SUMSEL MAJU

Prihatin Perempuan Ingin Cantik Secara Instan, HD akan Keluarkan Pergub

 

PALEMBANG, ASSAJIDIN.COM – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menerima Kunjungan Tim Spesifik Komisi IX DPR RI, dalam rangka pengawasan peredaran kosmetik, obat traditional dan suplemen kesehatan di Kantor Balai Besar POM Provinsi Sumsel,  Selasa (19/3/2019).

Dalam kesempatan ini Gubernur Sumsel H Herman Deru berinisiatif akan mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub)  sebelum Rancangan Undang-Undang mengenai obat dan makanan diundangkan. Dalam Peraturan Gubernur tersebut nantinya akan memuat tugas dan fungsi dari masing-masing anggota atau tim yang terdiri dari BPOM, Dinas Kesehatan, Pol PP, serta kepolisan.

Menurutnya, dengan adanya Pergub tersebut  akan memberikan kekuatan untuk BPOM  untuk mengawasi juga menindak, dimana diyakini akan mampu melindungi masyarakat dari bahaya kosmetik dan makanan berbahaya untuk jangka panjang.

Lihat Juga :  Usia Baru Enam Tahun, Rumah Tahfidz Tumbuh Subur di PALI

“Masukan dari Saya tentang kosmetik ini juga didalam Rancangan Undang-Undang nantinya dimuat pula mengenai edukasi, agar mereka tidak harus cantik yang instan, Inikan dampaknya untuk masyarakat terutama kalangan wanita yang mau cantik secara instan,” katanya

Oleh sebab itu pula Herman Deru mengatakan, sangat pentingnya edukasi terhadap masyarakat. Tidak luput dari perhatiannya adalah makanan yang kadaluarsa, Ia menghimbau agar tanggal pada kemasan harus diperjelas dan dipertegas.

“Karena kadaluarsa menjadi  racun, tanggal kadaluarsa  dipertegas jangan malu-malu. Banyak kejadian dikemas lagi, ini termasuk dalam bagian dari cara kita untuk mengawasi,” tuturnya

Lebih jauh Deru menuturkan, tugas khusus BPOM terkait dengan makanan olahan dan alami yakni salah satunya dengan cara memberikan label BPOM disetiap toko seperti tokoh buah.

Lihat Juga :  HD Tandatangani MoU Satu Data Bersama BPS RI

Ia juga menghimbau agar BPOM Provinsi Sumsel gencar mensosialisasikan ke kabupaten/kota  untuk proaktif dalam pencegahan daripada mengobati daripada dampak kandungan kimia yang terdapat di makanan dan kosmetik.

“Ini semua menjadi bagian tanggung jawab BPOM untuk mengawasi, Saya kasihan melihat masyarakat, Karena masyarakat kota sangat awam yang kurang mengetahui apa-apa saja makanan dan kosmetik yang diperbolehkan untuk dimakan ataupun digunakan,” pungkasnya.(*/rilis humas pemprov Sumsel)

Tags

Berita Terkait

Close