Jelajah Wisata Turki (5) : Galata Bridge, Jembatan Unik Bertingkat di Istanbul
ASSAJIDIN COM –– Jika Palembang, Ibu kotanya Sumsel, punya Jembatan Ampera yang sudah mendunia.
Turki juga punya. Galata Bridge, namanya. Struktur perpaduan gaya Arsitektur Eropa dan Asia. Selain keunikan arsitekturnya.

Jembatan Galata atau Galata Bridge merupakan salah satu jembatan yang berada di atas laut Golden Horn atau Tanduk Emas.
Yakni jembatan menghubungkan Old City Istanbul atau kawasan Istanbul kota lama dengan modern city Istanbul, yaitu distrik Galata dan Pera (Beyoglu) dengan salah satu daerahnya, Taksim.
Jembatan ini memiliki panjang total 490 meter. Bagian tengahnya berfungsi untuk kapal atau cruise yang lalu-lalang melintasi laut Golden Horn.
Uniknya justru terletak pada struktur tingkatannya. Bagian atas digunakan sebagai jalur trasportasi.
Sedangkan bagian bawah ada banyak kafe, kedai makanan atau restoran yang menyajikan makanan laut.
Salah satunya adalah Balik Ekmek atau sandwich ikan. Kedai makanan ini merupakan salah satu daya tarik jembatan Galata.
Dibuka untuk umum sejak tahun 2003.

Sejarah
Jembatan Galata dibangun pada 1836 dan sampai dengan 1980-an, merupakan tanah tempat pembuangan limbah industri.
Namun setelah dibersihkan justru membuat daya tarik tersendiri, dan tempat tersebut menjadi terkenal di kota Istanbul, Turki.
Sebelum tahun 1910, kebutuhan akan modernisasi jembatan ini sudah terlihat.
Struktur kayu pada jembatan rusak dan membuat para pejalan kaki serta kuda terluka akibat paku-paku tua yang menonjol.
Pegangan kayunya pun tidak cukup aman bagi pejalan kaki.
Namun, adanya alasan politik membuat kontruksi pembangunan jembatan tersebut tertunda.
Desain yang paling mengesankan diusulkan oleh arsitek Perancis. Namun hal itu ditolak oleh Sultan Abdülhamit II karena alasan keamanan.
Kemudian, Sultan memutuskan untuk bermitra dengan Jerman yakni dengan arsitek Fritz Leonhardt, yang berhasil menyelesaikan proyek tersebut pada tahun 1912.

Timeline
1845 – Cisr-i Cedid – jembatan pertama di mulut Tanduk Emas.
1863 – Jembatan Galata Kedua dibuka untuk pejalan kaki.
1875 – 1978 – Pembangunan Jembatan Galata ketiga.
1910 – 1912 – Pembangunan Jembatan Galata keempat.
1987 – Pembangunan jembatan kelima saat ini dimulai.
1992 – Api menghancurkan jembatan keempat dan jembatan kelima dibuka untuk pejalan kaki.
1994 – Penyelesaian jembatan kelima.

Aktivitas
Kuliner
Sandwich ikan, umumnya dikenal sebagai Balık Ekmek, di salah satu buffet di bawah jembatan patut untuk dicoba jika berjalan-jalan di sekitar area tersebut.
Belanja Souvenir
Spice Bazaar di ujung jembatan Eminönü adalah pilihan yang tepat bagi pengunjung yang ingin berbelanja souvenir.
Perahu Motor
Pengunjung dapat menaiki salah satu feri atau perahu motor yang berangkat dari kedua sisi jembatan, pilih antara tur Bosphorus, koneksi ke sisi Asia, dan rute lingkar di sekitar Golden Horn.
Swafoto
Pengunjung juga dapat melakukan swafoto di sekitar jembatan. Berfoto dengan nelayan setempat juga pilihan menarik.

Pesona Malam Hari
Menjelang tenggelamnya matahari, Galata Bridge menyajikan pemandangan malam tidak terlupakan, dengan hiasan lampu-lampu cantik menambah keindahan jembatan.
Kamu bisa berdiri di jembatan tersebut, mengabadikan foto atau berjalan di samping sungai, untuk menghabiskan waktu-waktu terakhir liburan.
Selain memiliki pemandangan yang penuh pesona, Galata Bridge ini juga memiliki beberapa keunikan.
Galata Bridge tercatat sebagai salah satu jembatan di dunia yang dapat dilalui oleh trem listrik, sama halnya dengan jembatan yang ada di Kota Norwich, Rotterdam, St. Petersburg dan beberapa kota lain di Amerika Serikat.

Selain digemari oleh wisatawan, Galata Bridge ini juga digemari oleh masyarakat lokal, terutama bagi mereka yang hobi memancing.
Memancing disini tentu berbeda dengan memancing di tempat lain. Bagaimana tidak, memancing di tempat yang dibalut dengan pemandangan indah dari kawasan Sultan Ahmet.
Banyak sekali tempat tempat iconic yang dapat dilihat dari jembatan ini, di antaranya ada Topkapi Palace, Hagia Sophia, Blue Mosque, Yeni Camii, serta Süleymaniye Camii, terlihat di sebelah barat daya jembatan. (Dari berbagai sumber)
