EKONOMI & BISNIS

Di Palembang, OP Gula Dibatasi Setengah Kilogram Saja per Pembeli

Heboh Gula Langka

ASSAJIDIN.COM –Langkanya gula pasir di pasaran diyakinkan Pemerintah Kota Palembang akan segera mendapatkan pasokan setelah pemerintah pusat membuka keran impor. Saat ini stok gula di gudang Bulog Divre Sumsel Babel tinggal 9,6 ton.

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, langka gula memang membuat masyarakat khawatir. Masyarakat diperbolehkan membeli gula ke gudang BulogĀ  (OP) gula, tepatnya di Koperasi Bulog Jalan Perintis Kemerdekaan / simpang lampu merah Jalan M Isa.

“Setiap warga hanya boleh membeli setengah kilogram (Kg) saja, harga 1 Kg Rp12.500 jadi kalau setengahnya sekitar Rp6000an, dengan melampirkan fotokopi KTP, jaga-jaga jangan sampai stok kurang” katanya usai meninjau Gudang Bulog, Kamis (12/3/2020).

Ia mengharapkan agar masyarakat tidak membeli dalam jumlah besar karena kondisi stok gula saat ini masih terbatas dan hanya mencukupi untuk satu bulan kedepan, lantaran molornya masa panen petani tebu.

Lihat Juga :  Pocari Sweat Ajak Generasi Muda Dukung Asian Games

Ditahap awal, akan dilakukan pasar murah atau Operasi Pasar (OP) ini di lima pasar, terutama untuk komoditi gula. “Kita fokuskan dulu ke gula karena ini menjadi keluhan masyarakat. Mudah-mudahan OP ini berjalan lancar sehingga stabilitas harga terjaga,” ujarnya.

Kepala Perum Bulog Sumsel dan Babel, Yudi Wijaya mengatakan, biasanya stok gula yang disediakan Bulog bisa mencapai ribuan ton. Karena kelangkaan ini maka kondisi stok saat ini tinggal 9,6 ton. Padahal, dalam satu bulan Bulog biasanya menjual gula 5-10 ton diantaranya setiap distributor bisa membeli 1-5 ton gula.

“Sambil menunggu gula impor dari Brazil dan India menurut infonya sebanyak 400 ribu ton. Dari situ, gudang Bulog se Indonesia akan menerima 29.800 ton. Nah, Untuk kebutuhan Sumsel sendiri kita tunggu dari Dinas Perdagangan berapa kebutuhannya,” jelasnya.

Lihat Juga :  Ingin Dapat Sertifikat Halal dari MUI? Ini Tahapannya yang Harus Dipenuhi

Ia mengakui kelangkaan gula disebabkan faktor waktu panen tebu yang belum tiba, karena masa panen tebu ada di antara bulan Juni – Juli. Pihaknya meminta masyarakat untuk tenang dan menunggu impor gula.

“Bukan hanya di pasar tradisional, saya juga menemukan di beberapa minimarket gula sudah langka. Kita harap dengan bantuan gula impor itu bisa memenuhi kebutuhan sembari menunggu masa panen,” katanya. (*/Sumber: maklumatnews.com/Kamayel Ar-Razi).

Tags
Close