Mulianya Kedudukan Seorang Guru dalam Islam

AsSAJIDIN.COM — Agama Islam menempatkan guru di posisi yang sangat istimewa. Saking mulianya, memuliakan seorang guru akan mendapatkan ganjaran surga. Mengucapkan doa untuk guru setelah menunanikan sholat adalah salah satu yang bisa kita lakukan.
“ Barangsiapa memuliakan orang berilmu (guru), maka sungguh ia telah memuliakan aku. Barangsiapa memulikan aku, maka sungguh ia telah memuliakan Allah. Barangsiapa memuliakan Allah, maka tempatnya di surga.”
Hadis tersebut menerangkan betapa penting dan mulianya orang yang berilmu dalam Islam. Maka tak ada alasan lain bagi seorang murid untuk tidak memuliakan gurunya. Dengan syarat guru tersebut benar-benar orang yang berilmu dan beradab, lantaran jaman sekarang banyak orang mengaku guru namun hanya berilmu tanpa beradab.
Sebagai orang tua, ajarkanlah bacaan doa untuk guru sebagai wujud baktinya. Doa untuk guru ini dibaca juga sebagai permohonan ampun atas dosa-dosa.
Doa untuk Guru dari Kitab Risalah Al Mustarsyidin
Tak hanya mendoakan orang tua, seorang murid juga harus mendoakan gurunya. Betapa pentingnya mendoakan guru-guru kita, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia.
Mengutip dari NU Online, terdapat sebuah doa untuk guru yang diambil dari catatan kaki Kitab Risalah Al Mustarsyidin. Doa tersebut ditulis oleh Syekh Abdul Fattah Abu Guddah. Berikut bacaan doa untuk guru yang bisa dipanjatkan setiap selesai sholat:
Allaahumma-ghfir li masyaayikhinaa wa liman ‘allamanaa war-hamhum wa akrimhum biridlwaanikal ‘adhiim fii maq’adish shidqi ‘indaka yaa arhamar raahimiin.
Artinya:
” Wahai Allah ampunilah guru-guru kami dan orang yang telah mengajar kami. Sayangilah mereka, muliakanlah mereka dengan keridhaan-Mu yang agung, di tempat yang disenangi di sisi-Mu, wahai Yang Maha Penyayang di antara penyayang.” (*/sumber: nu.or.id)
