Rihlah ke Brunei Darussalam (2) : Indahnya Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin
ASSAJIDIN.COM — Masih di sekitaran Kampong Ayer ada sebuah masjid yang indah dan megah.
Persisnya, Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin ini terletak di Bandar Seri Begawan, ibukota Brunei Darussalam. Keindahan masjid ini sungguh tak terbantahkan.
Masjid ini, dikutip dari m.kumparan.com, merupakan landmark dari negara Brunei Darussalam.
Masjid berkubah emas ini menjadi salah satu masjid yang megah di Asia Pasifik.
Interiornya tidak maun-main. Terbuat dari marmer Italia terbaik, dengan lantai berlapiskan karpet asal Arab Saudi.
Semua yang terdapat dalam bangunan masjid ini sangat menjelaskan betapa kayanya negara Brunei.
Di Masjid yang berdiri sejak 1958 ini, orang-orang lokal maupun pengunjung bisa datang untuk ibadah.
Setelah itu kamu juga bisa mengitari tepi laut, menikmati pemandangan air mancur, atau berjalan-jalan di jembatan penyeberangan yang ada di seberang Sungai Kedayan.

Pernikahan Bersejarah
Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin menjadi saksi sejarah pernikahan Pangeran Mateen dan Anisha Rosnah.
Pasalnya, tepat di hari Kamis (11/1/2024), Pangeran Mateena yang sempat mencuri perhatian masyarakat Indonesia saat acara KTT ke-43 di Bali itu berhasil melantangkan ijab kabul di Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin dalam satu kali tarikan napas.
Setelah dinyatakan sah oleh para saksi, prosesi pernikahan itu disusul dengan tembakan 17 meriam yang menandakan pernikahan keluarga kerajaan sudah selesai.
Pernikahan Pangeran Mateen dan Anisha Rosnah jadi sorotan internasional, termasuk lokasi tempat akad nikah dilangsungkan, yaitu Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin di Bandar Seri Begawan.
Putra keempat Sultan Brunei Hassanal Bolkiah yang meminang pujaan hatinya dengan mahar 1.000 ringgit Brunei, jadi sorotan publik termasuk masyarakat Indonesia karena sempat datang ke Bali mendampingi sang ayah di acara KTT ke-43.

Sejarah dan Keistimewaan
Mengutip Detik.com, berikut ini sejarah dan keistimewaan Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin tempat akad nikah Pangeran Mateen dan Anisha Rosnah.
1. Ikon Kerajaan Brunei Darussalam
Rumah ibadah ini jadi ikon kesultanan Brunei Darussalam karena namanya diambil dari sultan ke-28, yaitu Sultan Umar Ali Saifuddin III, yang menjabat sebagai penguasa Brunei Darussalam pada periode 1950-1967.
Dia pula yang menggagas pendirian masjid yang berlokasi di Bandar Seri Begawan, yang merupakan ibukota Brunei Darussalam.
2. Menelan Biaya Rp148 Miliar
Masjid yang selesai dibangun pada 1958 ini dipastikan memakan biaya Rp 9,2 juta dolar atau setara Rp148 miliar. Desainnya sendiri terinspirasi dari gaya arsitektur corak India, atau tepatnya Kesultanan Mughal. Namun, ada pula perpaduan dengan unsur-unsur budaya lokal Melayu dan gaya renaissans Italia.
Adanya unsur Eropa dalam desain masjid tidaklah mengherankan mengingat perancangnya merupakan arsitek berkebangsaan Italia, Cavalieri R Nolli. Namun, cetak biru masjid ini tetap dengan arahan Sultan Brunei.
3. Masjid Terapung
Masjid ini dikatakan sebagai masjid terapung karena berada di sisi Sungai Brunei, Kampung Ayer.
Alhasil, masjid ini juga menyerupai pelabuhan, lengkap dengan bangunan lagoon serupa kapal di depannya, tepat di atas perairan sungai tersebut.
Lagoon itu sengaja dibentuk serupa dengan Mahligai Sultan Bolkiah dari abad ke-16.
4. Nyaris 100 Persen Impor
Bagian interior Masjid Omar Ali Saifuddin dihiasi dengan jendela kaca, lengkung gerbang, dan pilar-pilar yang separuhnya dilapisi marmer yang didatangkan langsung dari Italia dan Cina.
Di atas langit-langit masjid ini, terdapat lampu kristal yang menggantung indah. Benda ini didatangkan langsung dari Inggris tetapi desainnya merupakan karya Sultan Omar Ali Saifuddin sendiri. Adapun karpet halus yang melapisi lantai ruangan ibadah ini dibeli dari Arab Saudi.
5. Kubah Berlapis Emas
Ciri khas yang paling mengagumkan dari masjid ini adalah kubahnya yang dilapisi emas murni. Masjid ini menjulang setinggi 52 meter atau setara 171 kaki, dan dapat dipandang dari setiap sudut kota Bandar Seri Begawan. Menara masjid merupakan bagian tertinggi dari masjid ini.
Masjid ini memadukan secara unik unsur Renaissans arsitektur Italia dengan nuansa yang bernilai Islami. Di dalam menara masjid terdapat lift, di mana pengunjung dapat naik ke puncak menara dan menikmati pemandangan panorama kota dari ketinggian.
