Harga BBM dan Kebutuhan Naik? Tetap Sabar dan Yakin dengan Jatah Rezeki dari Allah

AsSAJIDIN.COM — Banyak masyarakat mengeluh dengan ketetapan harga baru BBM bersubsidi yang diumumkan pemerintah Sabtu 3 September 2022. Harga BBM boleh dibilang adalah induk semua harga karena terkait transportasi dan mobilitas. Efek domino dari kebijakan ini, semua kebutuhan lain akan naik, itu sudah jadi hukum ekonomi dan hukum alam.
Lalu bagaimana kita harus bersikap? Mengeluh terus-terusan? Coba simak ulasan berikur ini.
Abu Hazim Salamah bin Dinar rahimahullah pernah ditanya:
يَا أَبَا حَازِمٍ أَمَا تَرَى قَدْ غَلَا السِّعْرُ، فَقَالَ: وَمَا يَغُمُّكُمْ مِنْ ذَلِكَ؟ إِنَّ الَّذِي يَرْزُقُنَا فِي الرُّخْصِ هُوَ الَّذِي يَرْزُقُنَا فِي الْغَلَاءِ
“Wahai Abu Hazim, apakah engkau sudah tahu kalau harga (kebutuhan) semakin mahal?”
Maka beliau pun menjawab:
“Apa yang membuatmu risau dari hal tersebut? Sesungguhnya (Allah) Yang memberikan rezeki kepada kita di saat harga murah, Dia juga Yang akan memberikan rezeki kepada kita di saat harga kebutuhan mahal.” (Hilyah al-Auliya, Karya Abu Na’im, 3/239)
Menanggapi hal ini, Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Mushin al-Abbad al-Badr hafizhahumallah berkata:
تكفل سبحانه برزق العباد فما من دابة إلا على الله رزقها، فليفوض العبد أمره إلى الرزاق وليبتغ عنده الرزق، وليعلم أنه لن تموت نفس حتى تستتم رزقها، ولا يغتم إلا عند انخرام الدين
“Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjamin rezeki hamba-hambaNya. Maka tidak ada suatu binatang melata (makhluk) pun di muka bumi ini melainkan Allah lah yang memberinya rezeki.
Maka hendaknya setiap orang menyerahkan perkaranya kepada Ar-Razzaq (Yang Maha Memberikan Rezeki) dan dia (juga tetap berusaha) mencari rezeki dari sisiNya.
Setiap dari kita juga harus paham bahwa setiap jiwa tidak akan mati kecuali jika jatah rezekinya telah sempurna dia dapatkan. Dan dia tidak perlu sedih kecuali apabila agamanya dilanggar.” (*/sumber: https://al-badr.net/muqolat/4355)
