Pengamat Politik Islam Malaysia Bicara Tantangan dan Harapan dari Kepulangan Habib Rizieq

Pengamat Politik Islam, Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Johor Malaysia
Oleh : Prof. Dr. Badlihisham Mohd Nasir
Pengamat Politik Islam, Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Johor Malaysia
AsSAJIDIN.COM — Mungkin nama Habib Rizieq Syihab tidak begitu dikenali di negara Malaysia, meskipun tokoh berkenaan pernah melanjutkan dan menyelesaikan studi pendidikan tingginya di Universiti Malaya. Nama Habib yang membawa kaitan dengan keturunanNabi lazimnya tidak dilihat dari sisi ancaman politik yang serius bagi kita di Malaysia. Mereka lazimnya akan dihormati oleh masyarakat dan diketengahkan dalam sambutan maulidurasul lalu tenggelam dalam laungan sholawat mengingati junjungan Nabi Muhammad Saw. Membayangkan seseorang yang dikaitkan dengan keturunan Rasulullah yang mulia dengan politik yang dianggap kotor dan penuh tantangan ini adalah suatu yang baru bagi kita Malaysia.
Berbeda dengan perjalanan hidup Habib Rizieq yang terpaksa terbang ke Arab Saudi pada pertengahan 2017 akibat terjebak dengan tuduhan memiliki isi kandungan pornografi di Polda Metro Jaya yang didakwa sebagai fitnah menjatuhkan wibawa beliau yang bersikap lantang menentang penistaan terhadap agama Islam. Sebelum itu beliau terlibat aktif menuntut hukuman penjara terhadap Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama atas tuduhan bahwa Gubernur Jakarta yang berketurunan Cina itu menghina Islam dengan mengutip surat Al Maidah ayat 51 dan memutar balikkan ayat tersebut dengan menuduh bahwa ulama yang menggunakan ayat ini sebagai pendusta, membodohi ummat Islam dengan ayat ini dan hanya menggunakan untuk kepentingan politik saja, pada 2016.
Selaku ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq menggerakkan demontrasi massaanti-Ahok bersama berbagai organisasi Islam lain seperti Forum Umat Islam (FUI) dan Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) dan banyak lagi. Demonstrasi besar-besaran sehingga mencapai jutaan orang itu menyentak pemerintahan pimpinan Jokowi yang dilihat liberal dan sangat terkesan anti Islam.Ahok akhirnya dipenjara selama dua tahun, sedangkan Habib Rizieq menjadi saksi ahli agama dalam kasus berkenaan.
Kembalinya beliau dengan disambut oleh lebih dari 6 juta orang yang menunggu dengan penuh emosi mencipta sejarah baru di negara Pancasila itu. Gelombang ini lebih besar dari demonstrasi sebelumnya bahkan sebagian pengamat melaporkan lebih besar dan hangat dari sambutan yang diberikan oleh rakyat Iran terhadap Khomeini pada 1979. Malah lebih mengujakan bangsa, beliau terus saja dikunjungi oleh Anis Beswedan, Gubernur Jakarta dan Ketua Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan Probowo Subianto. Kedatangan sosok dari kalangan mereka yang masih memegang kuasa ini pastinya memberi isyarat bahwa beliau mempunyai aura politik yang hebat. Justeru ada pengamat politik yang memberi peringatan bahwa kemungkinan beliau terjun ke kancah politik adalah besar.
Di sebalik semua kemungkinan itu, Habib Rizieq kelihatan masih kuat untuk melangkah khususnya mengukuhkan barisan oposisi dalam menghadapi Pemilu. Beliau menyatakan dalam pidato awalnya bahwa beliau diberikan pelayanan yang baik oleh kerajaan Saudi Arabia.Manakala aktivitas beliau menambah ilmu bakal memberikan kekuatan baru kepada seorang kepala keluarga bagi menyiapkan dirinya sebagai pemimpin revolusi Islam dengan cara dan pendekatannya yang tersendiri. Pengalaman beliau sebagai pemimpin massa itu dikuatkan dengan perjalanan kerohanian melalui peningkatan ibadah khusus baikdi Makkah atau di Madinah sepanjang tempoh pengasingannya itu.
Sebagai seorang tokoh karismatik yang mempromosikan dirinya sebagai penyatu umat melalui FPI, beliau didukung oleh tokoh agama populer seperti Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Tengku Zulkarnaen. Seperti yang diketahui, UAS sangat populer di rantau ini dan pernah diundang beberapa kali ke Malaysia. selain itu, tokoh reformasi seperti Amien Rais juga berada di belakang gerakan Islam yang sekian lama mencari jalan penyatuan yang berkesan di kalangan mereka. Sememangnya umat Islam di sana merindukan gerakan penyatuan politik Islam yang mantap khususnya dalam menghadapiisu kebangkitan kembali faham sosialis yang mendapat nafas baru dari kebebasan era reformasi dan sikap Jokowi yang memberi ruang kepada mereka.
Kebangkitan Habib sebagai pewaris perjuangan Nabi dan dari keturunan AhlulBait yang mulia, dilihat sebagai sosok yang berpotensi melakukan konsolidasi gerakan Islamdi Indonesia. Umat Islam telah lama menantikedatangan seorang ulama yang mampu melakukannya hari ini setelah berlalunya nama besar seperti Pak Natsir dan BuyaHamka ketika mencapai kemerdekaan. Kebangkitan umat kini diharapkan tampil melampaui kepartaian dan bersandarkan Ahli Sunnah wal Jamaah pegangan mayoritas penganut Islam di Indonesia. Apalagi dengan berdirinya Masyumi baru yang pernah menyatukan force Islam ketika dipimpin oleh Pak Natsir dapat menjadi wadah baru kebangkitan.
Perkembangan ini pastinya mencabar mereka yang menentang kepulangannya. Golongan yang pernah berhadapan secara langsung dengan pukulan keras beliau dulu kini mengusahakan berbagai cara untuk menghalanginya. Antaranya ialah membangkitkan kepulangan beliau justeru tindakan undang-undang oleh kerajaan Arab Saudi membatalkan penerbangannya atas sebab-sebab teknikal. Akun FB dan IG juga didakwa telah dihalangi dari menyiarkan postingan berkaitan beliau.
Di samping itu, forum-forum membincangkannya diawasi dan diperhatikan agar tidak membabitkan isu ini. Antara yang pernah dibatalkan penyiarannya secara tiba-tiba ialah seperti rancangan tv populer iaitu Indonesia Lawyers Club(ILC) yang mencapai rating tontonan yang sangat tinggi. Forum yang dikemudikan oleh Karni Elias ini membincangkan isu-isu sensitif secara objektif dengan mengundang semua pihak yang terlibat berhadapan dan berdebat secara langsung di depan masyarakat.(*)
