Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

INTERNASIONAL

Kisah Sufi Bahlul yang Mendunia

ASSAJIDIN.COM — “Bahlul” adalah kata yang biasa digunakan untuk mensifati orang yang bodoh. Tahukah anda dari mana asal kata itu?

Sesungguhnya BAHLUL adalah nama seseorang yang dikenal sebagai orang “gila” di zaman Harun Al-Rasyid (Dinasti Abasiyah).

Pada suatu hari, Harun Al-Rasyid lewat di suatu pekuburan, dilihatnya Bahlul sedang duduk di sana.

Berkata Harun Al-Rasyid kepadanya :
“Wahai Bahlul, kapankah kamu akan berakal (sembuh dari gila)?”

Mendengar itu Bahlul beranjak dari tempatnya dan naik ke atas pohon, lalu dia memanggil Harun Al-Rasyid dengan sekuat suaranya dari atas pohon :
“Wahai Harun yang gila, kapankah engkau akan sadar?”

Maka Harun Al-Rasyid menghampiri pohon dengan menunggangi kudanya dan berkata : “Siapa yang gila, aku atau engkau yang selalu duduk di kuburan?”

Bahlul berkata :
“Aku berakal dan engkau yang gila.”

Lihat Juga :  Kegelisahan Sahabat Nabi tak Bisa Ikut dalam Perang Tabuk, Sebuah Hikmah

Harun : “Bagaimana itu bisa?”

Bahlul : “Karena aku tahu bahwa istanamu akan hancur dan kuburan ini akan tetap ada. Maka aku memakmurkan kubur sebelum istana, dan sebaliknya engkau memakmurkan istanamu sampai-sampai engkau takut untuk dipindahkan dari istanamu ke kuburanmu, padahal engkau tahu bahwa kamu pasti akan masuk ke dalam kubur. Maka katakan wahai Harun siapa yang gila di antara kita?”

Bergetarlah hati Harun Al Rasyid, lalu menangis dengan tangisan yang sampai membasahi jenggotnya. Lalu Harun Al Rasyid berkata : “Demi ALLAH engkau yang benar, tambahkan nasihatmu untukku wahai Bahlul”.

Bahlul : “Cukup bagimu Al-Qur’an maka jadikanlah pedoman”.

Harun : “Apa engkau memiliki permintaan wahai Bahlul? Aku akan penuhi”.

Bahlul : “Iya aku punya 3 permintaan. Jika engkau penuhi aku akan berterima kasih padamu”.

Lihat Juga :  Kisah Rasulullah dan Uang 8 Dirham

Harun : “Mintalah”

Bahlul : 1. “Tambahkan umurku”.

Harun : “Aku tidak mampu.”

Bahlul: 2. “Jaga aku dari Malaikat maut”.

Harun : “Aku tidak mampu.”

Bahlul: 3. “Masukkan aku ke dalam surga dan jauhkan aku dari api Neraka”.

Harun : “Aku tidak mampu”.

Bahlul : “Ketahuilah bahwa engkau dimiliki (sebagai seorang hamba) dan bukan pemilik (Tuhan), maka aku tidak perlu padamu”.

Catatan:
– Kisah ini (Dikutip dari kitab عقلاء ﺍﻟﻤﺠﺎﻧﻴﻦ, “Orang-orang Gila yang Berakal”).

-Masyarakat kita saat ini menggunakan kata BAHLUL untuk mengatakan bahwa seseorang itu bodoh, sedangkan aslinya adalah nama seorang Ulama yang hebat.Beliau adalah sufi yang tawadu, disebut juga dengan nama Syech Bahlul, banyak merenungkan hakikat hidup dan asal muasalnya.

– Makam Syekh Bahlul Majnun ada Di Baghdad, Irak. Semoga kisah singkat ini menginspirasi kita. Aamiin.

Back to top button