Anjuran Puasa Sunnah Tasu’a dan Asyura di Tanggal 9-10 Muharram, Begini Penjelasannya

AsSAJIDIN.COM — Bulan Muharram tanda bergantinya tahun hijrah telah tiba, itu artinya kita telah memasuki tahun 1443 Hijriyah. Pada beberapa hadits, di bulan muharram rasulullah saw menganjurkan untuk berpuasa.
Puasa yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wassallam khusus di bulan muharram diantaranya adalah puasa tasu’a dan puasa asyura.
Ustadzah Rofi’ Maryam mengatakan Puasa tasu’a merupakan puasa yang dikerjakan pada tanggal 9 Muharam, yang tahun ini bertepatan dengan tanggal 18 Agustus 2021, dan 10 muharram pada 19 Agustus 2021. Hal ini di dasarkan pada sabda Nabi saw:
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma , bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa Asyura dan beliau memerintahkan para sahabat untuk melakukan puasa di hari itu, ada beberapa sahabat yang melaporkan:
ا لَ اللَّهِ الْيَهُودُ النَّصَارَى
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya tanggal 10 Muharram itu, hari yang diagungkan orang Yahudi dan Nasrani.”
Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ا انَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ اءَ اللَّهُ ا الْيَوْمَ التَّاسِعَ
“ Jika datang tahun depan, insyaaAllah kita akan puasa tanggal 9 (Muharram) .”
Ibnu Abbas melanjutkan, “Namun belum sampai bertemu Muharam tahun depan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah wafat.” (HR.Muslim 1916).
Dari riwayat di atas, dapat disimpulkan bahwa:
Pertama , tujuan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa Tasu’a adalah untuk menunjukkan sikap yang berbeda dengan orang Yahudi. Karena beliau sangat antusias untuk memboikot semua perilaku mereka.
Kedua , Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam belum sempat melaksanakan puasa itu. Namun sudah beliau rencanakan. sebagian ulama menyebut ibadah semacam ini dengan istilah sunah hammiyah (sunah yang baru dicita-citakan, namun belum terealisasikan sampai beliau meninggal).
Ketiga , fungsi puasa tasu’a adalah mengiringi puasa asyura. Sehingga tidak tepat jika ada seorang muslim yang hanya memikirkan tasu’a saja. Tapi harus digabung dengan asyura pada tanggal 10 besoknya.
Selanjutnya adalah puasa di bulan muharam adalah puasa Assyura, yaitu puasa yang dikerjakan pada tanggal 10 muharram (sehari setelah puasa tasu’a). Puasa asyura adalah puasa yang paling sering dikerjakan oleh Nabi semasa hidup beliau.
Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,
لَ اشُورَاءَ الَ « السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai keistimewaan puasa ‘Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ‘Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR.Muslim 1162)
demikianlah anjuran puasa yang dapat dikerjakan di bulan muharram. Selain dari puasa senin kamis dan puasa ayyaumil bidh (puasa sunnah yang dikerjakan setiap tanggal 13, 14, 15 di bulan-bulan hijriyah). Kita dapat menambah dengan puasa tasu’a dan puasa asyura. Allahu’alambishowab. (*)
Penulis: tri jumartini
