SYARIAH
Al-Hadi, Allah Maha Pemberi Petunjuk kepada Siapa yang Dikehendakinya

AsSAJIDIN.COM — Fudhail Bin Iyadh, seorang sufi kenamaan masa thabi’it thabi’in. Dulunya adalah seorang penjahat yang sering menghadang orang orang di jalan.
Suatu ketika, dia terpikat seorang wanita cantik tak bersuami, dan suatu malam dia berusaha menyelinap ke rumah wanita tersebut.
Namun, ketika hendak memanjat tembok, Fudhail tertegun. Rupanya si wanita tengah membaca Al – Quran. Dia makin terhanyut tatkala mendengar wanita itu membaca ayat ke – 16 dari surat Al – Hadid.
“Belum datangkah waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tundukkan hati mereka guna mengingat Allah, serta tunduk kepada kebenaran yang telah turun kepada mereka. Dan janganlah mereka seperti orang-orang sebelumnya yang telah turun Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalu masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras, dan mayoritas mereka adalah orang-orang yang fasiq.”
Hati Fudhail pun bergetar. Ayat itu seakan-akan ditujukan kepadanya. Hatinya yang sekian lama dibaluri karatan dosa seakan terkuak.
Cahaya iman yang telah sekian lama padam, kini bersinar kembali. Saat itu ambruklah nafsu syahwatnya. Dia tertunduk lesu dan menangis.
Dia pun berkata, “Tentu saja wahai Rabb-ku. Sungguh telah tiba saatku untuk bertobat.”
Fudhail kemudian turun ke reruntuhan bangunan tempat di mana dia tinggal.
Tiba-tiba saja sekelompok orang lewat.
Sebagian mereka berkata, “Kita jalan terus sampai pagi, karena biasanya Fudhail menghadang kita di jalan ini.”
Fudhail menceritakan, “Kemudian aku merenung dan bergumam. Aku menjalani kemaksiatan-kemaksiatan di malam hari dan sebagian dari kaum muslimin ketakutan kepadaku, dan tidaklah Allah menggiringku kepada mereka ini melainkan agar aku bertaubat kepada-Mu dan aku jadikan tobat itu dengan tinggal di Baitul Haram.”
Ya, sejak peristiwa itu kelakuan Fudhail berubah 180 derajat.
Dia Larut dalam ibadah dan mencari ilmu, sampai akhirnya menjadi seorang sufi agung pada zamannya.
Masya Allah…
Kisah di atas mengajarkan kita bahwa ALLAH AL-HADI-lah yang maha memberi petunjuk.
Sepercik hidayah dari Allah Ta’ala akan dapat mengubah jalan hidup seorang hamba secara keseluruhan.
ALLAH AL-HADI
Allah Maha Pemberi Petunjuk
Yakinlah dan memohonlah, hendaknya kita senantiasa meminta petunjuk dan hidayah Allah,
setiap saat,
setiap memutuskan sesuatu,
setiap menghadapi masalah.
ALLAH AL-HADI : YANG MAHA MEMBERI PETUNJUK. (*/sumber: tulisan KH Abdullah Gymnastiar)
