Program “One Day With Profesor” Sukses Tuntun SMAIT Al Furqon Duduki Kasta Tertinggi IGA 2021

AsSajidin.com PALEMBANG— Program “One Day With Profesor” Sukses membawakan Sekolah Menegah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Al Furqon duduki kasta tertinggi sebagai sekolah inovasi terbaik dengan meraih juara pertama dalam malam anugerah Inovation Government Award (IGA) 2021, Senin (20/ 12/12/2021).
Ustadz Mahyudi, Kepala SMAIT Al Furqon mengatakan, Program One Day With Profesor adalah bagian dari School by Research yang dirintis Ustadz Mahyudi dan dewan guru, beserta Yayasan SIT ALFURQON di bawah naungan Ustadz H Emil Rosmali.
” Tidak kurang dari 189 karya inovasi sejak periode 2019 hingga 2021 berhasil mencatat 98 kali juara Nasional Bidang karya Ilmiah Remaja. Alhamdulillah, yang terbaru kita meraih juara 1 Anugerah Inovation Government Award 2021 oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru, sebagai sekolah Inovasi dalam dunia pendidikan, “k atya.

Melalui program One day with professor ujar Ustadz Mahyudi, baik siswa maupun guru diharapkan dapat terus mengembangkan diri di bidang minat bakatnya masing-masing. Program ini merupakan terobosan dunia pendidikan abad 21 yang menjadikan guru dan siswa untuk kreatif, kritis, kolaborasi dan komunikatif.
“ Alhamdulillah kemarin kita berhasil menjadi Juara Grand Design pendidikan karakter melalui program unggulan yang didalamnya ada konsep satu hari dengan profesor. Kita juga berharap anugrah Inovaton Government Award 2021 yang diterima SMAIT Al Furqon ini mampu menjadi pemicu semangat untuk guru dan siswa agar dapat berkarya membuat inovasi-inovasi yang akan diingat sebagai prasasti ALFURQON sebagai sekolah unggulan dan rujukan di Indonesia di masa depan,” tambahnya.
Disinggung mengenai kunci suksesnya SMAIT Al Furqon, Ustadz Mahyudi mengatakan jika semua itu berasal dari sikap prinsip “Maju Bersama Hebat Semua” baik guru maupun siswa konsisten pada pendidikan akhlak dengan memasukkan Riset sebagai pendidikan yang utama. Sehingga, bentuk pembuktian pengetahuan dari banyaknya Rahasia Allah SWT dimulai dari berbagai benda, makhluk, dan fenomena yang terjadi di sekeliling kita bisa menjadi dasar berkembangnya.
“ Melalui pembelajaran inovatif, kita ingin memastikan pendidikan masa depan hadir lebih cepat dengan perpaduan pembelajaran Al-Qur’an yang dilengkapi dengan Inovasi teknologi dan penelitian keilmiahan. Itu juga merupakan pendidikan Islam yang berkembang pada zaman para ilmuwan terdahulu. Sebut saja, Al kahwarismi, Ibnu Sina, Ibnu Khaldun, dan sederet nama tenar lainnya di dunia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Itu yang saat ini tengah kita siapkan di sekolah yang bertagline ahli dzikir, ahli fikir, dan ahli ikhtiar ini,” tuturnya. ( JEMMY SAPUTERA )
