INTERNATIONAL

Sisi Lain di India, Perdamaian itu Ada di Diri Bajinder Singh

ASSAJIDIN.COM — Di tengah permusuhan yang tumbuh terhadap Muslim di India, kisah Sardar Bajinder Singh sebagai sukarelawan penjaga Masjid Khairuddin menyuguhkan gambaran berbeda tentang hubungan non-Muslim dan Muslim di negara itu. Singh menjadi penjaga Masjid Jami Khairuddin yang berada di jantung kota Amritsar yang berjarak 29 kilometer dari perbatasan Wagah yang membelah antara India dan Pakistan.

Perjalanan Singh sebagai sukarelawan penjaga Masjid Khairuddin dimulai empat dekade lalu. Singh adalah pedagang sayur yang telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di dekat Masjid Khairuddin yang berdiri sejak abad ke-18 itu. Saban harinya, selain berjualan di dekat masjid, Singh selalu membantu umat Muslim yang datang ke masjid.
“Saya bersemangat membantu saudara-saudara Muslim di tempat ibadah mereka,” kata Singh yang sudah berusia 62 tahun seperti dilansir¬†The Express Tribune, Jumat (19/6).

Lihat Juga :  Hafidzhah Asal Indonesia Jadi Guru Ngaji Putri Imam Masjidil Haram

Dedikasinya menjaga Masjid Khairuddin tak perlu dipertanyakan lagi. Bahkan ia hampir tak pernah meninggalkan kota. Bila ada alasan tertentu yang membuatnya harus pergi keluar kota meninggalkan masjid, ia akan memastikan putranya mengemban tanggung jawabnya mengurus Masjid Khairuddin.

“Saya tak bisa membayangkan terlalu lama menjauh dari masjid,” kata Singh.

Menjaga masjid telah menjadi bagian hidupnya sejak 1980-an. Selama di masjid, Singh memastikan jamaah merasa nyaman.

“Saya telah mendedikasikan sebagian hidup saya untuk layanan ini. Saya merawat sepatu mereka (jamaah) saat mereka sedang beribadah di dalam masjid,” kata Singh.

Bagi Singh tak ada hari berlalu tanpa mengunjungi masjid. Hingga Muslim di sana menamainya Bhaji yang berarti saudara. Bila Singh tak bisa mengunjungi masjid, putra-putranya datang menggantikannya.

“Putra-putra saya, Baldev Singh dan Varinder Singh menggantikan saya jika saya berada di luar kota atau tidak bisa berada disana saat sholat Jumat,” katanya.

Lihat Juga :  200 Universitas di India Siap Beri Beasiswa Warga Palembang

Pada Jumat, Singh akan memilih menutup toko sayurnya sehingga ia bisa berada di masjid mempersiapkan segala sesuatunya menyambut jamaah. Singh melakukan itu semua tanpa berharap apa pun. Sebagai non-Muslim, Singh mengaku menemukan kedamaian saat melayani saudara-saudara Muslim.

“Saya tak minta apa pun. Sebagai gantinya jamaah menawarkan kebaikan dan cinta untuk saya,” kata Singh.

Singh bukan satu-satunya non Muslim yang menjadi penjaga dan pelayanan masjid Khairuddin. Ajay Kumar Mahajan yang juga seorang penjaga toko di seberang masjid juga bertanggung jawab sebagai keamanan Masjid Khairuddin. Saya memastikan masjid aman dan terlindungi dari pukul 09.00 sampai 21.00 setiap harinya,” kata Mahajan. (*)

Tags
Close
Close