CJH Dianjurkan Latihan Tidur Ramai-ramai, Menyiapkan Fisik- Mental dan Meluruskan Niat Agar Ibadah Lancar di Tanah Suci
ASSAJIDIN.COM — Mempersiapkan kesehatan fisik dan jiwa sebelum berhaji sangat penting dilakukan oleh Jemaah Calon Haji (JCH) agar segera dapat beradaptasi di Tanah Suci. Apa lagi diperkirakan musim haji tahun ini, bertepatan dengan musim panas dengan temperatur cuaca dapat mencapai 50 derajat celcius.
Karenanya selain mempersiapkan ibadah dengan manasik haji, persiapan kesehatan fisik dan mental juga sangat diperlukan.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang kota Palembang Dr dr Zulkhair Ali Sp.DD – KGH Finasim, dalam dialog virtual yang tayang di youtube sripoku tv mengatakan bahwa ibadah haji adalah ibadah wajib bagi yang mampu.
Mampu meliputi tiga hal yaitu ekonomi, kesehatan dan keamanan. Semua menyadari keistimewaan tahun ini Indonesia baru lepas dari dua tahun vakum ibadah haji.
Dibeberapa negara terakhir di Korea Utara masih banyak sekali yang terlibat Covid. Seluruh manusia di beberapa negara berkumpul di Mekkah yang harus di waspadai. Tahun ini dan tahun depan memasuk musim panas yakni 34 derajat celcius.
“Tiga hal itu yang menyebabkan pemerintah tidak mengizinkan jamaah haji di atas usia 65 tahun. Karena pada usia tersebut sangat rentan terkena penyakit dan dimana saat ini musim panas jadi harus menunda untuk naik haji,” ujar Zulkhair.
Saat ini di Arab Saudi mewajibkan seluruh calon jamaah haji vaksin mengninitis. Jika tidak di vaksin tidak boleh masuk. Tidak ada hubungan yang bermakna pasien covid dan mengninitis.
“Kita harus juga mendapatkan vaksin ke booster. Bagi yang rentan dan lanjut usia baik sekali untu vaksin ini, dan tidak ada jarak antara vaksin booster dan mengninits,” katanya.
Zulkhair juga menjelaskan perlu latihan fisik dan mental sebelum berangkat haji. Jadi betul sekali memang ibadah haji sangat istimewa, fisik dan mental harus kuat.
“Karena kita berada divaksin kurang lebih 40 hari dengan suasana yang berbeda. Ada yang hobi tidur gelap dan juga terang, ini saja sudah berbeda, bayangkan apabila kita tidak bisa adaptasi dengan kondisi ini,” jelasnya.
Penyesuaian-penyesuaian ini harus betul-betul disiapkan dari sekarang. Menganjurkan kepada calon jamaah haji, harus dilatih tidur ramai-ramai, tidur keadaan gelap dan olahraga dan sebagainya.
“Kalo perlu kta latih juga tidur di dekat orang ngorok. Dipastikan bahwa niat ibadah haji meminta kepada Allah untuk dikuatkan,” kata Ketua IDI Cabang kota Palembang. (*/Sumber: tribunsumsel)
