KESEHATAN

Jangan Sampai Sakit Gigi, Bisa Picu Sakit Sistemik Lain

ASSAJIDIN.COM –Lebih baik sakit hati daripada sakit gigi. Itulah cuplikan syair yang selalu terucap jika seseorang sedang sakit gigi.

Ya..sakit gigi paling sering dialami masyarakat Indonesia. Teritama juga sering dialami anak kecil. Kenapa ya? Penyebabnya mungkin kesehatan gigi dianggap hal yang sepele. Selain itu kesehatan gigi sering dilupakan saat tidak sakit.. tapi kalau sedang sakit gigi..hmm bisa- bisa sampai nangis lho..

Berikut tips agar terbebas dari sakit gigi. Tentu dengan rutin membersihkan mulut dan gigi. Dokter gigi Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Jawa Timur Dwi Wahyu mengatakan, gigi goyang merupakan salah satu penyakit gigi yang sering dijumpai di masyarakat.

Penyakit itu dinamakan periodontitis. Penyakit periodontitis diawali dengan adanya gusi mudah berdarah, ada karang gigi namun tidak dibersihkan, kurang menjaga kebersihan mulut dan karena penyakit sistemik. Kebanyakan orang masih meremehkan sakit gigi maupun penyakit gusi (jaringan periodontal). Padahal, bisa jadi penyakit gigi dan jaringan periodontal yang muncul bisa menjadi pemicu atau merupakan ‘pintu masuk’ untuk penyakit sistemik.

Untuk itu, menjaga kesehatan gigi dan mulut secara maksimal selayaknya dilakukan oleh setiap individu. “Saya tak pernah lelah mengingatkan pentingnya perawatan gigi dan mulut,” kata dokter gigi spesialis periodonsia lulusan Universitas Airlangga itu kepada NU Online, Senin (13/1).

Lihat Juga :  Ustad Dhanu Makin Populer, Beri Tips Sembuh dari Penyakit dengan Aplikasikan Isi Alquran

Menurutnya, sering didapatkan diagnosa awal penyakit seperti kencing manis, leukemia, jantung maupun ginjal bisa dideteksi, salah satunya dengan memeriksa jaringan rongga mulut. Bahkan untuk ibu hamil disarankan melakukan perawatan gigi secara kontinyu agar si ibu dan janin lebih sehat dan tidak terjadi lahir prematur maupun berat badan bayi rendah. “Dengan adanya infeksi dan karang gigi di dalam rongga mulut pada ibu hamil, akan menyebabkan keradangan melanjut. maka bakteri di dalam rongga mulut bisa menyebar ke sistem pembuluh darah.

Bila hal ini sampai terjadi, dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan janin yang dikandung oleh si ibu,” ujar Dwi. Lebih lanjut dokter Dwi Wahyu menjelaskan, orang yang mempunyai riwayat hipertensi secara otomatis pasien akan minum obat anti hipertensi. Hal ini akan berpengaruh pada viscositas atyau kekentalan air ludah, mulut penderita terasa lebih kering, dan ini berpotensi akan mudah terjadi karies gigi dan karang gigi. “Jika itu terjadi,

Lihat Juga :  Dinkes Ingatkan Waspada Penyakit ISPA Selama Kemarau

dianjurkan untuk kontrol ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Apabila sudah didapatkan keluhan, kami sarankan untuk datang ke dokter gigi setempat agar bisa mendapatkan pelayanan pendahuluan,” ungkapnya. Dan apabila kelainan periodontal seperti gigi goyang, karang gigi, gusi mudah berdarah, gigi goyang atau patah karena kecelakaan maupun terjatuh, gusi mengalami pembesaran karena perawatan behel. “Juga gusi membesar karena perubahan hormon pubertas, gusi membesar karena minum obat anti hipertensi atau obat kencing manis, segera mendatangi dokter gigi spesialis periodonsia terdekat,” tegasnya. Dulu, orang beranggapan penyakit gigi masih jauh dari kematian.

Namun kenyataan saat ini justru kesehatan gigi dan mulut yang kurang baik bisa menjadi pemicu terjadinya penyakit lain seperti kencing manis, gangguan jantung, alergi dan lainnya. “Untuk itu jangan lupa selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut, membersihkan karang gigi setiap 6 bulan sekali, konsultasikan dan periksakan diri anda di Rumah Sakit Siti Hajar poli spesialis gigi periodonsia atau rumah sakit terdekat anda,” pungkas dokter yang selalu energik dan ramah ini. (*/Sumber: nu online)

Tags
Close