KALAM

Kenapa Rasulullah SAW Menangis?

ASSAJIDIN.COM — Wahai saudaraku yang seiman, sebangsa dan setanah air …

Kali ini kami mengisahkan sepenggal kisah dari Baginda Rasulullah SAW.

Kisah tentang Rasulullah SAW menangis.

Berikut beberapa hal yang membuat beliau menangis.

Salah satu sebab utama yang membuat Rasulullah SAW menangis adalah yang berkaitan pada turunnya rahmat dan ampunan dari dosa-dosa.

Beliau banyak menangis karena takut kepada Allah SWT.

Sahabat Bilal bin Rabah pernah melihat janggut Rasulullah SAW yang mulia basah oleh air mata.

Kemudian Bill berkata: Ya Rasulullah menagapa Engkau menangis ketika Allah mengampunimu atas segala apa yang telah lalu dan apa yang akan datang.

Rasulullah menjawab: Apakah saya harus tidak menjadi hamba yang bersyukur? Sebuah ayat turun padaku malam ini, dan celakalah bagi orang yang tak membaca dan mentafakurinya.

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ

 

Wahai saudara-saudaraku …

Rasulullah SAW  juga menangis dalam shalatnya dan saat mendengar Alquran.

Rasulullah sering meminta Abdullah bin Masud membacakan ayat-ayat Alquran.

Ketika Ibnu Masud sampai pada surat An- Nisa ayat 41:

فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِن كُلِّ أُمَّةٍۭ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِ شَهِي

Seketika, Rasulullah meneteskan air mata.

Rasulullah SAW juga menangis karena kehilangan orang-orang yang dicintainya.

Suatu ketika putri Rasulullah SAW, Ummu Kultsum jatuh sakit.

Ia merasakan kematiannya telah dekat dan ia tetap berada di tempat tidurnya.

Ummu Kultsum tak pernah berhenti berzikir.

Hingga pada pagi hari, Aisyah datang menemuinya. Ia mendapati Ummu Kultsum tengah berjuang di akhir hayatnya.

Kabar itu pun disampaikan pada Rasulullah dan Utsman bin Affan.

Lihat Juga :  Belajar dari Istisqa Nabi Musa AS dan Kaumnya

Saat Rasulullah tiba, putrinya itu berada pada saat-saat terakhirnya.

Air mata Rasulullah menetes dari bola matanya. Ketika itu, Ummu Kultsum wafat.

Asma bini Umais, Sofiyah binti Abdul Muthalib dan Ummu Atiyah Al Ansori dan Rasulullah SAW memandikan jasad Ummu Kultsum.

Kemudian jasad Ummu Kultsum dibawa ke pemakaman Baqi dan dimakamkan di sana. Rasulullah ridha dengan takdir Allah.

Ia berduka dengan kehilangan putrinya. Namun Rasulullah sabar. Peristiwanya itu terjadi pada bulan Sya’ban tahun kesembilan Hijriah.

 

Wahai saudara-saudaraku …

Rasulullah juga menangis sampai orang-orang di sekitarnya pun ikut menangis ketika beliau mengunjungi makam ibu nya.

Rasulullah juga menangis ketika putranya yakni Ibrahim meninggal dunia.

Rasulullah bersedih ketika para sahabatnya syahid dalam pertempuran Uhud termasuk pamannya Hamzah bin Abdul Muthalib.

Rasulullah menangis dan sangat sedih karena kehilangan mereka.

Begitu pula ketika orang-orang Yahudi dari bani Quraidzah melanggar perjanjian.

Dalam peristiwa pengepungan bani Quraidzah selama dua puluh lima malam, sahabat Saad bin Muadz terluka.

Kondisinya terus memburuk hingga akhirnya dia wafat.

Rasulullah dan para sahabat lainnya pun berduka. Juga ibu Saad bin Muadz. Berduka atas kepergian putranya.

Rasulullah kemudian berkata bahwa Allah memuliakan Saad, Allah memberikan derajat tinggi untuknya dan tujuh puluh ribu malaikat menghadiri pemakamannya.

 

Wahai saudara-saudaraku …

Rasulullah SAW juga menangis untuk umatnya.

Abdullah bin Amr bin Al Aas meriwayatkan nabi SAW membaca apa yang Allah firmankan tentang Ibrahim:

 

رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ ۖ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي ۖ وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيم

Lihat Juga :  Inilah, Dugaan Awal Mula Terjangkitnya Virus Corona di Kota Wuhan

“Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۖ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Rasulullah mengangkat tangannya dan berkata umatku, umatku, dan menangis.

Kemudian malaikat bertanya kepada Rasulullah tentang apa yang membuatnya menangis.

Allah SWT memerintahkan Jibril meyakinkan Nabi bahwa Allah akan memberikan kegembiraan ia dan umatnya.

Rasulullah bersabda: “Umatku menemuiku di telaga, dan aku menghalau mereka darinya sebagaimana seorang laki-laki menghalau unta seseorang dari untanya.”

Mereka bertanya, ‘Wahai Nabi Allah, apakah engkau mengenal kami? ‘

Beliau menjawab: ‘Ya. Kalian memiliki tanda yang tidak dimiliki oleh selain kalian.

Kalian menemuiku dalam keadaan putih bersinar karena bekas air wudlu.

Dan sungguh sekelompok dari kalian akan dihalau dariku, sehingga kalian tidak sampai kepadaku.

Lalu aku berkata: ‘Wahai Rabbku, mereka adalah para sahabatku’.

Lalu seorang malaikat menjawab perkataanku seraya berkata, ‘Apakah kamu tahu sesuatu yang terjadi setelah kepergianmu’.”

 

Wahai saudara-saudaraku …

Semoga penggalan kisah ini semakin kita cinta kepada Rasulullah SAW.

Semoga kita bersama beliau di surga yang telah Allah SWT janjikan.

Amin ya robbal alamin. (*/Ihram.co.id)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button