umrah yang mabrur, dosa yang diampuni, dan sa’i yang disyukuri.”

Doa ini diucapkan ketika seseorang berlari-lari kecil pada tiga putaran pertama saat mengitari Ka’bah.

Lihat Juga :  Nikmatnya Berbuka Bersama Muslim Dunia di Basel Swiss

Selanjutnya, pada putaran yang keempat sampai ketujuh, beliau berdoa,

اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ عَمَّا تَعْلَمُ وَأَنْتَ الْأَعَزُ الْأَكْرَمُ ، اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

“Ya Allah, ampunilah, sayangilah, dan maafkan dari apa-apa yang Engkau ketahui. Engkau Maha Perkasa lagi Mulia. Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebajikan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksa neraka.” (HR Sunan Al-Baihaqi Al-Kubra).

 

Sumber : Detik.com

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button