HAJI & UMROH

Kemenag Larang Perusahaan Marketplace Berangkatkan Jemaah Umroh

ASSAJIDIN.COM –Kementerian Agama menyoroti adanya sejumlah perusahaan marketplace yang menawarkan paket umrah. Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Arfi Hatim menegaskan bahwa marketplace tidak boleh berperan sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang dapat memberangkatkan jemaah umrah ataupun haji khusus.

Perusahaan marketplace tersebut hanya bisa menjadi jembatan atau tempat berjualan saja,” ujar Arfi saat menjadi pembicara dalam kegiatan ‘Jagong Masalah Haji dan Umrah’ di Makassar, belum lama ini.
Arfi menjelaskan, larangan itu diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Ia menyebut bahwa dalam Pasal 121, diatur bahwa setiap orang yang tanpa hak bertindak sebagai PIHK dengan mengumpulkan dan/atau memberangkatkan Jemaah Haji Khusus, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun atau pidana denda paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).

Lihat Juga :  SELAMAT DATANG di TANAH AIR, Duyufurraman, Jamaah Haji Indonesia, Semoga Menjadi Haji Mabrur

Selain itu, ada juga pasal 122 mengatur bahwa setiap orang yang tanpa hak bertindak sebagai PPIU dengan mengumpulkan dan/atau memberangkatkan Jemaah Umrah, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun atau pidana denda paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).

Meski demikian, Kementerian Agama tetap mendorong PPIU untuk memanfaatkan teknologi dalam tata kelola penyelenggaraan umrah dan haji khusus. Dalam memasarkan produk atau paket misalnya, PPIU bisa mengkombinasikan antara penjualan online dan offlinenya.

“Beberapa PPIU yang sudah punya aplikasi sendiri. Mereka yang tidak bisa memanfaatkan teknologi akan tergilas dalam persaingan,” pungkas Arfi. (*/
Sumber: Kemenag)

Tags
Close