Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

Uncategorized

Disdik Sumsel akan Tetap Terapkan PTM Terbatas pada Tahun Ajaran Baru

AsSAJIDIN.COM — Tahun Ajaran 2022/2023, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tetap akan menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. Hal ini diungkapkan Sekretaris Disdik Provinsi Sumsel, Markoginta, Selasa (29/03/2022)

Markoginta mengatakan, untuk tahun ajaran baru yang akan dimulai pada Juli, pihaknya masih akan menerapkan PTM Terbatas untuk Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). “Ya, Provinsi Sumsel akan tetap menerapkan PTM Terbatas untuk tahun ajaran baru nanti,” katanya

Lanjutnya, pihaknya masih menerapkan PTM Terbatas karena keputusan untuk PTM Penuh masih belum ada kepastian atau kejelasan dari pemerintah pusat. “Kita masih terus melakukan evaluasi agar tidak terjadi kesalahan saat mengambil keputusan,” ujar Markoginta

Lihat Juga :  Hijab tak Jadi Penghalang Bagi Kapten Mona Shindy Berkarir di Kapal Perang Australia

Markoginta mengungkapkan, PTM Terbatas dinilai pihaknya masih relevan untuk diterapkan sebagai upaya mitigasi penyebaran COVID-19 klaster sekolah. “Apalagi sejauh ini penerapan PTM terbatas tersebut telah berjalan baik dan sesuai kebenaran atau telah mengikuti prosedur yang ada,” ungkapnya

Dijelaskannya, meskipun saat ini kasus positif COVID-19 cenderung menurun dan vaksinasi untuk guru serta siswa hampir mencapai 100 persen dari total sasaran, program itu belum merata di 17 kabupaten serta kota di daerah tersebut. “Berdasarkan surat edaran gubernur, PTM terbatas memadukan antara proses pembelajaran secara daring dan luring dengan pembagian masih-masing 50 persen dari jumlah total siswa di satu sekolah. Kami pun masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat untuk kebijakan nantinya seperti apa, kemungkinan masih bisa berubah karena terus dievaluasi,” jelas Markoginta

Lihat Juga :  RSI Ar Rasyid Terus Berkembang Jadi Yang Terbaik

Markoginta menambahkan, jika nanti ada siswa sekolah yang ditemukan kasus covid-19 di sekolah, maka yang bersangkutan harus melakukan isolasi mandiri (Isoman). “Dan untuk pembelajaran nantinya harus sepenuhnya dilakukan secara daring,” katanya (MN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button