Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

CATATAN REDAKSI

Lagi, Tayangan Hiburan Berbalut Penghinaan : Kalimat Tauhid kok Jadi Mainan…!

Oleh : Jemmy Saputera ( Jurnalis Dakwah di Palembang)

AsSajidin.com Palembang—– Tayangan ajang Dangdut Academy 7 di salah satu stasiun televisi nasional, Indosiar menuai Kecamatan publik. Terutama bagi mayoritas umat Islam, pasalnya, acara tersebut dianggap melakukan tindakan yang  melecehkan kalimat tauhid di tengah-tengah pertunjukan musik yang penuh tarian dan busana tidak pantas.

Menurut pandagan hemat saya, sebagai salah satu pengelolah redaksi media Islam dan Dakwah AsSajidin Grup, tindakan ini sangatlah disayangkan mengingat banyaknya bencana alam yang tengah mengguncang negeri. Mulai dari Semeru yang diam-diam berbisik, banjir bandang dan longsor di sebagian besar pulau Sumatera. Seolah – olah bukan menjadi sebuah renungan untuk berempati kepada saudara- saudara kita yang tertimpa musibah.

Entah itu adat dari mana tarian seperti itu, namun secara syariat tetap tidak dibenarkan. Bahkan, sila kedua mengatakan kita harus menjadi manusia yang beradab.

Lihat Juga :  “increase the degree of dignity” : Kapolri Listyo, Diantara Marwah dan Harapan

Kendati tayangan tersebut sudah diklarifikasi oleh sejumlah pihak, namun hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah khususnya instansi  terkait  dalam hal ini Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)  untuk benar – benar dapat menjadi monitoring penyebarluasan informasi dalam bentuk layanan dan tontonan.

Tentu, fenomena ini bukan kali pertama terjadi. Sebut saja, peristiwa yang sempat menyentak publik dengan insiden serupa yang melibatkan salah satu program Trans7. Benarkah pola ini mengesankan adanya desain yang sistematis di dunia penyiaran…? Itu pertanyaan yang harus menjadi pijakan dalam menelaah suatu tontonan yang baik sekalipun itu dikatakan sebagai kurangnya komunikasi didalamnya.

Lihat Juga :  Tradisi Bulan Suci di Turki (2) : Zimem Defteri, Melunasi Hutang Orang tak Mampu 

Pelecehan Sangat Jelas.

Kalimat tauhid yang berkumandang,  adalah seusatu yang bersifat sakral. Dan apa yang terjadi, justru mereka berjoget ria menggerakkan pantatnya, bahkan ada beberapa artis dangdut yang mengenakan busana tidak syari. Ini sangat tidak pantas dan memalukan ditengah adat ketimuran kita sebagai bangsa.

Sebagai langkah konkret, saya berharap agar  KPI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) turun tangan untuk memberikan tindakan tegas. Jangan sampai, kejadian serupa kembali terjadi. Oleh karena itu,  baik KPI maupun MUI  wajib memberikan ultimatum terhadap setiap penyiaran publik  agar wajib menjaga kesucian simbol-simbol agama dan tidak menggunakannya sebagai elemen hiburan yang tidak selaras dengan nilai moral masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button