PENDIDIKAN

Ummi Robiutsani Dambakan Tempat Belajar yang Luas untuk Santri Belajar Alquran

ASSAJIDIN.COM — KIsah tentang pengabdian guru mengaji sangat beragam di Indonesia yang berpenduduk mayoritas Islam. DI perbatasan kota Palembang dan Banyasin  tepatnya diP erumahan Bumimas Indah Rt. 08 Rw 03 TK/TPA Raudotul Muhibbin contohnya, hidup seorang perempuan setengah baya.

Dengan bekal ilmu Alquran yang ia miliki wanita tersebut sekarang telah memiliki sekitar 50  santri karena keikhlasannya. Nama lengkapnya  Robiutsani yang kerap disapa dengan panggilan Ummi, lahir di Cirebon tepatnya 46 tahun silam.

Ummi merupakan sosok yang berjasa dalam dunia pendidikan di bidang agama islam yakni ilmu mempelajari Al-Qur’an. Tinggal di rumah yang sangat sederhana bersama suami dan anaknya, Ummi Robiutlsani mencari nafkah dari keikhlasan santrinya dalam mempelajari ilmu membaca Al-Qur’an. “Saya tak ingin ilmu yang dimiliki justru menjadi boomerang yang akan menyeret saya ke tempat yang tak layak saat saya meninggal nanti, katanya saat dibincangi Assajidin.com.

Lihat Juga :  Enam Patokan Memilih Pemimpin Dalam Islam

Dari mulai anak kecil hingga orang dewasa diajarkan baca tulis Alquran. “Awalnya ada tetangga yang menitipkan anak untuk belajar quran,” ujar Ummi menceritakan awal mula menjadi ustadzah.

Suatu hari pernah Ummi merasakan pengalaman pahit ketika dirinya meminta sumbangan kepada santrinya untuk membeli Al-Qur’an malah menjadikannya mendapatkan sindiran dari orang yang tak bertanggung jawab karena orang tersebut mengira bahwa uang yang di kumpulkan akan dibuat untuk dirinya sendiri. “Itulah salah satu contoh kecil pengalaman saya, yang perlu saya garis bawahi agar dapat menjadikan pelajaran penting dalam kehidupan ini” ujarnya.

Memiliki rumah yang sangat sederhana membuat Ummi kadang meneteskan air mata, karena begitu besarnya tanggung jawab yang diemban namun fasilitas sangatlah kurang memadai seperti contoh sempitnya tempat anak anak belajar quran. Di ruang yang hanya sekitar 3x 3 meter Ummi mengajarkan Quran. “Saya telah berjuang sekuat tenaga dalam materi maupun do’a namun Allah belum berkehendak mengijabah do’a saya dan para santri untuk merasakan nikmatnya belajar tanpa saling sikut dengan diperluasnya tempat belajar kami” tambahnya.

Lihat Juga :  Seberapa Penting Silaturrahim Menurut Islam?

Wanita yang memiliki empat orang anak yang diantara dari mereka terpisah karena menuntut ilmu berharap, agar suatu saat anaknya dapat mencapai cita-cita mereka masing-masing agar tidak menjadi sepertinya. “Harapan saya saat ini kepada Allah Rabbul ‘Aalamiin agar selalu diberikan kesehatan jasmani dan rohani agar selalu dapat berjuang menafkahi dan menjadikan impian anak-anak saya menjadi kenyataan,” tutupnya.(*)

kiriman tulisan : Rizki Rahmatullah AZ

Tags
Close