Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

MOZAIK ISLAM

Seni Khotil Quran, tidak Sulit tapi Butuh Konsentrasi Tinggi

ASSAJIDIN.COM — Perlombaan MTQ Kota Palembang di berbagai cabang terus berjalan, salah satunya cabang perlombaan Kaligrafi atau Khotil Qur’an  (menulis indah ayat Alquran) yang terdiri dari empat macam cabang yaitu naskah, dekorasi, hiasan mushab, kontemporer.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dewan Hakim Dekorasi H. Ahsanuddin, selasa (25/20) di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang.

Ada perbedaan dan ciri khas sendiri dari masing masing lomba, seperti lomba dekorasi dan Lomba Hiasan Mushab dengan media papan triplek sebagai alat menulis Khotil Qur’an. Sedangkan lomba Naskah dan Kontenporer menggunakan media Kertas karton.

Lihat Juga :  Kisah Ketika Sayyidina Umar Menolak Minum Air Dingin

“Untuk hari ini baru lomba naskah dan lomba dekorasi, besok baru Lomba kontemporer dan hiasan mushab,” katanya.

Ada 16 peserta, sambungnya, terdiri dari delapan peserta lomba naskah dan delapan peserta lomba dekorasi dengan waktu delapan jam selama pengerjaan.

Sementara itu, Dewan Hakim lomba naskah, Sulaiman Muhammad Nur mengatakan ada beberapa kriteria penilaian untuk pemenang utama.
“Kriteria utama dilihat dari tulisan sesuai kaedah huruf, kebenaran tulisan, kerapian, dan kreativitas dari peserta,” katanya.

Sedangkan untuk lomba Naskah menulis dengan media karton, tahapan yang digunakan ada dua kali menulis, pertama tulisan wajib dari panitia dan tulisan pilihan dari peserta, selebihnya sesuai dengan kreativitas dari peserta.

Lihat Juga :  Sering Ikut Ayah Ke Masjid, Ahmad Fatih Lakoni Sambet Juara 1 Tartil Qur'an

Salah satu peserta lomba Khotil Qur’an cabang Dekorasi, Dedi Irawan perwakilan kecamatan Sukarami mengungkapkan perlombaan khotil Qur’an ini salah satu jenis perlombaan yang tidak terlalu susah namun membutuhkan konsentrasi dan kreativitas yang tinggi.

“Tulisan yang saya gunakan ada 5 khotil. Sulitnya karena waktu terbatas, jadi harus mengatur waktu setiap prosesnya,” Kata mahasiswa Tafsir Hadist UIN Raden Fatah Palembang yang juga Alumni pesantren Ittifaqiah.(*)

Penulis : tri jumartini

Back to top button