TVRI Sebagai Metode Belajar- Mengajar Selama Pandemi, Maksimalkah ?
Oleh : Ustadz Firman, Guru SDIT Al Furqon Palembang

AsSajidin.com — Memasuki tahun ajaran baru 2020-2021 belajar di rumah masih menjadi pilihan dalam proses pembelajaran selama pendemi Covid 19 yang tergolong masihsangat tinggi.Oleh karena itu, banyak system pembelajaran bagi siswa dilakukan secara daring. Mulai dari aplikasi video call, live streaming, dan virtual meeting maupun menyimak beberap konten program televisi khususnya salah satu program Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Televisi Republik Indonesia (TVRI).
Diakui atau tidak peran LPP TVRI dalam penerapan system belajar selama pandemi menjadi salah satu program pembelajaran bagi siswa di akhir semester 2 tahun ajaran 2019-2020 masih begitu banyak kendala. Baik yang dialami sekolah dalam pelaksanaannya, apalagi pemerintah yang tidak menentukan secara detail metode apa yang dipakai. Pemerintah dalam hal ini diknas pendidikan masih menyerahkan kesekolah masing-masing untuk menentukan teknis pelajaran dirumah, mulai dari matode sampai ke media yang dipakai.

Ada beberapa cara yang dipakai oleh sekolah untuk melaksanakan pembelajaran dirumah mengalami banyak kendala diantaranya, melalui aplikasi media berbasis data internet, mulai dari ketersiadaan perangkat yang dimiliki siswa dan guru,sinyal yang tidak merata disetiap daerah sampai dengan kemampuan siswa dan guru dalam menggunakan aplikasi tersebut masih kurang.
Untuk mengatasi itu sebenarnya TVRI sebagai media televisi milik pemerintah bisa dimanfaat secara maksimal untuk pelaksanaan proses pembelajaran di rumah. Karena selama ini penggunaan telivisi sebagai media belajar dirasa belum maksimal karena hanya melalui TVRI nasional bukan TVRI daerah masing-masing. Sebab pembelajaran disetiap daerah memiliki kekhasan sendiri, misalkan pelajaran berbasis tema dan muatan lokal berbeda.Karena TVRI memiliki jangkauan yang luas dan tidak membutuhkan paket data internet.
Untuk diketahui, TVRI memiliki stasiun cabang disetiap provinsi sehingga proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing. Selain itu diknas pendidikan bisa mengatur jadwal pembelajaran yang diinginkan disetiap jenjangnya, yaitu dalam satu pekan atau 6 hari efektif setiap jenjang 2 hari.
Dalam 2 hari itu, misalkan jenjang SD dijadwalkan pada hari senin dan rabu, dengan durasi setiap level (kelas 1, 2,3, 4,5 dan 6) dibagi waktunya menjadi beberapa jam dari pagi sampai sore.
Diknas pendidikan juga bisa mengirimkan guru terbaik yang sudah terseleksi (guru yang berprestasi disetiap jenjangnya) untuk mengajar secara live ataupun sudah direkam lebih dahulu. Pembelajaran akan lebih tepat sasaran jika dilaksanakan sesuai dengan keadaan daerah dan jenjangnya. Dengan demikian juga diknas pendidikan akan lebih mudah menyamakan dalam menyusun kalender pendidikan yang efektif di daerahnya masing-masing. Dan tentunya harapan kita TVRI dan dinas pendidikan bisa berkolaborasi dalam mencapai tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Editor : Jemmy Saputera
