KH Said Aqil Siradj Minta Warga NU Berkontribusi untuk Bangsa dan Agama

AsSAJIDIN.COM — Pembentukan ranting hingga anak ranting Nadhatul Ulama (NU) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan dituntaskan selama 3 bulan.
Hal ini diungkapkan Ketua Pengurus Wilayah Nadhatul Ulama (PWNU) Provinsi Sumsel, KH Amirudin Nahrawi saat diwawancarai seusai acara pelantikan PWNU Provinsi Sumsel Masa Khidmad Tahun 2020-2025 di Auditorium Kampus Indo Global Mandiri (IGM), Kemarin.
Pelantikan Pengurus PWNU Provinsi Sumsel ini sendiri dilakukan atau dihadiri langsung Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof KH Said Aqil Siradj, Gubernur Sumsel, H Herman Deru dan Bupati/Wali Kota se-Sumsel.
Ketua PWNU Provinsi Sumsel, KH Amirudin Nahrawi atau sapaan akrabnya Cak Amir mengatakan, tugas ke depan yang akan dituntaskan pengurus PWNU Provinsi Sumsel yaitu menuntaskan pembentukan ranting hingga anak ranting NU Sumsel. “Dalam waktu tiga bulan pembentukan ini akan saya tuntaskan,” katanya.
Lanjutnya, dirinya mengucapkan terima kasih kepada segenap tamu yang menyempatkan hadir pada rangkaian Pengukuhan PWNU Provinsi Sumsel masa khidmad Tahun 2020-2025.
“Terima kasih kepada semua tamu undangan yang hadir, semoga PWNU Sumsel terus bersinergi dengan Pemerintah dan memberikan kontribusi kepada masyarakat,” ujar Cak Amir
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj mengungkapkan, semoga kepengurusan PWNU Sumsel masa khidmad 2020-2025 terus memberikan kontribusi positif untuk bangsa dan agama. “Saya ucapkan selamat kepada pengurus yang telah dikukuhkan, selamat bekerja dan mengabdi,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan, pengurus PWNU Sumsel segera menginventarisir anggota-anggota NU di Sumsel. “Buat kartu tanda anggota NU agar terindetifikasi, dan meminimalisir anggota NU yang KW,” katanya
.Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin (Muba), Dodi Reza yang juga Dewan Pembina GP Ansor Sumsel mengucapkan selamat atas pengukuhan pengurus PWNU Sumsel yang baru. “Keluarga besar saya mengalir darah NU, saya tidak bisa dipisahkan dengan NU. Saya ucapkan selamat kepada pengurus NU masa khidmad 2020-2025,” ujarnya.
Ditambahkannya, saat ini program Pemkab Muba juga fokus dengan pembinaan santri dan peningkatan mutu serta kualitas pondok-pondok pesantren di Muba. “Di Muba, kita juga menerapkan program santri jadi dokter dan mendirikan pondok pesantren yang biayanya gratis dikhususkan bagi anak-anak yatim piatu di Muba,” kata Dodi
Dodi mengungkapkan, pihaknya juga akan memfasilitasi pembangunan PCNU Muba yang modern. “Kita akan siapkan lahan untuk pembangunan PCNU Muba dan diharapkan dapat menjadi PCNU yang modern dan selalu bersinergi dengan Pemkab Muba. Sehingga PCNU Muba dapat turut andil berkontribusi menjaga zero konflik yang selama ini terlaksana dengan baik di Muba,” ungkapnya (*/sumber: sibernas/MN)
