Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

KALAMSYARIAH

Adab Mengucapkan Salam 

ASSAJIDIN.COM — Mengutip Al-Manhaj.or.id, berikut penjelasan tentang adab mengucapkan salam.

 

– Fadhilah salam

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما أن رجلاً سأل النبي- صلى الله عليه وسلم-: أيُّ الإسلام خير؟ فقال: «تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ». متفق عليه.

Dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu anhuma bahwa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Perbuatan apakah di dalam Islam yang paling baik?”, beliau bersabda: “Engkau memberikan makanan, mengucapkan salam kepada orang yang kau kenal atupun tidak kau kenal”. (Muttafaq ’alaih)

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال:قال رَسُول اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم-: ((لا تدخلوا الجنة حتى تؤمنوا، ولا تؤمنوا حتى تحابوا، أولا أدلكم على شيء إذا فعلتموه تحاببتم ؟! أفشوا السلام بينكم)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman dan kalian tidak beriman hingga saling mencintai, maukah aku tunjukkan kepada suatu perbuatan yang apabila kalian lakukan niscaya kalian akan saling mencintai?! “Tebarkanlah salam di antara kalian”. (HR. Muslim)

عن عبد الله بن سلام رضي الله عنه قال: قال رسول الله- صلى الله عليه وسلم-: «أَيُّهَا النَّاسُ: أَفْشُوا السَّلامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصَلُّوا وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُونَ الجَنَّةَ بِسَلامٍ». أخرجه الترمذي وابن ماجه.

Lihat Juga :  Hukum Mengadakan Walimatus Safar Haji dan Umrah

Dari Abdullah bin Salam Radhiyallahu anhuberkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hai manusia, sebarkanlah salam dan berilah (kepada orang miskin) makan, dan sambunglah hubungan kekeluargaan, dan shalatlah di saat manusia terlelap tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat”. HR. Tarmizi dan Ibnu Majah)

– Cara mengucapkan salam

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٖ فَحَيُّواْ بِأَحۡسَنَ مِنۡهَآ أَوۡ رُدُّوهَآۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ حَسِيبًا [النساء : ٨٦]

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” [An-Nisaa’/4: 86] .

عن عمران بن حصين رضي الله عنهما قال: جاء رجل إلى النبي- صلى الله عليه وسلم- فقال: السَّلامُ عَلَيْكُمْ، فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلامَ، ثُمَّ جَلَسَ، فَقَالَ النَّبِيُّ- صلى الله عليه وسلم-: «عَشْرٌ» ثُمَّ جَاءَ آخَرُ، فَقَالَ: السَّلامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله، فَرَدَّ عَلَيهِ، فَجَلَسَ، فَقَالَ: «عِشْرُونَ»، ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ: السَّلامُ عَلَيكُمْ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ، فَرَدَّ عَلَيهِ، فَجَلَسَ، فَقَالَ: «ثَلاثُونَ». أخرجه أبو داود والترمذي.

Dari Imran bin Hushein Radhiyallahu anhu, ia berkata : “Seorang lelaki datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya mengucapkan “Assalamu’alaikum”, lalu beliau menjawab salam tersebut dan orang itupun duduk, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sepuluh”, kemudian datang orang lain lalu mengucapkan: “Assalamu’alaikum warahmatullahi”, maka beliau menjawabnya, kemudian orang itu duduk, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dua puluh”, kemudian datang lagi yang lain lalu mengucapkan: “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”, lalu beliaupun menjawab. Kemudian orang itu duduk, dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tiga puluh”. (HR. Abu Daud dan Tarmizi)

Lihat Juga :  Adab Menumpang di Rumah Orang 

– Fadhilah orang yang memulai mengucapkan salam

عن أبي أيوب الأنصاري رضي الله عنه أن رسول الله- صلى الله عليه وسلم- قال: «لا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوقَ ثَلاثِ لَيَالٍ، يَلْتَقِيَانِ فَيُعْرِضُ هَذَا، وَيُعْرِضُ هَذَا، وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلامِ». متفق عليه.

Dari Abu Ayyub Radhiyallahu anhubahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak halal bagi seorang muslim memutuskan hubungan dengan saudaranya lebih tiga malam, di mana mereka saling bertemu sementara yang ini memalingkan mukanya dan yang ini juga memalingkan mukanya, orang yang terbaik di antara mereka berdua adalah orang yang memulai mengucapkan salam”. (Muttafaq ’alaih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button