Uncategorized

Perlu Libatkan Pondok Pesantren untuk Majukan Ekonomi Syariah

Target 2024 Ekonomi Syariah Kuasai Perekonomian Indonesia

AsSAJIDIN.COM — Demografi penduduk Indonesia termasuk Sumatera Selatan (Sumsel) yang mayoritas beragama Islam, dinilai Bank Indonesia menjadi peluang untuk pengembangan ekonomi syariah. Salah satu upayanya melibatkan pondok pesantren (Ponpes) dan industri halal.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan, banyaknya lontok pesantren di Sumatera yang mencapai 2.809, peranan pesantren di berbagai aspek kehidupan bangsa diperkirakan akan semakin strategis, termasuk dalam bidang perekonomian dan keuangan syariah.

Dody mengatakan, Bank Indonesia melakukan kerjasama baru dengan 250 pesantren dari 28 ribu pesantren di Indonesia. Kerjasama tersebut dalam bentuk dukungan, memperkenalkan dan pendampingan bagaimana pesantren memiliki salah satu unit kegiatan mandiri dan menuju skala usaha besar.

“Salah satunya pengolahan air minum, pertanian, perkebunan dan lainnya. Pesantren bisa menyediakan kebutuhan sendiri bahkan mencukupi bagi masyarakat sekitarnya,” katanya saat Seminar Peningkatan Pesantren dan Industri Halal dalam Pengembangan Ekonomi Syariah, di Hotel Arista, belum lama ini.

Lihat Juga :  Tahun Depan, Insyaallah Masterplan Ekonomi Syariah Sudah Diterapkan

Disamping itu juga potensi pengembangan ekonomi syariah berasal dari industri halal. Di Indonesia sendiri dengan demografi penduduk mayoritas beragama Islam, Indonesia merupakan salah satu target pasar terbesar bagi industri halal global. Besarnya peluang pengembangan industri halal ini sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk mengebangkan ekonomi syariah.

“Saat ini Indonesia masuk dalam sepuluh besar negara dengan pengeluaran terbesar di setiap kategori industri halal.

Sayangnya kita masih menjadi konsumen, bahkan menjadi penonton di negeri sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, industri halal harus bisa kerjasama dengan pesantren. BI akan menggandeng penggiat syariah di tanah air agar ekonomi untuk naik kelas. “Menjadi rumah di negeri sendiri melalui keuangan ekonomi syariah, kita targetkan dalam tahun 2024 – 2025 ekonomi syariah mengusai separuh dari konvensional,” katanya.

Lihat Juga :  FORPESS Minta Tim Khusus dari Polda Sumsel untuk Mengawasi Pondok Pesantren

Sementara itu, dalam seminar yang dimoderatori oleh Dekan Fakultas Ekonomi Syariah UIN Raden Fatah Palembang, Qodariah Barkah, ditujukan agar audience dapat meningkatkan pemahaman mengenai dasar fiqh pengembangan ekonomi syariah, meningkatkan pemahaman mengenai kesadaran mengenai pentingnya peran pesantren dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi umat dan meningkatkan kedasaran mengenai besarnya potensi industri halal dalam pengembangan ekonomi syariah. (*)

Penulis : Pitria

Back to top button