PENDIDIKAN

Sempat Ditentang Ibunda, Rey Buktikan dengan Prestasi

Raih 7 Piala Badminton dalam 2 Tahun

 

ASSAJIDIN.COM – Mengawali latihan perdana pada 10 Januari 2018 di Anugrah Padang Selasa (APS) Bukit Besar Palembang, Ronaldy Dwi Salfaritzy anak dari pasangan Saipul SE MM dan ibunya Mawarni SKM, bocah berusia 11 tahun yang bersekolah di Sekolah Dasar (SD) Negeri 26 Palembang ini berhasil meraih juara 2 Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SD tingkat Provinsi Sumatera Selatan 2019 pada belum lama ini.

Bocah yang kerap disapa Rey, saat ditemui di kediamannya di daerah Pakjo Palembang mengaku sangat menyukai olahraga Badminton karena terinspirasi dengan salah satu atlet badminton Nasional Anthony Sinisuka Ginting yang menempati posisi 8 peringkat dunia saat ini.

“Saya suka badminton karena sangat mengasyikan, terutama ketika melihat kak Ginting tampil di televisi. Itu sangat memotivasi saya sehingga saya ingin menjadi seperti kak Ginting,” kata Rey saat ditemui Rabu, (24/7).

Terhitung sudah 1 tahun 7 bulan Rey menekuni dunia olahraga badminton, dan berhasil mendapat tujuh piala serta medali dalam berbagai tingkatan perlombaan. “Hal yang paling sulit dalam badminton adalah pada saat perlombaan, karena Rey harus mengenal karakter lawan, baik itu kelebihan maupun kelemahan si lawan tersebut,” ujarnya.

Lihat Juga :  Mahasiswa UTP Ukir Prestasi di Ajang Bujang Kampus Sumsel

Tujuh piala dan medali yang berhasil diraih Rey antara lain juara 1 O2SN Tingkat Kecamatan 2018, juara 2 Palembang Cup 1 2018 PBSI Kota Palembang, juara 2 Bukit Asam 2018, juara 3 Turnamen Komunitas Bulu Tangkis 2019, juara 1 O2SN Tingkat Kecamatan 2019, juara 1 O2SN Tingkat Kota Palembang 2019, juara 2 O2SN Tingkat Provinsi Sumsel 2019.

Sementara itu, Saipul SE MM yang merupakan ayah dari Rey mengaku bahwa dirinyalah yang memperkenalkan olahraga badminton kepada Rey dengan alasan tertentu. “Saya pertama kali mengajak Rey ke tempat latihan badminton pada saat saya masih bertugas di OKU Timur, dan setelah satu bulan latihan sebanyak tiga kali dalam seminggu, lalu muncullah niat dalam dirinya untuk terus latihan badminton ini secara rutin setiap hari,” jelas Saipul.

Saipul juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap putranya tersebut, sebab untuk sampai pada tahap ini, keluarganya harus melalui proses yang panjang. “Niat saya awalnya hanya ingin mengalihkan pergaulan bebas di lingkungan sekitar Rey, agar dirinya punya kegiatan yanglebih positif dan bermanfaat.

Tetapi ada perdebatan antara saya dan ibunya, karena untuk latihan badminton itu harus membayar uang yang tidak sedikit,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Mawarni ibunya Rey awalnya kurang menyetujui keputusan suaminya untuk mengajak Rey latihan badminton. “Ketika mengikuti latihan badminton rutin setiap hari , tentunya kita harus membayar biaya latihan yang cukup mahal. Namun Rey dapat membuktikan kepada kami bahwa dirinya mampu, ini terbukti dengan prestasi yang Rey dapatkan, baru tiga bulan latihan putra saya sudah meraih juara 1 O2SN tingkat Kecamatan,” katanya bangga.

Lihat Juga :  Guru Minimal Harus Lulusan S-1

Saat ini, harapan Mawarni adalah Rey berhasil meraih 10 piala atau medali dalam waktu dua tahun latihan badminton. “Sekarang Rey duduk di kelas 6 SD, harapan saya diakhir pendidikan SD, dia mampu menambah 3 piala lagi. Sehingga harapan dapat 10 medali di tingkat SD bisa tercapai,” harapnya.

Dengan begitu banyak prestasi yang diraih Rey, Mawarni sebagai ibunya sangat bangga dan bersyukur karena pilihannya untuk mewujudkan keinginan Rey dalam berlatih badminton, bukanlah pilihan yang salah. “Saya tidak menyangka bahwa anak saya dapat berprestasi dibidang olahraga ini. Saya tidak menyesal menghabiskan dana untuk membiaya Rey latihan karena saya baru menyadari potensi anak saya dibidang olahraga ini. Dan kami akan terus mendampingi Rey baik itu setiap latihan maupun pertandingannya,” tutupnya.(*)

Penulis: tri jumartini

Back to top button