Uncategorized

One Day One Hadist : Ganjaran Pahala Bagi yang Sabar dan Taat di Dalam Rumah Saat Wabah Penyakit

ASSAJIDIN.COM — Wabah Corona, Sabar di Rumah Dapat Pahala Syahid, Walaupun Tidak Sakit.  Kesimpulan ini bisa kita tarik dari salah satu hadist nabi sbb:

عَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا-، أَنَّهَا قَالَتْ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الطَّاعُونِ، فَأَخْبَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، فَلَيْسَ مِنْ رَجُلٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ، فَيَمْكُثُ فِي بَيْتِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ، إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ . (رواه البخاري و النسائي واحمد)

Artinya :
_Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwasanya dia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang wabah (tha’un), maka Rasulullah ﷺ mengabarkan kepadaku: “Bahwasannya wabah (tha’un) itu adalah adzab yang Allah kirim kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah jadikan sebagai rahmat bagi orang-orang beriman. Tidaklah seseorang yang ketika terjadi wabah (tha’un) dia tinggal di rumahnya, bersabar dan berharap pahala (di sisi Allah) dia yakin bahwasanya tidak akan menimpanya kecuali apa yang ditetapkan Allah untuknya, maka dia akan mendapatkan seperti pahala syahid”.

(Sanad hadis ini shahih berdasarkan syarat Imam Bukhari, diriwayatkan oleh Bukhari, 3474; An-Nasa’i di dalam as-Sunan al-Kubra, 7527; dan Ahmad, 26139, lafadz hadits ini riwayat Ahmad)

Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas :

1. Indonesia saat ini sedang menghadapi wabah Corona (Covid-19). Ratusan yang positif dan sudah puluhan yang meninggal. Penyebaran dan penularannya dikhawatirkan akan sangat cepat jika interaksi langsung manusia terjadi.
Stay at home adalah salah satu cara efektif mengurangi penyebaran dan penularan Covid-19. Terdapat ulasan tentang keutamaan _stay at home_ saat terjadi wabah Thaun semacam Covid-19 ini, bahwa siapa yang bersabar tinggal di rumahnya saat kondisi terjadi wabah maka ia mendapatkan pahala syahid. Ini berlaku baik ia sakit atau tidak. Bahkan pahala besar ini akan didapatkan walau ia tidak wafat karenanya.

2. Bahkan bagi setiap orang yang beriman, wabah penyakit yang merebak di masyarakat merupakan bentuk rahmat dari Allah, sehingga ketika ia bersabar di rumah dan ikhlas menerima ketetapan Allah tersebut, maka ia memperoleh pahala mati syahid sekalipun ia tidak meninggal dunia.

3. Salah satu jihad kaum muslimin -secara umum- di tengah musim wabah Corona ini adalah tetap tinggal di rumah, walau dirinya tidak sakit. Tujuannya, salah satunya, agar wabah tidak semakin menyebar, dirinya tidak tertular dan tidak menularkan ke yang lain.

4. Anjuran untuk _work from home_ (WFH) selama masa darurat bencana wabah virus Corona (Covid-19) sebaiknya dilakukan secara benar dan bertanggung jawab. Pasalnya, bagi setiap Mukmin, WFH merupakan ikhtiar untuk meraih manfaat dan tidak menjadi pelaku mafsadat (kerusakan).

Lihat Juga :  Cara Alami Mengatasi Bibir Gelap Kembali Merona

5. Salah satu tujuan disyariatkannya agama Islam adalah untuk melindungi jiwa manusia. Oleh karena itu kita tidak diperkenankan oleh Tuhan mencampakkan dan membiarkan diri kita jatuh ke lembah kebinasaan. Kita harus berusaha dan berjuang untuk membuat diri kita selamat, tidak mati dan tidak sakit.

6. Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan, konsekuensi manthuq (makna eksplisit) hadits di atas adalah, orang yang memiliki sifat yang disebut pada hadits tersebut akan mendapatkan pahala syahid walaupun tidak meninggal dunia. (Fathul Bari: 10:194).

7. Dalam Islam ada istilah yang dikenal dengan nama mati syahid. Istilah itu menggambarkan keadaan seseorang yang mati dalam menegakkan agama Allah SWT. Dalam sebuah hadits Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَا تَعُدُّونَ الشَّهِيدَ فِيكُمْ؟ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللّٰهِ، مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللّٰهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، قَالَ: إِنَّ شُهَدَاءَ أُمَّتِي إِذًا لَقَلِيلٌ، قَالُوا: فَمَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللّٰهِ؟ قَالَ: مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللّٰهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللّٰهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الطَّاعُونِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ. (رواه مسلم)

_Dari Abu Hurairah ra., beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: “Apa yang dimaksud orang yang mati syahid di antara kalian?” Para sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, orang yang meninggal di jalan Allah itulah orang yang mati syahid.” Beliau ﷺ bersabda: “Kalau begitu, sedikit sekali jumlah umatku yang mati syahid.” Para sahabat berkata, “Lantas siapakah mereka wahai Rasulullah?” Beliau ﷺ bersabda: “Barangsiapa terbunuh di jalan Allah maka dialah syahid, dan siapa yang mati di jalan Allah juga syahid, siapa yang mati karena penyakit kolera juga syahid, siapa yang mati karena sakit perut juga syahid.”_ (HR. Muslim)

8. Para fuqoha’ di antaranya Syekh Nawawi al-Bantani dan Syekh Wahbah Zuhaili menyebut ada tiga jenis mati syahid:

1) Mati syahid di dunia, namun bukan di akhirat. Artinya, seseorang mati di medan perang untuk mendapatkan dunia bukan untuk menegakkan agama Allah SWT.
2) Mati syahid yang tidak dihitung di dunia tetapi di akhirat. Keadaan ini dicontohkan dengan mati karena tenggelam, ketiban benda yang rubuh, dan mati karena kecelakaan (tertabrak). Selain itu, orang yang meninggal karena penyakit di perut, terbakar, ketika melahirkan, berada jauh dari tempat tinggal, dan karena semacam penyakit paru-paru.
3) Mati syahid di dunia maupun di akhirat. Artinya, orang yang melakukan ini mati di medan perang dengan niat bersungguh-sungguh menegakkan agama Allah SWT.

Lihat Juga :  Setelah Mandi Junub, tak Perlu Lagi Wudhu untuk Sholat?

9. Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Anwar Abbas menilai dan menegaskan bahwa masyarakat yang saat ini mau tinggal di rumah saat terjadi wabah virus Corona (Covid-19) maka mereka mendapat pahala syahid, meskipun dia tidak meninggal dunia. Haditsnya jelas, _”Barangsiapa yang tinggal di rumahnya ketika terjadi wabah, maka dia mendapatkan pahala syahid walaupun tidak meninggal dunia.”_
Selain itu, beliau juga mengimbau agar masyarakat tetap berdiam diri di rumah dan menjaga kesehatan.

10. Sementara itu, larangan Nabi ﷺ kepada umatnya untuk masuk ke lokasi terjadinya wabah dan berdiam di rumah memiliki sejumlah hikmah, diantaranya:

1) menjauhkan diri dari berbagai hal yang membahayakan,
2) mencari keselamatan yang merupakan materi kehidupan dunia dan akhirat,
3) agar tidak menghirup udara yang dicemari oleh bau busuk dan kotoran sehingga mereka sakit,
4) agar mereka tidak berdekatan dengan orang-orang sakit yang bisa menyebabkan mereka sakit sebagaimana yang diderita orang-orang tersebut, dan
5) menjaga jiwa dari kemungkinan buruk dan penularan penyakit.

11. Semoga negeri kita Indonesia tercinta ini segera dipulihkan kembali dan diselamatkan oleh Allah SWT. dari segala wabah dan musibah. Aaamiin…

Tema hadits yang berkaitan dengan ayat Al-Qur’an :

1. Kita tidak diperkenankan oleh Tuhan mencampakkan dan membiarkan diri kita jatuh ke lembah kebinasaan. Menghindarkan diri dari kemudaratan untuk menyelamatkan jiwa dari bahaya virus Corona merupakan bagian dari inti ajaran Islam dalam _maqashid syari’ah,_ yaitu menjaga/menyelamatkan jiwa _(hifz al-Nafs)_;

… وَلَا تُلْقُوْا بِاَ يْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَاَ حْسِنُوْا ۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ ۞

dan janganlah kamu jatuhkan (dirimu sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”_ (QS. Al-Baqarah 2: 195)

2. Keistimewaan mati syahid dalam agama Islam akan mendapatkan pahala yang besar;

فَلْيُقَاتِلْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ الَّذِيْنَ يَشْرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا بِالْاٰخِرَةِ ۗ وَمَنْ يُّقَاتِلْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَيُقْتَلْ اَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا ۞

“Karena itu, hendaklah orang-orang yang menjual kehidupan dunia untuk (kehidupan) akhirat berperang di jalan Allah. Dan barangsiapa berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka akan Kami berikan pahala yang besar kepadanya.”_ (QS. An-Nisa’ : 74)

وَاللّٰهُ أَعلَمُ بِالصَّوَابِ…

Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dimudahkan untuk beramal sholeh. Hanya Allah-lah yang memberi taufik dan hidayah. (*/SUMBER: RUMAYSHO.COM)

Close