SYARIAH

Denda Jima’ Saat Puasa Ramadhan, Ditanggung oleh Siapa? 

AsSAJIDIN.COM — Permasalahan yang banyak ditanyakan saat Ramadhan adalah jima’ di siang hari Ramadhan sedangkan mereka sedang puasa.

Sebagaimana diketahui bahwa denda bagi orang yang melanggar hal ini maka mereka hendaknya:

▪️Puasa dua bulan berturut-turut
▪️Memerdekakan budak
▪️Memberi makan enam puluh fakir miskin

Bila hal ini terjadi, maka bagi siapa kafarat (denda atau hukumannya)?

Ditanyakan kepada Syaikh Abdurrahman bin Jibrin rahimahullahu ta’ala,

Suami istri berhubungan badan ketika berpuasa Ramadhan, apakah cukup satu kafarat atau masing-masing?

Beliau rahimahullahu ta’ala menjawab:

“Cukup satu kafarat saja (yakni bila inisiatif dari suami). Namun, bila istri juga (insiatif dari istri), maka juga wajib kafarat seperti suaminya (keduanya).

Lihat Juga :  Insya Allah Stok Pangan Terjaga Selama Ramadhan

Tetapi bila sekadar dipaksa (suami), maka batal puasanya dan ia cukup mengganti puasa itu (di hari yang lain).

(Fatawa Syiam li Ibni Jibrin /67). (*/sumber cahayasunnah/Ustadz Abu Abd Rahman bin Muhammad Suud Al Atsary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button