Stok Migor di Palembang Aman,Ekonom Sumsel Soroti Soal Harga yang Melambung
Soal Kelangkaan, Amidi : Bukan Penimbunan, Tapi Penundaan Penjualan
AsSajidin.com, Palembang— Menjelang Ramadhan 1443 H, ketersediaan minyak goreng di Palembang boleh dikata aman. Demikian kata Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga usai berkunjung ke Pasar KM 5 Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) belum lama ini.
Menurutnya, kelangkaan minyak goreng beberapa waktu lalu karena penetapan harga HET sebesar 14 ribu/liter dirasakan sebagai salah satu penyebab kelangkaan.Oleh karenanya, pemerintah mencabut harga HET tersebut.
“Yang paling penting itu adalah stok, tadi saya cek semuanya ada [curah dan kemasan], saya lihat juga harganya masih sesuai lah,” katanya.
Menurut Jerry, pemerintah saat ini fokus untuk menjamin keberlangsungan suplai dan stok minyak goreng untuk masyarakat. Terkait harga, kata dia, pemerintah juga sudah menerapkan peraturan untuk harga minyak goreng curah dan kemasan.
Sementara itu, Amidi Pengamat Ekonomi Sumsel mengatakan, bicara ketersediaan stok dirinya tidak meragukan hal itu. Hanya saja yang jadi persoalan saat ini adalah persoalan harga.
“ Kalau barangnya ada namun kemampuan rakyat untuk membeli tidak bisa, lalu dimana solusinya. Ini yang harus kita pikirkan. Sementara, kita juga tidak bisa menampik, harga HET sebesar 14 ribu/liter yang sebelumnya menjadi acuan dirasakan sangat berat bagi para pelaku usaha. Sehingga wajar jika ada penundaan penjualan, kalau tidak mau disebut penimbunan. Ironis memang, kenapa hal ini bisa terjadi di negeri yang boleh dikata ketersediaan bahan baku sawitnya melimpah, kok jadinya seperti ini,” sesalnya dengan nada geram.
Disinggung mengenai langkah strategis pemerintah kedepan sebagai solusi atas persoalan ini, Amidi mengungkapkan bahwa seharusnya pemerintah dapat menerapkan kebijakan yang adil. Baik untuk pelaku usaha, maupun konsumen dalam hal ini rakyat yang membutuhkan.
“ Soal harga ini sangat mendasar, Pemerintah kan bisa menetapkan kembali harga HET dibawah harga pasar yang berlaku saat ini. Jadi kalau misalnya harga dipasaran mencapai 20 ribu hingga 22 ribu/liter. Setidaknya pemerintah bisa memberlakukan penetapan harga HET sebesar 16 atau 18 ribu/liter. Jadi timpangnya tidak terlalu jauh. Sehingga saya rasa, ini menjadi salah satu upaya sederhana yang bisa diterima semua pihak,” ungkapnya.
