Tingkatan Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

ASSAJIDIN.COM —
Bagaimana cara menghidupkan lailatul qadar?
Apakah harus bergadang semalam full?
Ada tiga tingkatan menghidupkan lailatul qadar.
Keterangannya sebagai berikut.
*๐Tingkatan menghidupkan lailatul qadar*
โ *Tingkatan paling utama:*
Menghidupkan seluruh malam dengan berbagai macam ibadah.
๐ Contoh ibadah saat itu:
โช๏ธ shalat
โช๏ธ membaca Al-Qurโan
โช๏ธ memperbanyak doa:
*ALLOHUMMA INNAKA โAFUWWUN TUHIBBUL โAFWA FAโFU โANNI.*
โ *Tingkatan pertengahan:*
Menghidupkan sebagian besar malam dengan berbagai macam ibadah seperti di atas.
โ *Tingkatan paling rendah:*
Mengerjakan shalat Isya secara berjamaah dan bertekad ingin melaksanakan shalat Shubuh secara berjamaah.
Lihat Haasyiyah Al-Baajuri, 2:462; Haasyiyah Al-Bujairimi โala Al-Iqnaโ li Al-Khathib Asy-Syirbini, 4:2691.
* Dalilnya*
Dinukil oleh Imam Asy-Syafiโi dalam Al-Umm dari sekelompok ulama Madinah dan dinukil pula sampai pada Ibnu โAbbas disebutkan,
ุฃูููู ุฅูุญูููุงุกูููุง ููุญูุตููู ุจูุฃููู ููุตูููููู ุงูุนูุดูุงุกู ููู ุฌูู ูุงุนูุฉู ูู ููุนูุฒูู ู ุนูููู ุฃููู ููุตูููููู ุงูุตููุจูุญู ููู ุฌูู ูุงุนูุฉู
โMenghidupkan lailatul qadar bisa dengan melaksanakan shalat Isyaโ berjamaah dan bertekad untuk melaksanakan shalat Shubuh secara berjamaโah.โ
Dalam perkataan Imam Syafiโi yang qadim (yang lama),
ู ููู ุดูููุฏู ุงูุนูุดูุงุกู ูู ุงูุตููุจูุญู ููููููุฉู ุงูููุฏูุฑู ููููุฏู ุฃูุฎูุฐู ุจูุญูุธูููู ู ูููููุง
โSiapa yang menghadiri shalat โIsyaโ dan shalat Shubuh pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari malam tersebut.โ Semua perkataan di atas diambil dari Lathaif Al-Maโarif, hal. 329.
Apa yang dikatakan oleh Imam Syafiโi di atas sejalan dengan hadits dari โUtsman bin โAffan radhiyallahu โanhu, Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ู ููู ุดูููุฏู ุงููุนูุดูุงุกู ููู ุฌูู ูุงุนูุฉู ููุงูู ูููู ููููุงู ู ููุตููู ููููููุฉู ููู ููู ุตููููู ุงููุนูุดูุงุกู ููุงููููุฌูุฑู ููู ุฌูู ูุงุนูุฉู ููุงูู ูููู ููููููุงู ู ููููููุฉู
โSiapa yang menghadiri shalat โIsya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat โIsya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.โ (HR. Muslim no. 656 dan Tirmidzi no. 221).
โ *Dalil amalan pada malam lailatul qadar disebutkan dalam dua hadits berikut.*
๐Dari Abu Hurairah radhiyallahu โanhu, dari Nabi shallallahu โalaihi wa sallam, beliau bersabda,
ู ููู ููุงู ู ููููููุฉู ุงููููุฏูุฑู ุฅููู ูุงููุง ููุงุญูุชูุณูุงุจูุง ุบูููุฑู ูููู ู ูุง ุชูููุฏููู ู ู ููู ุฐูููุจููู
โBarangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.โ (HR. Bukhari no. 1901)
Juga hadits,
ุนููู ุนูุงุฆูุดูุฉู ููุงููุชู ููููุชู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ุฃูุฑูุฃูููุชู ุฅููู ุนูููู ูุชู ุฃูููู ููููููุฉู ููููููุฉู ุงููููุฏูุฑู ู ูุง ุฃูููููู ูููููุง ููุงูู ูููููู ุงููููููู ูู ุฅูููููู ุนูููููู ุชูุญูุจูู ุงููุนููููู ููุงุนููู ุนููููู
Dari โAisyah โradhiyallahu โanha-, ia berkata, โAku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa doโa yang mesti kuucapkan?โ Jawab Rasul shallallahu โalaihi wa sallam, โBerdoโalah: Allahumma innaka โafuwwun tuhibbul โafwa faโfuโanni (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maafโmenghapus kesalahanโ, karenanya maafkanlah akuโhapuslah dosa-dosakuโ).โ (HR. Tirmidzi, no. 3513 dan Ibnu Majah, no. 3850. Abu โIsa At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih).
Semoga Allah memudahkan kita meraih lailatul qadar.
๐Referensi:
Hasyiyah Al-Baajuri โala Al-โAllamah Ibnu Qasim Al-Ghazzi โala Matn Abi Syujaโ. Cetakan kedua, Tahun 1441 H. Syaikh Ibrahim bin Muhammad bin Ahmas Al-Baajuri. Penerbit Daar Al-Minhaj.
Haasyiyah Al-Bujairimi โala Al-Iqnaโ li Al-Khathib Asy-Syirbini. Cetakan pertama, Tahun 1443 H. Sulaiman bin Umar bin Muhammad Al-Bujairimi. Penerbit Anwar Al-Azhar.
Lathaif Al-Maโarif fiimaa Li Mawaasim Al-โAam min Al-Wazhaif. Cetakan pertama, Tahun 1428 H. Ahmad bin Rajab Al-Hambali Al-Baghdadi Ad-Dimasyqi. Penerbit Al-Maktab Al-Islami.
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
