13 Nasihat Buya Hamka dalam Menjalani Hidup di Dunia

ASSAJIDIN.COM — Prof Dr Hamka, populer dengan nama penanya Hamka (bahasa Arab: عبد الملك كريم أمر الله; lahir di Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, 17 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981 pada umur 73 tahun) adalah seorang ulama dan sastrawan Indonesia.
Ia berkarier sebagai wartawan, penulis, dan pengajar. Ia terjun dalam politik melalui Masyumi sampai partai tersebut dibubarkan, menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama, dan aktif dalam Muhammadiyah hingga akhir hayatnya. Universitas al-Azhar dan Universitas Nasional Malaysia menganugerahkannya gelar doktor kehormatan, sementara Universitas Moestopo, Jakarta mengukuhkan Hamka sebagai guru besar. Namanya disematkan untuk Universitas Hamka milik Muhammadiyah dan masuk dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia.
Sebagai ulama sekaligus sastrwan banyak pesan dan petuah indah yang disampaikannya. Berikut beberapa diantaranya semoga dapat diambil hikmahnya.
1.Jika Kita Memelihara Kebencian/Dendam, maka
seluruh ‘Waktu & Pikiran’ yg kita miliki akan habis begitu saja & kita tidak akan pernah menjadi ‘Orang yang Produktif’.
2. Kekurangan Orang Lain adalah Ladang Pahala’ bagi kita untuk:
» Memaafkannya,
» Mendoakannya,
» Memperbaikinya, dan
» Menjaga Aib-nya.
3. Bukan Gelar, Jabatan dan kekayaan yg menjadikan ‘Orang Menjadi Mulia’, Jika kualitas pribadi kita buruk, semua itu hanyalah ‘Topeng Tanpa Wajah’.
4. Ciri Seseorang (Pemimpin ) itu “Baik” akan Tampak dari:
» Kematangan Pribadi,
» Buah Karya,
» serta Integrasi antara ‘Kata & Perbuatan’-nya.
5. Jika Kita Belum bisa membagikan Harta atau membagikan Kekayaan, maka Bagikanlah ‘Contoh Kebaikan’ karena Hal itu akan ‘Menjadi Tauladan’.
6. Jangan Pernah Menyuruh Orang lain utk Berbuat Baik, Sebelum Menyuruh Diri Sendiri’,
Awali segala sesuatunya untuk kebaikan dari Diri Kita Sendiri.
7. Pastikan Kita sudah melakukan yg terbaik & ‘Beramal’ hari ini, Baik dengan:
» Materi,
» dengan Ilmu,
» dengan Tenaga,
» atau Minimal dgn
‘Senyuman yg Tulus’…
8. Para Pembohong akan
‘Dipenjara oleh Kebohongannya’ sendiri.
Orang yg Jujur akan
‘Menikmati Kemerdekaan’ dalam Hidupnya.
9. Bila Memiliki ‘Banyak Harta’, maka Kita lah yg akan ‘Menjaga Harta’.
Namun Jika Kita Memiliki ‘Banyak Ilmu’, maka Ilmu lah yg akan ‘Menjaga Kita’.
10. Bila ‘Hati Kita Bersih’,*
Tak ada Waktu untuk:
» Berpikir Licik,
» Curang,
» atau Dengki,
sekalipun terhadap Orang lain.
11. Bekerja Keras adalah ‘Bagian Dari Fisik’,* Bekerja Cerdas merupakan ‘Bagian dari Otak’, sedangkan Bekerja Ikhlas adalah
‘Bagian dari Hati’.
12. Jadikanlah setiap ‘Kritik’* bahkan ‘Penghinaan’ yg Kita Terima sebagai ‘Jalan Untuk Memperbaiki Diri’.
13. Kita tidak pernah tahu Kapan ‘Kematian’ akan ‘Menjemput Kita’, tapi yg Kita Tahu adalah kematian itu pasti datang & seberapa Banyak Bekal rohani yang Kita miliki untuk Menghadapinya . (*/Sumber:wikipedia/anonim)
