Ikut Mencerdaskan Bangsa, RSI ArRasyid Buka Pusdiklat Bagi Mahasiswa

AsSajidin.com Palembang – “ Rumah Sakit hendaknya bukan sekedar menjadi tempat pusat pelayanan medis, akan tetapi bisa jauh lebih dari pada itu. Dan kami berkomitmen untuk mengembangkan lembaga ini menjadi wahana pendidikan yang dapat turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa,” tutur Bunda Nur Ariati Ketua Pusat Pendidikan Dan Latihan (Pusdiklat) RSI Ar Rasyid Palembang, Kamis (27/2/20).
Menurutnya, apa yang telah dilakukan RSI ArRasyid adalah bentuk kepekaan terhadap pentingnya nilai pendidikan bagi para mahasiswa dalam menjalankan praktek kerja lapangan, sehingga setelah mereka mengabdi di tengah-tengah masyarakat mereka sudah terbiasa.
“ Tapi jauh daripada itu, kami juga bisa mengevaluasi diri, apa yang kurang pada kita dapat dapat kita benahi bersama .Sehingga pusdiklat yang kita lakukan ini dapat membawa manfaat tidak hanya bagi mahasiswa,namun kita sebagai fasilitator juga mendapat manfaat seperti misalnya kita memberikan peluang bagi pihak rumah sakit untuk dapat turut serta melakukan pembimbingan dan ,” ujarnya seraya menyebut setidaknya terdapat 5 orang yang kita siapkan untuk membantu setidaknya 60 lebih mahasiswa magang baik dari Program Studi D3 Analisis Kesehatan STIKESMAS Abdi Nusa maupun STIK Bina Husada.
Kepada AsSajidin, Bunda Nur mengakui bahwa, pasca pusdiklat yang dimulai awal tahun 2020 lalu, kini banyak pihak yang ingin menjalin kerjasama terhadap RSI ArRasyid, terakhir diantaranya dari Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya, dan SMA IT Al Furqon.
“ Siap atau tidak, kita harus bisa menerima mahasiswa magang untuk menimba ilmu disini. Lagipula hal ini sangat positif, sebagai penilaian akreditasi kita nanti. Kami yakin bahwa, kesempatan seperti ini dapat memberikan pengenalan RSI ArRasyid ditengah-tengah masyarakat,oleh karena itu kami ingin memberikan yang terbaik, ” katanya.
Menyoal seberapa jauh RSI ArRAsyid membuka peluang bagi mahasiswa dalam menimba ilmu, Bunda Nur menjelaskan jika pihaknya sangat terbuka bagi Universitas manapun asalkan memiliki konsep dan tujuan yang jelas. Artinya, RSI ArRasyid memiliki pandangan dan harapan besar bagi para mahasiswa magang tersebut dapat benar-benar memiliki kemampuan tidak hanya sekedar ikut-ikutan dan pada akhirnya mereka sendiri tidak mendapatkan apa-apa.
“ Kita tidak ingin nantinya mahasiswa itu tidak berhasil mencapai tujuannya. Dan kami juga tidak ingin hanya menjadi tempat praktek namun tidak berhasil memberikan suntikan ilmu yang bermanfaat pada mereka, “ tuturnya.
Sementara itu, Direktur RSI Ar Rasyid KOL.CKM(P) dr. Toni Siguntang, Sp. THT – KL., MARS melalui Kabag Humas Rediansyah, mengatakan jika pihaknya menyambut baik puluhan mahasiswa Praktek Kerja Lapangan (PKL) dari dua kampus ternama di Palembang tersebut yakni, Program Studi D3 Analisis Kesehatan STIKESMAS Abdi Nusa dan STIK Bina Husada.
“ Kami hanya memfasilitasi saja. Kami berharap, apa yang kami berikan kepada mereka dapat bermanfaat nantinya. Tapi satu yang pasti, kami mengucapkan terimakasih atas kepercayaannya terhadap RSI Ar Rasyid. Bagi kami, berbagi ilmu pengetahuan, sekecil apapun bentuknya adalah suatu hal yang sangat melegakan, apalagi jika yang kita bagikan adalah ilmu. Ilmu tidak akan pernah hilang dari diri kita. Ilmu yang dibagikan justru akan menjadi ilmu yang berkah, seperti pohon yang berbuah,” ujarnya.
Bagi Redi dan RSI Ar Rasyid, berbagi ilmu tiada ruginya, bahkan membawa keberuntungan. Sebab, ilmu yang bermanfaat akan mendatangkan pahala bagi kita selama orang yang kita transferi ilmu menggunakannya untuk kemaslahatan umat.
Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).
“ Maka dari itu, jangan segan membagikan ilmu yang kita miliki. Berbagi imu termasuk tolong-menolong dalam kebaikan. Sekecil apapun itu, kami percaya bahwa berbagi ilmu akan mengantarkan kita menjadi sebaik-baik manusia,” ungkapnya.
Editor : Jemmy Saputera
