Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

MOZAIK ISLAM

Akhlak Nabi Muhammad SAW adalah Alquran, Maka Bacalah Alquran dan Teladani Nabi Kita

AsSAJIDIN.COM –Akhlaq Nabi tersebut antara lain adalah sebagai mana dalam hadits disebutkan bahwa Ibnu Qatadah pernah bertanya kepada Aisyah ra tentang akhlak Rasulullah Saw.
Maka Aisyah menjawab: Akhlak beliau adalah Al-Qur’an. Yakni sebagaimana yang terdapat di dalam Al-Quran. Makna yang dimaksud dari kesemuanya ini menunjukkan bahwa Rasulullah Saw. adalah seorang yang mengamalkan Al-Quran; mengamalkan perintahnya dan manjauhi larangannya, yang hal ini telah tertanam dalam diri beliau sebagai watak dan pembawaannya serta sebagai akhlak yang telah terpatri dalam sepak terjang Nabi Muhammad SAW.
Hal ini di samping watak yang dibekalkan oleh Allah dalam diri beliau berupa akhlak yang besar seperti sifat pemalu, dermawan, berani, pemaaf, penyantun, dan semua akhlak yang terpuji.
Akhlaq yang terpuji lainnya adalah Tidak Pernah Membentak Sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab Sahihain, dari Anas yang telah mengatakan: “Aku menjadi pelayan Rasulullah Saw selama sepuluh tahun, dan beliau sama sekali belum pernah membentakku dengan kata, “Husy!” Dan belum pernah mengatakan terhadapku tentang sesuatu yang seharusnya tidak kulakukan, “Mengapa engkau melakukannya?” Dan tidak pula terhadap sesuatu yang seharusnya kulakukan, “Mengapa tidak engkau lakukan?”.
Kemudian akhlaq yang juga perlu diteladani adalah Tidak Pernah Memukul Diriwayatkan dari Siti Aisyah ra yang telah mengatakan Rasulullah Saw sama sekali belum pernah memukulkan tangannya kepada seorang pun dari pelayannya, dan belum pernah memukul seorang pun dari istri (beliau), dan belum pernah memukulkan tangannya kepada sesuatu pun kecuali bila dalam berjihad di jalan Allah.
Lalu, akhlaq lainnya yaitu Tidak Pernah Mencela Nabi SAW tidak pernah ambigu dan selalu memilih perkara yang paling disukai dan paling ringan di antara keduanya terkecuali bila (yang ringan itu) berupa dosa. Maka jika hal itu berupa dosa, maka beliau adalah orang yang paling menjauhinya. Dan Nabi SAW tidak pernah melakukan suatu pembalasan yang pernah ditimpakan kepada dirinya, melainkan bila batasan-batasan Allah dilanggar, maka Nabi SAW baru melakukan pembalasan dan itu hanyalah karena Allah SWT.
Akhlaq yang patut dicontoh lainnya adalah Tidak Pernah Membalas Perbuatan Buruk. Baginda Nabi SAW juga tidak pernah melakukan suatu pembalasan yang pernah ditimpakan kepada dirinya, melainkan bila batasan-batasan Allah dilanggar, maka Nabi SAW baru melakukan pembalasan dan itu hanyalah karena Allah SWT.
Lalu, Rasulullah SAW tidak pernah memanggil seseorang dengan nama julukan. Seterusnya akhlaq Rasulullah SAW selalu menjenguk sahabatnya jika sedang sakit meskipun lokasinya jauh. Rasulullah SAW jika terhibur hanya tersenyum dan tidak pernah tertawa terbahak-bahak hingga giginya kelihatan. Rasulullah SAW selalu menghadap lawan bicaranya jika sedang berbincang dengan seseorang.
Rasulullah SAW selalu menanamkan kejujuran dalam segala hal. Karena itu, Nabi SAW mendapat julukan Al Amin yang artinya orang yang dapat dipercaya. Kemudian akhlaq yang baik dari Nabi yaitu Rasulullah SAW sangat bertanggung jawab kepada tugas dan kepercayaan dari segala aspek kehidupan, baik politik, ekonomi, ataupun agama kepada Allah SWT.
Demikianlah beberapa akhlaq Nabi yang dapat kita jadikan contoh dalam pergaulan sehari-hari dan tentunya masih banyak akhlaq Nabi lainnya yang tidak dapat disebut satu per satu dalam tulisan ini. Namun dari akhlaq yang disebut diatas dapat diketahui bahwa dalam momen memperingati Maulid Nabi tahun ini dapat kita jadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari dan sangat relevan dengan kehidupan kekinian.
Apalagi ditengah kehidupan yang penuh dengan godaan duniawi saat ini maka mari kita bersama menauladani perilaku dan akhlaq nabi tersebut agar hidup kita selamat dunia dan akhirat. Apapun profesi kita maka akhlaq yang baik dan sesuai dengan ajaran Islam sangat menentukan nasib dan jalan hidup kita masing-masing. Apabila kita berakhlaq baik maka kehidupan kita juga akan baik, begitu juga sebaliknya.
Oleh karena itu, melalui momen peringatan Maulid Nabi tahun ini mari kita interospeksi diri apakah kita telah meneladani Rasulullah dalam menjalani kehidupan sehari-hari? Apabila belum, maka masih ada waktu untuk berbenah diri dengan meneladani akhlaq Nabi sebagai suri tauladan dalam menjalankan aktifitas kekinian, yang menyangkut sosial, budaya, ekonomi, politik serta aspek pergaulan sehari-hari. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button