ASSAJIDIN.COM — Baru-baru ini Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyebut betapa ngerinya dampak deflasi di Indonesia.
Menurut beliau, selama 5 bulan berturut-turut deflasi sudah terjadi di Indonesi.
Artinya harga-harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat mengalami penurunan.
Menurut pria yang akrab disapa Zulhas ini deflasi bisa memberikan dampak buruk bagi petani hingga pedagang pasar di Indonesia.
Hal itu terjadi karena harga beli produk yang menurun bisa membuat keuntungan petani dan pedagang turun.
Ujung-ujungnya, seperti dikutip Finance.detik.com, bila deflasi terjadi terus menerus bisa saja petani mengalami kebangkrutan dan para pedagang mengalami tutup toko.
Positif dan Negatif
Dari sudut pandang konsumen, sebenarnya ada dampak positif ketika terjadi deflasi, di antaranya:
– Harga produk atau jasa lebih terjangkau
– Mata uang negara jadi menguat
– Kesadaran menabung di tingkat masyarakat semakin meningkat
– Timbul konsep dan gaya hidup frugal living atau berhemat
Kendati demikian, dampak negatifnya justru lebih besar. Dampak negatif dari deflasi ini cukup berpengaruh terhadap kondisi perekonomian negara. Adapun dampak negatifnya, antara lain sebagai berikut :
– Pendapatan usaha dan bisnis, baik UMKM maupun perusahaan, menurun sebab harga jual produk dan jasanya menurun
– Pengusaha menerapkan kebijakan pengurangan produksi barang karena penurunan permintaan di pasar, namun dampaknya pengurangan tenaga kerja
– Terjadi gelombang PHK besar sehingga angka pengangguran meningkat
– Bagi pemilik usaha, potensi kerugian dalam bentuk cicilan kredit macet
– Potensi investor menarik modalnya saat melihat aktivitas jual beli bisnis tersebut merosot
– Pendapatan negara menurun karena pajak yang dibebankan kepada pengusaha atau masyarakat menurun
– Aktivitas perekonomian negara mengalami resesi
Cara Mengatasi
Mengutip Megasyariaah.co.id, berikut ini langkah preventif untuk mengatasi persoalan deflasi, di antaranya sebagai berikut.
– Kebijakan Moneter
Salah satu langkah utama yang dapat dilakukan untuk mengatasi deflasi adalah dengan melakukan pelonggaran kebijakan moneter, yang dilakukan oleh bank sentral, dalam kasus ini Bank Indonesia.
Tujuan kebijakannya supaya peredaran uang di masyarakat semakin meningkat. Biasanya kebijakan moneter politik diskonto yang akan dipilih.
Di mana bank sentral akan menurunkan suku bunganya supaya masyarakat tergerak untuk menarik tabungannya dari bank.
– Kebijakan Fiskal
Kemudian pemerintah mendukung langkah mitigasi deflasi dengan membuat kebijakan fiskal. Tujuannya untuk meminimalisir efek samping deflasi yang akan terjadi di negaranya.
Umumnya strategi yang diterapkan yakni strategi mengelola dan memperbarui pendapatan serta pengeluaran negara.
– Kebijakan Non Moneter
Untuk menyempurnakan strategi dua kebijakan tersebut, perlu juga kebijakan non moneter untuk mengatasi deflasi. Tujuan kebijakan non moneter untuk meningkatkan kesadaran masyarakat secara alami atas perekonomian negara.
Salah satu cara untuk meningkatkan daya beli masyarakat adalah dengan menaikkan upah minimum. Jika upah pekerja naik, mereka akan memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan.
Dengan meningkatnya konsumsi, permintaan barang dan jasa di pasar juga akan meningkat, sehingga mendorong perusahaan untuk memproduksi lebih banyak dan meningkatkan harga barang secara wajar.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk menghadapi deflasi, yaitu:
– Bijak dalam mengatur pengeluaran dan buatlah daftar prioritas barang atau jasa yang benar-benar dibutuhkan, lalu alokasikan anggaran untuk pembelian tersebut.
– Tetap melakukan pembelian sesuai kebutuhan dan menghindari perilaku menunda tanpa alasan jelas. Dukung usaha kecil dan menengah (UKM) yang akan membantu menjaga lapangan pekerjaan dan mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal.
– Salah satu dampak dari deflasi adalah meningkatnya pengangguran sehingga mulailah mengembangkan keterampilan baru atau meningkatkan keahlian yang sudah agar tidak tertinggal.
– Mencari alternatif atau tambahan penghasilan seperti bisnis sampingan, pekerjaan freelance, atau investasi yang aman dapat membantu memperkuat kondisi keuangan selama masa deflasi.
– Memiliki cadangan dana darurat minimal 3-6 bulan pengeluaran bulanan yang akan membantu dalam menghadapi situasi darurat seperti kehilangan pekerjaan atau kebutuhan mendesak lainnya.
– Kelola utang dengan hati-hati dan tidak menambah beban utang yang tidak perlu. Beberapa langkah yang bisa diambil.
1. Lakukan investasi dengan lebih aman dan stabil selama masa deflasi seperti deposito berjangka dan obligasi.
2. Tetap optimis dan mempersiapkan diri dengan baik. Dengan menghadapi deflasi secara bijak, Anda dapat bertahan dalam kondisi ekonomi yang sulit dan siap memanfaatkan peluang ketika ekonomi mulai pulih.
Zakat dan Sadaqah
Melansir PondokSyarifuddin.com, ini solusi yang ditawarkanPakar Ekonomi Islam Dr. Abdul Wadud Nafis, LC., MEI.
– Zakat dan Sadaqah
Pengumpulan dan distribusi zakat serta infak dan sadaqah dapat menjadi instrumen penting untuk mengalirkan dana kepada masyarakat yang membutuhkan, sehingga meningkatkan daya beli dan mendorong permintaan agregat.
– Prinsip Keadilan dalam Distribusi Kekayaan
Ekonomi Islam menekankan distribusi kekayaan yang adil melalui instrumen seperti zakat, warisan, dan larangan riba. Ini bertujuan untuk mencegah konsentrasi kekayaan di tangan segelintir orang yang dapat memicu ketimpangan ekonomi dan menurunkan permintaan.
– Pengelolaan Kebijakan Moneter yang Syariah
Kebijakan moneter yang sesuai syariah, seperti mendorong pembiayaan berbasis bagi hasil dan melarang riba, dapat membantu menjaga stabilitas keuangan dan mencegah ketidakseimbangan likuiditas yang memicu deflasi.
– Investasi Produktif dan Waqf
Ekonomi Islam mendorong penggunaan waqf (wakaf) sebagai instrumen untuk membiayai proyek-proyek produktif yang dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan produksi.
Investasi produktif berbasis waqf juga dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
– Etika Konsumsi dan Produksi
Islam menganjurkan konsumsi yang seimbang dan adil, sehingga dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga aliran konsumsi yang stabil, dapat mencegah penurunan permintaan yang drastis.
