SEHATUncategorized

Manfaat Siwak yang Telah Digunakan Sejak Zaman Nabi

AsSAJIDIN.COM — Berbagai  penelitian modern membuktikan manfaat siwak bisa menghambat dan mematikan pertumbuhan bakteri, serta menguatkan permukaan email gigi sehingga mencegah timbulnya gigi berlubang. Selain itu, siwak juga dapat menghentikan pendarahan dan peradangan gusi, menstimulasi peningkatan produksi air liur yang berfungsi menetralkan kondisi asam di mulut.

Siwak atau miswak adalah ranting atau batang dari pohon Salvadora Persica. Umumnya batang miswak berukuran kecil, mirip ranting, dan berwarna coklat muda.

 

“Memang Rasulullah SAW mengajurkan lima kali. Kalau dilakukan dapat sunahnya. Dari sisi kesehatan, pastinya lebih baik. Kuncinya membersihkan mulut dengan alat yang tepat,” kata pakar kesehatan gigi dan mulut drg Ratu Mirah Afifah di Jakarta, Jumat (31/1/2020), dikutip dari Antara.

 

Mirah mengatakan, tidak banyak yang tahu jika siwak memiliki banyak manfaat.

“Siwak punya manfaat antimikroba, menghambat pertumbuhan bakteri untuk mencegah dua penyakit yang umum terjadi, yakni gigi berlubang dan penyakit gusi,” katanya. Siwak atau miswak adalah sepotong bagian (dahan, ranting, atau akar) pohon yang digunakan untuk membersihkan gigi, gusi, dan mulut. Biasanya, siwak dibuat dari bagian pohon Salvadora persisca.

Lihat Juga :  Keberadaan Pokjaluh Harus Benar-benar Dirasakan Manfaatnya Bagi Masyarakat

 

Namun, bukan berati pohon lainnya tidak dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan siwak. Selama bahan yang digunakan lunak nan lembut, tentu siwak dapat dibuat. Dengan kata lain, dahan, ranting, dan akar yang keras tidak dapat menjadi bahan dasar pembuatan siwak karena bagian-bagian yang keras itu akan merusak gusi dan lapisan email gigi.

Selain bersyarat lunak dan lembut, siwak pun harus bersifat basah atau mudah dibasahkan, bisa membersihkan, dan memiliki serat. Serat-serat yang terdapat pada siwak nantinya akan membersihkan seisi mulut, khususnya gigi, gusi, dan sela-sela di antaranya. Sifatnya yang mudah basah pun mempermudah proses pembersihan yang tersebut.

Ranting miswak diperkirakan sudah dipergunakan untuk membersihkan dan merawat gigi serta mulut sejak zaman peradaban awal Arab, Yunani, dan Romawi Kuno. Meskipun tanamannya berasal dari tanah kering bergurun seperti di Afrika, Timur Tengah, atau di negara-negara semenanjung Arab, miswak bisa juga ditemukan di daerah lain.

Lihat Juga :  Peggy Melati Sukma Rela Tinggalkan Kemegahan Dunia dengan Berniqab, Hanya untuk Alasan ini

Umumnya pohon miswak ini masih bisa ditemui di negara Tanzania, di dataran pasir yang memiliki mata air di tengah-tengahnya (oasis), dan di padang rumput sabana. Tradisi mengunyah siwak masih cukup umum dilakukan oleh beberapa negara jazirah Arab di zaman modern ini.

Di Pakistan dan Arab Saudi, misalnya, ditemukan hampir lebih dari 50% masyarakatnya lebih sering bersiwak dibandingkan dengan menyikat gigi. Orang-orang di negara Nigeria dan India juga lebih sering bersiwak ketimbang gosok gigi pakai odol.

Anjuran penggunaan siwak dalam keyakinan agama Islam. Mayoritas pengguna siwak adalah masyarakat muslim di berbagai dunia. Di daerah Timur dan Afrika, siwak sangatlah populer digunakan sebagai alat pembersih gigi alami tidak perlu pasta dan sikat gigi pabrikan. Hal yang mendasari penggunaan dan populernya siwak di kalangan orang-orang Islam tersebut adalah hukum sunah muakkad. Sunah ini dinukilkan oleh Rasulullah Rasulullah menganjurkan penggunaan siwak untuk membersihkan bagian-bagian mulut. (*/sumber: islampos)

Back to top button