MOZAIK ISLAM

No Bukber di Luar, Zakat pun Lebih Baik Transfer Bank Saja

Ramadhan yang Berbeda Semoga Ada Hikmahnya

AsSAJIDIN.COM — Kementerian Agama baru saja mengeluarkan panduan melaksanakan ibadah Ramadhan selama masih mewabah Covid-19. Isi edaran Kemenag juga mengatur bagaimana sebaiknya melaksanakan ibadah selama bulan Puasa ini.
si edaran tersebut adalah terkait kewajiban umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan baik berdasarkan ketentuan fikih ibadah. Namun, tetap memperhatikan protokol kesehatan terkait pandemik wabah Covid-19 serta menghindari aktifitas pengumpulan massa atau jamaah.

“Sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti, tidak perlu sahur on the road atau buka puasa bersama. Salat Tarawih juga dilakukan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah. Pun dengan tadarus Quran, dilakukan di rumah masing-masing berdasarkan perintah Rasulullah SAW untuk menyinari rumah dengan tilawah Quran,” terang Kakanwil Kemenag Sumsel HM Fajri.

Lihat Juga :  Rukyatul Hilal 1 Ramadhan akan Digelar 23 April

“Buka puasa bersama baik dilaksanakan di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun musala ditiadakan. Demikian juga dengan peringatan Nuzulul Quran dalam bentuk tablig dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar, baik di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun musala,” imbuhnya.

Beragam tanggapan dan komentar warga terhadap panduan ini. Sebagian besar merasa Ramadhan ini jauh berbeda dengan Ramadhan sebelum-sebelumnya. “Sedih oi, sepertinya Ramadhan tahun ini sepi. Dak bisa shalat tarawih di masjid, bukber rame-rame di luar gak boleh. Gimana” kata Wendi, salah satu warga Palembang.
Hal yang sama diungkap Rusmi, seorang guru madrasah. “Banyak rencana sebenarnya, tapi Allah yang menentukan kondisi seperti ini. Semoga puasa ni, Corona segera hilang. Kita pengen ibadah bisa ke masjid, bisa silaturahmi dengan sanak saudara,” ujarnya haru. (*)

Tags
Close