Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

HALAL

Wisata Religi di Aceh (5) : Kuburan Massal Ulee Lheue, Simbol Duka dan Pemulihan Diri dari Bencana

Pemakaman Massal Ulee Lheue menjadi salah satu pemakaman untuk para korban bencana tsunami Aceh

ASSAJIDIN.COM — Setiap tahun Kuburan Massal Tsunami Ulee Lheue selalu ramai dikunjungi oleh pengunjung untuk melakukan ziarah.

Kuburan Massal Ulee Lheue yang menjadi salah satu saksi dahsyatnya tsunami yang meluluhlantakkan Aceh. (Foto: Aceh.tribunnews.com)

 

Tahun lalu misalnya, Selasa (26/12/2023). Ratusan peziarah mendatangi kuburan massal tsunami Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Aceh.

Mereka berziarah untuk mendoakan keluarga dan sanak saudara yang menjadi korban tsunami yang menerjang Aceh pada 26 Desember 2004 silam.

Sejak pagi masyarakat terus berdatangan, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Suasana haru dan isak tangis tampak saat mereka memanjatkan doa dan membaca Al-Quran.

Salah seorang peziarah, Hartina (52) mengatakan, setiap tahun ia selalu datang untuk ziarah di kuburan massal Ulee Lheue.

“Keluarga besar kami semua dibawa tsunami, kami gak tau pasti dimakamkan di kuburan massal yang mana, cuma karena disini (kuburan massal Ulee Lheue) yang paling dekat, makanya kami selalu kesini,” kata dia.

Nasib yang sama juga dirasakan Dekia (27). Dia datang bersama suami dan anaknya untuk berziarah di makam tersebut. Saat musibah tsunami terjadi, neneknya menjadi salah satu korban.

“Biasa kami selalu kesini karena kuburan massal ini yang paling dekat dengan rumah,” kata Linda.

Berziarah ke kuburan massal tsunami Aceh. (Foto: Okezone News)

Situs Emosional

Ulee lheue menjadi salah satu tempat kuburan massal yang kerap diziarahi warga Banda Aceh saat memperingati tsunami.

Banyak warga di wilayah Banda Aceh meyakini ada jenazah anggota keluarga mereka yang terkubur di sana.

Kuburan Massal Ulee Lheue, terletak di Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Meuraksa, Banda Aceh.

Lokasi kuburan ini hanya berjarak sekitar 500 meter dari titik nol tsunami. Di sini, ada sekitar 14.264 jasad korban tdunami 2004 dimakamkan.

Saat itu, pada 26 Desember 2004 pagi, gempa bumi berkekuatan 9,1-9,3 skala Richter mengguncang dasar laut di lepas pantai barat Sumatra, memicu gelombang tsunami raksasa yang menghantam pesisir Aceh dan beberapa negara lainnya di sepanjang Samudra Hindia.

Lihat Juga :  Wisata Religi di Surabaya (1) : Megahnya Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya

Gelombang tsunami setinggi 30 meter menghantam daratan dengan kekuatan dahsyat, menghancurkan bangunan, infrastruktur, dan menyebabkan kehilangan nyawa dalam jumlah yang besar.

Di tengah kekacauan dan kehancuran yang ditimbulkan oleh tsunami, ribuan jenazah tidak dapat segera diidentifikasi atau dipulangkan ke keluarga mereka.

Dalam upaya menangani situasi darurat ini, pemerintah dan masyarakat setempat memutuskan untuk melakukan pemakaman massal.

Kuburan Massal Ulee Lheue menjadi salah satu lokasi utama tempat ribuan korban dimakamkan.

Kuburan Massal Siron. (Foto : Travel Kompas)

Kuburan Massal Siron

Kuburan Massal Ulee Lheu bukanlah lokasi satu-satunya area pemakaman korban tsunami Aceh, tapi ada lokasi kedua yang menampung banyak korban lainya, yaitu kuburan massal Siron, yang berada di Kabupaten Aceh Besar.

Proses pemakaman massal di Ulee Lheue dilakukan dengan cepat dan efisien, mengingat situasi darurat dan kondisi jenazah yang semakin memburuk.

Jenazah yang ditemukan di berbagai lokasi di Banda Aceh dan sekitarnya dikumpulkan dan dibawa ke Ulee Lheue untuk dimakamkan.

Lubang-lubang besar digali untuk menampung jenazah, dan proses pemakaman dilakukan dengan mempertimbangkan nilai-nilai agama dan budaya setempat.

Pemakaman massal ini dilakukan dengan penuh penghormatan meskipun dalam situasi darurat, mencerminkan rasa kemanusiaan dan solidaritas masyarakat Aceh.

Dikutip laman Disbudpar Aceh, kuburan massal ribuan korban bencana Tsunami 2004 silam ternyata berada di halaman bekas Rumah Sakit Umum Meuraxa yang rusak parah terkena hempasan gelombang laut.

Tidak ada nisan di sana, karena sulitnya mengenali korban dan terbatasnya waktu. Hanya ada tengara lokasi kuburan anak dan kuburan dewasa.

Ada pula tengara di pintu gerbang, ditulis dalam bahasa Arab dan Aceh, dikutip dari Al-Anbiya ayat 35, yang berarti “Tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.”

Bangunan bekas rumah sakit masih terlihat, dan sengaja dibiarkan apa adanya untuk mengenang peristiwa dahsyat itu.

Lihat Juga :  Mura Bergelora (3) : Wisata Taman Labirin AKB, Petik Belimbing Sambil Cicipi Menu Lezat di Angkringan 

RSUD Meuraxa kini telah dipindahkan ke kawasan Mibo, Jl Soekarno Hatta, Banda Aceh.

Kuburan Massal Ulee Lheue menjadi simbol duka dan kehilangan yang mendalam bagi masyarakat Aceh.

Situs ini mengingatkan kita akan besarnya skala tragedi yang terjadi dan dampaknya terhadap kehidupan ribuan keluarga.

Namun, lebih dari itu, kuburan massal ini juga melambangkan ketangguhan dan semangat juang masyarakat Aceh untuk bangkit dan memulihkan diri dari bencana.

Kuburan Massal Ulee Lheue. (Foto :bandaacehkota.go.id)

Dirawat

Sejak kejadian tsunami, pemerintah dan masyarakat setempat telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga dan merawat situs Kuburan Massal Ulee Lheue.

Situs ini telah dijadikan sebagai tempat peringatan dan refleksi, di mana masyarakat dapat datang untuk mengenang para korban dan berdoa.

Monumen dan tanda peringatan telah didirikan di sekitar area pemakaman untuk memberikan informasi tentang kejadian tsunami dan proses pemakaman massal.

Kuburan Massal Ulee Lheue juga menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang penting di Banda Aceh.

Banyak pengunjung, baik lokal maupun internasional, yang datang untuk melihat langsung situs ini dan belajar tentang dampak tsunami serta usaha pemulihan yang dilakukan oleh masyarakat Aceh.

Situs ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana dan ketangguhan dalam menghadapi tragedi.

Sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi ribuan korban, situs ini mengingatkan kita akan besarnya skala tragedi dan pentingnya solidaritas serta kemanusiaan.

Mengunjungi Kuburan Massal Ulee Lheue adalah sebuah perjalanan emosional yang mengungkap kisah kehilangan, pemulihan, dan semangat juang masyarakat Aceh.

 

Sumber Tulisan:

Merdeka.com

RRI. co.id

Kabaraktual.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button