
AsSajidin.com — Selalu menjaga wudhu merupakan salah satu anjuran bagi kita umat Islam agar selalu dalam keadaan suci dan bersih.
Sebab, ketika kita dalam keadaan suci dan bersih maka secara tidak langsung bisa menjauhkan kita dari perbuatan maksiat.
Tentu saudara-saudaraku …
Ada keutamaan yang kita dapatkan bila selalu menjaga wudhu.
Apa saja?
Antara lain disebutkan dalam hadits berikut.
Dari Abu Buraidah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam di pagi hari memanggil Bilal lalu berkata,
“Wahai Bilal, kenapa engkau mendahuluiku masuk surga? Aku tidaklah masuk surga sama sekali melainkan aku mendengar suara sendalmu di hadapanku. Aku memasuki surga di malam hari dan aku dengar suara sendalmu di hadapanku.”
Bilal menjawab,
“Wahai Rasulullah, aku biasa tidak meninggalkan shalat dua raka’at sedikit pun. Setiap kali aku berhadats, aku lantas berwudhu dan aku membebani diriku dengan shalat dua raka’at setelah itu.” (HR. Tirmidzi no. 3689 dan Ahmad 5: 354. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan)
Syaikh Abu Malik dalam Fiqhus Sunnah lin Nisaa’ (hal. 49) menyatakan bahwa disunnahkan berwudhu setiap kali wudhu tersebut batal karena adanya hadats.
Imam Nawawi rahimahullah menyatakan, “Disunnahkan menjaga wudhu atau diri dalam keadaan suci. Termasuk juga kala tidur dalam keadaan suci.” (Kitab Matan Al Idhoh , hal. 20).
, Wallahua’ lam. (*/Haura Nurbani/https://www.islampos.com/keutamaan-selalu-menjaga-wudhu-260167/)
SELALU menjaga wudhu merupakan salah satu anjuran bagi kita umat Islam agar selalu dalam keadaan suci dan bersih.
Sebab, ketika kita dalam keadaan suci dan bersih maka secara tidak langsung bisa menjauhkan kita dari perbuatan maksiat.
Tentu saudara-saudaraku …
Ada keutamaan yang kita dapatkan bila selalu menjaga wudhu.
Apa saja?
Antara lain disebutkan dalam hadits berikut.
Dari Abu Buraidah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam di pagi hari memanggil Bilal lalu berkata,
“Wahai Bilal, kenapa engkau mendahuluiku masuk surga? Aku tidaklah masuk surga sama sekali melainkan aku mendengar suara sendalmu di hadapanku. Aku memasuki surga di malam hari dan aku dengar suara sendalmu di hadapanku.”
Bilal menjawab,
“Wahai Rasulullah, aku biasa tidak meninggalkan shalat dua raka’at sedikit pun. Setiap kali aku berhadats, aku lantas berwudhu dan aku membebani diriku dengan shalat dua raka’at setelah itu.” (HR. Tirmidzi no. 3689 dan Ahmad 5: 354. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan)
Syaikh Abu Malik dalam Fiqhus Sunnah lin Nisaa’ (hal. 49) menyatakan bahwa disunnahkan berwudhu setiap kali wudhu tersebut batal karena adanya hadats.
Imam Nawawi rahimahullah menyatakan, “Disunnahkan menjaga wudhu atau diri dalam keadaan suci. Termasuk juga kala tidur dalam keadaan suci.” (Kitab Matan Al Idhoh , hal. 20).
Wallahua’ lam. (*/Haura Nurbani/https://www.islampos.com/keutamaan-selalu-menjaga-wudhu-260167/)
