Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

HALAL

Intip Gutel, Camilan Khas Pengganti Nasi Masyarakat Gayo, Simbol Berbagi Rezeki dan Kebahagiaan

ASSAJIDIN.COM — Masyarakat Gayo ternyata punya kuliner khas dan populer. Gutel, namanya.

Gutel masih eksis hingga kini. Dapat dijumpai di berbagai perayaan dan momen istimewa.

Menariknya, Gutel sarat dengan nilai budaya dan tradisi.

Gutel memiliki bentuk lonjong seperti telur ayam. Banyak dicari dan punya rasa yang memanjakan lidah.

Rasanya cenderung manis lantaran terbuat dari beras ketan yang digoreng dan diselimuti gula merah cair.

Bahan dasar yang sederhana ini justru menjadi kunci dari kelezatan Gutel.

Teksturnya yang renyah di luar, namun lembut di dalam, berpadu sempurna dengan rasa manis gula merah yang khas.

Setiap gigitan menghadirkan sensasi nostalgia bagi mereka yang tumbuh besar dengan camilan ini.

Gutel. (Foto : MerahPutih)

Cara Membuat

Proses pembuatan gutel dimulai dengan menumbuk beras ketan hingga menjadi halus, kemudian dicampur dengan air dan digoreng hingga kering.

Setelah itu, Gutel disiram dengan cairan gula merah hingga semua bagiannya terlapisi dengan sempurna.

Meskipun terlihat mudah, membuat Gutel membutuhkan kesabaran dan ketelitian untuk memastikan tekstur dan rasanya tetap otentik.

Bagi masyarakat Gayo, Gutel bukan sekadar camilan biasa.

Gutel sering kali hadir dalam upacara adat, kenduri, hingga sebagai suguhan dalam perayaan-perayaan besar seperti Hari Raya Idul Fitri dan pernikahan.

Gutel juga menyimpan kisah historis, yaitu menjadi bekal makanan saat perjalanan jauh pada zaman dahulu oleh nenek moyang saat pergi ke hutan karena makanan itu memiliki ketahanan hingga berhari-hari.

Lihat Juga :  Kuliner Timur Tengah (2) : Brik a l'oeuf dan Lablabi Khas Tunisia

Sehingga pada masa penjajahan Belanda, Gutel menjadi salah satu makanan andalan para pejuang.

“Makanan ini sejak zaman Belanda sudah ada, jadi ini makanan sudah jadi pengganti nasi orang zaman dahulu saat pergi perang dan dibawa sampai berhari-hari di hutan,” kata Ine Syifa, pembuat kue gutel pada Senin (21/10/2024).

Di balik setiap butir Gutel, tersimpan filosofi tentang kebersamaan dan kesederhanaan hidup.

Gutel khas Gayo. (Foto : TribunGayo.com)

Berbagi Rezeki

Dalam berbagai acara adat, Gutel juga menjadi simbol berbagi rezeki dan kebahagiaan, mencerminkan nilai-nilai sosial yang kuat di tengah masyarakat Gayo.

Selain itu, Gutel juga sering dijadikan oleh-oleh bagi para tamu yang berkunjung ke wilayah Gayo.

Makanan khas gayo, Gutel, yang dijual Rp 500/potong di Pasar Paya Ilang, Takengon, Aceh Tengah. (Foto: TribunGayo.com)

Diburu Wisatawan 

Rasanya yang khas dan proses pembuatannya yang tradisional menjadikannya salah satu makanan yang diburu wisatawan yang ingin membawa pulang secuil kenangan dari Tanoh Gayo.

Di era modern ini, Gutel masih tetap diproduksi oleh banyak keluarga di Gayo, meski mulai banyak variasi dan inovasi yang bermunculan.

Ada Gutel yang diberi tambahan taburan kelapa parut atau varian yang menggunakan gula aren untuk memberi rasa yang lebih kuat.

Namun, esensi Gutel sebagai makanan tradisional yang sarat makna tidak pernah hilang.

Lihat Juga :  Singgah Sejenak di Huaisheng, Masjid Tertua di China
Teman ngopi. (Foto : MerahPutih)

Pengganti Nasi

Salah seorang wisatawan asal Medan, Kusuma mengungkapkan kekagumannya terhadap Gutel.

Ia mengaku baru pertama kali mencoba makanan ini, namun langsung takjub saat mencicipinya.

“Saya sangat suka makanan tradisional, dan Gutel ini benar-benar membuat saya kagum.

Awalnya saya kira lembut seperti kue-kue umumnya, ternyata teksturnya renyah tapi tetap manis seperti kue pada umumnya,” kata Kusuma.

Menurut Kusuma, Gutel sangat cocok dijadikan camilan saat bepergian jauh, karena selain rasanya yang enak, camilan ini juga bisa membuat kenyang lebih lama.

“Baru dua potong saya makan rasanya langsung kenyang, mungkin karena padatnya, jadi cocok dijadikan makanan pengganti nasi saat bepergian jauh,” kata Kusuma.

Bagi mereka yang ingin merasakan langsung sensasi Gutel, di berbagai pasar tradisional di Takengon dan daerah Gayo lainnya menjadi tempat yang tepat untuk mencicipi camilan ini.

Bahkan, Gutel kini mulai diperkenalkan ke luar daerah melalui toko-toko oleh-oleh dan pameran-pameran kuliner di berbagai kegiatan.

Di balik kesederhanaannya, Gutel adalah cerminan dari kekayaan budaya Gayo yang terus bertahan di tengah perubahan zaman.

Setiap gigitan Gutel bukan hanya memberi kenikmatan rasa, tetapi juga menghadirkan kisah tentang tradisi, kebersamaan, dan warisan yang tak ternilai dari dataran tinggi Gayo.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button