Presiden Jokowi akan Resmikan GroundBreaking Pelabuhan Tanjung Carat

ASSAJIDIN.COM –Rencana pembangunan pelabuhan Tanjung Carat di Banyuasin, Sumatra Selatan semakin matang. Bahkan rencananya, pada November ini akan dimulai pelaksanaan groundbreaking oleh Presiden RI Joko Widodo.
Diketahui, pelabuhan ini sudah masuk sebagai proyek strategis nasional oleh pemerintah pusat, karena digadang-gadang dapat menjadi pusat perekonomian baru di Sumsel.
Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan, dari hasil koordinasi dengan pemerintah pusat, untuk progres rencana Pelabuhan Tanjung Carat tidak ada koreksi, sehingga pelaksanaan pembangunan dapat sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. “Alhamdulilah punya kita tidak ada koreksi, tetap on schedule. Insya Allah di bulan November groundbreaking menyesuaikan jadwal Presiden RI, Joko Widodo untuk pelaksanaannya,” katanya.
Namun, tinggal ada sejumlah syarat-syarat yang harus dilengkapi mulai dari administrasi hingga tentang perubahan perubahan. “Untuk Kementerian dan Lembaga itu juga ada syarat-syarat administrasi yang harus terpenuhi seperti tentang konversi LHK.
Tapi itu sebenarnya tambahan karena Pemprov Sumsel sudah ada tanah yang Hak Pengelolaan (HPL) itu fix seluas 600 hektar dalam proses sertifikat,” ujar Deru
Deru mengungkapkan, Maka dari itu, dirinya meminta dukungan ataupun doa dari semua pihak serta masyarakat Sumsel semoga di bulan November ini dimulainya pelaksanaan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat oleh Presiden RI. “Artinya tidak ada hambatan-hambatan lagi, kita berdoa kita tunggu jadwal Pak Presiden bulan november itu akan pelaksanaan. Tapi sebelum bulan November sudah proses land clearing dari Kemenhub RI,” ungkapnya
Dijelaskannya, secara persyaratan, Tanjung Carat sudah memenuhi semua kriteria untuk menjadi lokasi pelabuhan laut dalam (deep sea port). Bahkan untuk status lahan pun diklaim sudah clear and clean. Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat sebetulnya sudah masuk dalam Rencana Induk Pembangunan (RIP) tahun 2016 yang ditetapkan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK). Bahkan dalam studi kelayakan yang dibuat PT Pelindo, tanah tersebut termasuk area pengguna lain (APL) yang telah diberikan KLHK sesuai surat No : 806 Tahun 2014. Di mana terdata ada seluas total 600 ha lahan. “Dari luasan tersebut, terdapat kebutuhan akses jalan, sehingga luas lahan bersih untuk kawasan pelabuhan mencapai 461 ha. Dan lahan itu tidak ada satupun menggunakan tanah pihak lain. Ini semua milik Pemprov Sumsel seluas 461 ha,” jelas Deru
Deru menambahkan, sesuai desain awal dalam RIP tersebut, Pelabuhan Tanjung Carat akan dibangun dengan draft kedalaman 12 meter–15 meter. Jalan penunjang ke pelabuhan sejauh 7 Km juga sudah disetujui Kementerian PUPR bahkan sudah dilakukan pengerjaan permulaan di jalan tersebut. Terkait anggarannya yang cukup fantastis untuk proyek tersebut, Herman Deru optimistis hal itu bisa disiasati dengan memodifikasi desain konstruksi. “Jadi titik lokasinya tetap disana (titik awal) desain konstruksinya saja yang diubah agar pemeliharaannya kedepan tidak mahal,” katanya
Sementara itu, Menhub RI, Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan Pelabuhan New Ambon dan Pelabuhan New Palembang di Tanjung Carat merupakan program prioritas. Karena itu, dirinya meminta Pemprov Sumsel untuk tetap ter inius berkoordinasi dan berkolaborasi terkait pembangunan ini. “Pembangunan Tanjung Carat akan sangat baik kalau kolaborasi, itu yang kita lakukan,” katanya singkat (MN)
