Muhasabah Diri Seorang Muslimah Menuju Akhlak Mulia

ASSAJIDIN COM — Muhasabah diri seorang muslimah sangat penting agar bisa menjadi muslimah sejati, yang berakhlak mulia hanya mengharap ridho Allah SWT. Berikut cara muhasabah dan hijrah secara kaffah bagi seorang muslimah, insya allah.
1- Menutup Aurat
Wanita terbaik itu menutup auratnya. Aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan, menurut pendapat terkuat di antara pendapat para ulama.
AllahĀ TaāalaĀ berfirman,
ŁŁŲ§ Ų£ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŲØŁŁŁŁ ŁŁŁŁ ŁŁŲ£ŁŲ²ŁŁŁŲ§Ų¬ŁŁŁ ŁŁŲØŁŁŁŲ§ŲŖŁŁŁ ŁŁŁŁŲ³ŁŲ§Ų”Ł Ų§ŁŁŁ ŁŲ¤ŁŁ ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲÆŁŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁ Ų¬ŁŁŁŲ§ŲØŁŁŲØŁŁŁŁŁŁ Ų°ŁŁŁŁŁ Ų£ŁŲÆŁŁŁŁ Ų£ŁŁŁ ŁŁŲ¹ŁŲ±ŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲ¤ŁŲ°ŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§ŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŲŗŁŁŁŁŲ±ŁŲ§ Ų±ŁŲŁŁŁ ŁŲ§
āHai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang muāmin: āHendaklah mereka mendekatkan jilbabnyaĀ ke seluruh tubuh merekaā. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.Ā (QS. Al Ahzab: 59).
Jilbab bukanlah penutup wajah, namun jilbab adalah kain yang dipakai oleh wanita setelah memakai khimar. Sedangkan khimar adalah penutup kepala.
AllahĀ TaāalaĀ juga berfirman,
ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁ ŁŲ¤ŁŁ ŁŁŁŲ§ŲŖŁ ŁŁŲŗŁŲ¶ŁŲ¶ŁŁŁ Ł ŁŁŁ Ų£ŁŲØŁŲµŁŲ§Ų±ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲŁŁŁŲøŁŁŁ ŁŁŲ±ŁŁŲ¬ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲØŁŲÆŁŁŁŁ Ų²ŁŁŁŁŲŖŁŁŁŁŁŁ Ų„ŁŁŁŁŲ§ Ł ŁŲ§ ŲøŁŁŁŲ±Ł Ł ŁŁŁŁŁŲ§
āKatakanlah kepada wanita yang beriman: āHendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.ā (QS. An Nuur: 31).
2- Berbusana dengan Memenuhi Syarat Pakaian yang Syarāi
Wanita yang menjadi idaman sepatutnya memenuhi beberapa kriteria berbusana berikut ini yang kami sarikan dari berbagai dalil Al Qurāan dan As Sunnah.
Syarat pertama: Menutupi seluruh tubuh (termasuk kaki) kecuali wajah dan telapak tangan.
Syarat kedua: Bukan memakai pakaian untuk berhias diri.
AllahĀ TaāalaĀ berfirman,
ŁŁŁŁŲ±ŁŁŁ ŁŁŁ ŲØŁŁŁŁŲŖŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§ ŲŖŁŲØŁŲ±ŁŁŲ¬ŁŁŁ ŲŖŁŲØŁŲ±ŁŁŲ¬Ł Ų§ŁŁŲ¬ŁŲ§ŁŁŁŁŁŁŁŲ©Ł Ų§ŁŁŲ£ŁŁŁŁŁ
āDan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.ā (QS. Al Ahzab : 33).
Abu āUbaidah mengatakan, āTabarruj adalah menampakkan kecantikan dirinya.ā Az Zujaj mengatakan, āTabarruj adalah menampakkan perhiasaan dan setiap hal yang dapat mendorong syahwat (godaan) bagi kaum pria.ā
Syarat ketiga: Longgar, tidak ketat dan tidak tipis sehingga tidak menggambarkan bentuk lekuk tubuh.
Syarat keempat:Ā Tidak diberi wewangian atau parfum. Dari Abu Musa Al Asyāary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu āalaihi wa sallam bersabda,
Ų£ŁŁŁŁŁ ŁŲ§ Ų§Ł ŁŲ±ŁŲ£ŁŲ©Ł Ų§Ų³ŁŲŖŁŲ¹ŁŲ·ŁŲ±ŁŲŖŁ ŁŁŁ ŁŲ±ŁŁŲŖŁ Ų¹ŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŲ¬ŁŲÆŁŁŲ§ Ł ŁŁŁ Ų±ŁŁŲŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁ Ų²ŁŲ§ŁŁŁŁŲ©Ł
āSeorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.ā (HR. An Nasaāi, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jamiā no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih)
Syarat kelima: Tidak menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim.
Dari Ibnu AbbasĀ radhiyallahu āanhuĀ berkata,
ŁŁŲ¹ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲØŁŁŁŁ ā ŲµŁŁ Ų§ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ ŁŲ³ŁŁ ā Ų§ŁŁŁ ŁŲ®ŁŁŁŁŲ«ŁŁŁŁ Ł ŁŁŁ Ų§ŁŲ±ŁŁŲ¬ŁŲ§ŁŁ Ų ŁŁŲ§ŁŁŁ ŁŲŖŁŲ±ŁŲ¬ŁŁŁŲ§ŁŲŖŁ Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ³ŁŲ§Ų”Ł
āRasulullah melaknat kaum pria yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria.ā (HR. Bukhari no. 6834)
RasulullahĀ shallallahu āalaihi wa sallamĀ juga bersabda,
Ł ŁŁŁ ŲŖŁŲ“ŁŲØŁŁŁŁ ŲØŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁŁ Ł
āBarangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari merekaā.(HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidhoā mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)
Inilah di antara beberapa syarat pakaian wanita yang harus dipenuhi. Inilah wanita yang pantas dijadikan kriteria.
3- Betah Tinggal di Rumah
Di antara yang diteladankan oleh para wanita salaf yang shalihah adalah betah berada di rumah dan bersungguh-sungguh menghindari laki-laki serta tidak keluar rumah kecuali ada kebutuhan yang mendesak. Hal ini dengan tujuan untuk menyelamatkan masyarakat dari godaan wanita yang merupakan godaan terbesar bagi laki-laki.
AllahĀ TaāalaĀ berfirman,
ŁŁŁŁŲ±ŁŁŁ ŁŁŁ ŲØŁŁŁŁŲŖŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§ ŲŖŁŲØŁŲ±ŁŁŲ¬ŁŁŁ ŲŖŁŲØŁŲ±ŁŁŲ¬Ł Ų§ŁŁŲ¬ŁŲ§ŁŁŁŁŁŁŁŲ©Ł Ų§ŁŁŲ£ŁŁŁŁŁ
āDan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahuluā (QS Al Ahzab: 33).
Ibnu Katsir ketika menjelaskan ayat di atas mengatakan, āHendaklah kalian tinggal di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian keluar rumah kecuali karena ada kebutuhanā.
Disebutkan bahwa ada orang yang bertanya kepada Saudah -istri Rasulullah-, āMengapa engkau tidak berhaji dan berumrah sebagaimana yang dilakukan oleh saudari-saudarimu (yaitu para istri Nabi yang lain, pent)?ā Jawaban beliau, āAku sudah pernah berhaji dan berumrah, sedangkan Allah memerintahkan aku untuk tinggal di dalam rumahā. Perawi mengatakan, āDemi Allah, beliau tidak pernah keluar dari pintu rumahnya kecuali ketika jenazahnya dikeluarkan untuk dimakamkanā. Sungguh moga Allah ridha kepadanya.
Ibnul āArabi bercerita, āAku sudah pernah memasuki lebih dari seribu perkampungan namun aku tidak menjumpai perempuan yang lebih terhormat dan terjaga melebihi perempuan di daerah Napolis, Palestina, tempat Nabi Ibrahim dilempar ke dalam api. Selama aku tinggal di sana aku tidak pernah melihat perempuan di jalan saat siang hari kecuali pada hari Jumat. Pada hari itu para perempuan pergi ke masjid untuk ikut shalat Jumat sampai masjid penuh dengan para perempuan. Begitu shalat Jumat berakhir mereka segera pulang ke rumah mereka masing-masing dan aku tidak melihat satupun perempuan hingga hari Jumat berikutnyaā.
Dari Abdullah, NabiĀ shallallahu āalaihi wa sallamĀ bersabda,
Ų„ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁ ŁŲ±ŁŲ£ŁŲ©Ł Ų¹ŁŁŁŲ±ŁŲ©ŁŲ ŁŁŲ„ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų„ŁŲ°ŁŲ§ Ų®ŁŲ±ŁŲ¬ŁŲŖŁ Ł ŁŁŁ ŲØŁŁŁŲŖŁŁŁŲ§ Ų§Ų³ŁŲŖŁŲ“ŁŲ±ŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŲ“ŁŁŁŁŲ·ŁŲ§ŁŁ ŁŁŲŖŁŁŁŁŁŁ: Ł ŁŲ§ Ų±ŁŲ¢ŁŁŁ Ų£ŁŲŁŲÆŁ Ų„ŁŁŲ§ Ų£ŁŲ¹ŁŲ¬ŁŲØŁŲŖŁŁŁŲ ŁŁŲ£ŁŁŁŲ±ŁŲØŁ Ł ŁŲ§ ŲŖŁŁŁŁŁŁ Ų„ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ų„ŁŲ°ŁŲ§ ŁŁŲ§ŁŁŲŖŁ ŁŁŁ ŁŁŲ¹ŁŲ±Ł ŲØŁŁŁŲŖŁŁŁŲ§ā
āSesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan wajah Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnyaā. (HR Ibnu Khuzaimah no. 1685. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, āTidak halal bagi seorang istri keluar dari rumah kecuali dengan izin suaminya.ā Beliau juga berkata, āBila si istri keluar rumah suami tanpa izinnya berarti ia telah berbuat nusyuz (pembangkangan), bermaksiat kepada Allah Taāala dan Rasul-Nya, serta pantas mendapatkan siksa.ā (Majmuā Al-Fatawa, 32: 281)
4- Memiliki Sifat Malu
RasulullahĀ shallallahu āalaihi wa sallamĀ bersabda,
Ų§ŁŁŲŁŁŁŲ§Ų”Ł ŁŲ§Ł ŁŁŲ£ŁŲŖŁŁ Ų„ŁŁŲ§ŁŁ ŲØŁŲ®ŁŁŁŲ±Ł
āRasa malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan.ā (HR. Bukhari no. 6117 dan Muslim no. 37, dari āImron bin Hushain.)
Kriteria ini juga semestinya ada pada setiap wanita. Contohnya adalah ketika bergaul dengan pria. Wanita yang baik seharusnya memiliki sifat malu yang sangat. Cobalah perhatikan contoh yang bagus dari wanita di zaman Nabi Musa āalaihis salam. Allah Taāala berfirman,
ŁŁŁŁŁ ŁŁŲ§ ŁŁŲ±ŁŲÆŁ Ł ŁŲ§Ų”Ł Ł ŁŲÆŁŁŁŁŁ ŁŁŲ¬ŁŲÆŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁ Ų£ŁŁ ŁŁŲ©Ł Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų³Ł ŁŁŲ³ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲ¬ŁŲÆŁ Ł ŁŁŁ ŲÆŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ų§Ł ŁŲ±ŁŲ£ŲŖŁŁŁŁŁ ŲŖŁŲ°ŁŁŲÆŁŲ§ŁŁ ŁŁŲ§ŁŁ Ł ŁŲ§ Ų®ŁŲ·ŁŲØŁŁŁŁ ŁŲ§ ŁŁŲ§ŁŁŲŖŁŲ§ ŁŁŲ§ ŁŁŲ³ŁŁŁŁ ŲŁŲŖŁŁŁ ŁŁŲµŁŲÆŁŲ±Ł Ų§ŁŲ±ŁŁŲ¹ŁŲ§Ų”Ł ŁŁŲ£ŁŲØŁŁŁŁŲ§ Ų“ŁŁŁŲ®Ł ŁŁŲØŁŁŲ±Ł (23) ŁŁŲ³ŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁ ŁŲ§ Ų«ŁŁ ŁŁ ŲŖŁŁŁŁŁŁŁ Ų„ŁŁŁŁ Ų§ŁŲøŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§ŁŁ Ų±ŁŲØŁŁ Ų„ŁŁŁŁŁ ŁŁŁ ŁŲ§ Ų£ŁŁŁŲ²ŁŁŁŲŖŁ Ų„ŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁ Ų®ŁŁŁŲ±Ł ŁŁŁŁŁŲ±Ł (24)
āDan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia men- jumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: āApakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?ā Kedua wanita itu menjawab: āKami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnyaā. Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya.ā (QS. Qashash: 23-24). Lihatlah bagaimana bagusnya sifat kedua wanita ini, mereka malu berdesak-desakan dengan kaum lelaki untuk meminumkan ternaknya. Namun coba bayangkan dengan wanita di zaman sekarang ini!
Tidak cukup sampai di situ kebagusan akhlaq kedua wanita tersebut. Lihatlah bagaimana sifat mereka tatkala datang untuk memanggil Musa āalaihis salaam; Allah melanjutkan firman-Nya,
ŁŁŲ¬ŁŲ§Ų”ŁŲŖŁŁŁ Ų„ŁŲŁŲÆŁŲ§ŁŁŁ ŁŲ§ ŲŖŁŁ ŁŲ“ŁŁ Ų¹ŁŁŁŁ Ų§Ų³ŁŲŖŁŲŁŁŁŲ§Ų”Ł ŁŁŲ§ŁŁŲŖŁ Ų„ŁŁŁŁ Ų£ŁŲØŁŁ ŁŁŲÆŁŲ¹ŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲ¬ŁŲ²ŁŁŁŁŁ Ų£ŁŲ¬ŁŲ±Ł Ł ŁŲ§ Ų³ŁŁŁŁŁŲŖŁ ŁŁŁŁŲ§
āKemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan penuh rasa malu, ia berkata, āSesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami.āā (QS. Al Qashash : 25)
Ayat yang mulia ini,menjelaskan bagaimana seharusnya kaum wanita berakhlaq dan bersifat malu. Allah menyifati gadis wanita yang mulia ini dengan cara jalannya yang penuh dengan rasa malu dan terhormat.
Amirul Mukminin Umar bin Khoththob rodiyallohu āanhu mengatakan, āGadis itu menemui Musa āalaihis salaam dengan pakaian yang tertutup rapat, menutupi wajahnya.ā Sanad riwayat ini shahih.
5- Taat dan Menyenangkan Hati Suami
Istri yang taat pada suami, senang dipandang dan tidak membangkang yang membuat suami benci, itulah sebaik-baik wanita. Dari Abu Hurairah radhiyallahu āanhu, dia berkata,
ŁŁŁŁŁ ŁŁŲ±ŁŲ³ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŲµŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ³ŁŁŁŁŁ Ł Ų£ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ³ŁŲ§Ų”Ł Ų®ŁŁŁŲ±Ł ŁŁŲ§ŁŁ Ų§ŁŁŁŲŖŁŁ ŲŖŁŲ³ŁŲ±ŁŁŁŁ Ų„ŁŲ°ŁŲ§ ŁŁŲøŁŲ±Ł ŁŁŲŖŁŲ·ŁŁŲ¹ŁŁŁ Ų„ŁŲ°ŁŲ§ Ų£ŁŁ ŁŲ±Ł ŁŁŁŁŲ§ ŲŖŁŲ®ŁŲ§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁ ŁŁŁŁŲ³ŁŁŁŲ§ ŁŁŁ ŁŲ§ŁŁŁŁŲ§ ŲØŁŁ ŁŲ§ ŁŁŁŁŲ±ŁŁŁ
Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu āalaihi wa sallam, āSiapakah wanita yang paling baik?ā Jawab beliau, āYaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benciā (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)
Begitu pula tempat seorang wanita di surga ataukah di neraka dilihat dari sikapnya terhadap suaminya, apakah ia taat ataukah durhaka.
Al Hushoin bin Mihshan menceritakan bahwa bibinya pernah datang ke tempat NabiĀ shallallahu āalaihi wa sallamĀ karena satu keperluan. Seselesainya dari keperluan tersebut, Rasulullah shallallahu āalaihi wa sallam bertanya kepadanya,
Ų£ŁŲ°ŁŲ§ŲŖŁ Ų²ŁŁŁŲ¬Ł Ų£ŁŁŁŲŖŁŲ ŁŁŲ§ŁŁŲŖŁ: ŁŁŲ¹ŁŁ Ł. ŁŁŲ§ŁŁ: ŁŁŁŁŁŁ Ų£ŁŁŁŲŖŁ ŁŁŁŁŲ ŁŁŲ§ŁŁŲŖŁ: Ł ŁŲ§ Ų¢ŁŁŁŁŁŁ Ų„ŁŁŲ§ŁŁ Ł ŁŲ§ Ų¹ŁŲ¬ŁŲ²ŁŲŖŁ Ų¹ŁŁŁŁŁ. ŁŁŲ§ŁŁ: ŁŁŲ§ŁŁŲøŁŲ±ŁŁŁ Ų£ŁŁŁ Ų£ŁŁŁŲŖŁ Ł ŁŁŁŁŁŲ ŁŁŲ„ŁŁŁŁ ŁŲ§ ŁŁŁŁ Ų¬ŁŁŁŁŲŖŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§Ų±ŁŁŁ
āApakah engkau sudah bersuami?ā Bibi Al-Hushain menjawab, āSudah.ā āBagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?ā, tanya Rasulullah shallallahu āalaihi wa sallam lagi. Ia menjawab, āAku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu.ā Rasulullah shallallahu āalaihi wa sallam bersabda, āLihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu.ā (HR. Ahmad 4: 341 dan selainnya. Hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1933)
6- Menjaga Kehormatan, Anak dan Harta Suami
Allah Taāala berfirman,
ŁŁŲ§ŁŲµŁŁŲ§ŁŁŲŁŲ§ŲŖŁ ŁŁŲ§ŁŁŲŖŁŲ§ŲŖŁ ŲŁŲ§ŁŁŲøŁŲ§ŲŖŁ ŁŁŁŁŲŗŁŁŁŲØŁ ŲØŁŁ ŁŲ§ ŲŁŁŁŲøŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ
āSebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak adaā (QS. An Nisaā: 34).
Ath Thobari mengatakan dalam kitab tafsirnya (6: 692), āWanita tersebut menjaga dirinya ketika tidak ada suaminya, juga ia menjaga kemaluan dan harta suami. Di samping itu, ia wajib menjaga hak Allah dan hak selain itu.ā
7- Bersyukur dengan Pemberian Suami
Seorang istri harus pandai-pandai berterima kasih kepada suaminya atas semua yang telah diberikan suaminya kepadanya. Bila tidak, si istri akan berhadapan dengan ancaman neraka Allah Taāala.
Seselesainya dari shalat Kusuf (shalat Gerhana), Nabi shallallahu āalaihi wa sallam bersabda menceritakan surga dan neraka yang diperlihatkan kepada beliau ketika shalat,
ŁŁŲ±ŁŲ£ŁŁŁŲŖŁ Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų±Ł ŁŁŁŁŁ Ł Ų£ŁŲ±Ł ŁŁŲ§ŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ł ŁŁŁŲøŁŲ±ŁŲ§ ŁŁŲ·ŁŁ ŁŁŲ±ŁŲ£ŁŁŁŲŖŁ Ų£ŁŁŁŲ«ŁŲ±Ł Ų£ŁŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŲ³ŁŲ§Ų”Ł. ŁŁŲ§ŁŁŁŲ§: ŁŁŁ Ł ŁŁŲ§ Ų±ŁŲ³ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ ŁŁŲ§ŁŁ: ŲØŁŁŁŁŁŲ±ŁŁŁŁŁŁ. ŁŁŁŁŁŁ: ŁŁŁŁŁŁŲ±ŁŁŁ ŲØŁŲ§ŁŁŁŁŲ ŁŁŲ§ŁŁ: ŁŁŁŁŁŁŲ±ŁŁŁ Ų§ŁŁŲ¹ŁŲ“ŁŁŁŲ±Ł ŁŁŁŁŁŁŁŁŲ±ŁŁŁ Ų§ŁŁŲ„ŁŲŁŲ³ŁŲ§ŁŁŲ ŁŁŁŁ Ų£ŁŁŁŲŁŲ³ŁŁŁŲŖŁ Ų„ŁŁŁŁ Ų„ŁŲŁŲÆŁŲ§ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŲÆŁŁŁŁŲ±ŁŲ Ų«ŁŁ ŁŁ Ų±ŁŲ£ŁŲŖŁ Ł ŁŁŁŁŁ Ų“ŁŁŁŲ¦ŁŲ§ ŁŁŲ§ŁŁŲŖŁ: Ł ŁŲ§ Ų±ŁŲ£ŁŁŁŲŖŁ Ł ŁŁŁŁŁ Ų®ŁŁŁŲ±ŁŲ§ ŁŁŲ·ŁŁ
āDan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.ā Mereka bertanya, āKenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?ā Beliau menjawab, āDisebabkan kekufuran mereka.ā Ada yang bertanya kepada beliau, āApakah para wanita itu kufur kepada Allah?ā Beliau menjawab, ā(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, āAku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimuā.ā (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907). Lihatlah bagaimana kekufuran si wanita cuma karena melihat kekurangan suami sekali saja, padahal banyak kebaikan lainnya yang diberi. Hujan setahun seakan-akan terhapus dengan kemarau sehari.
8- Berdandan dan Berhias Diri Hanya Spesial untuk Suami
Sebagian istri saat ini di hadapan suami bergaya seperti tentara, berbau arang (alias: dapur) dan jarang mau berhias diri. Namun ketika keluar rumah, ia keluar bagai bidadari. Ini sungguh terbalik. Seharusnya di dalam rumah, ia berusaha menyenangkan suami. Demikianlah yang dinamakan sebaik-baik wanita.
Dari Abu HurairahĀ radhiyallahu āanhu, dia berkata,
ŁŁŁŁŁ ŁŁŲ±ŁŲ³ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŲµŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ³ŁŁŁŁŁ Ł Ų£ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ³ŁŲ§Ų”Ł Ų®ŁŁŁŲ±Ł ŁŁŲ§ŁŁ Ų§ŁŁŁŲŖŁŁ ŲŖŁŲ³ŁŲ±ŁŁŁŁ Ų„ŁŲ°ŁŲ§ ŁŁŲøŁŲ±Ł ŁŁŲŖŁŲ·ŁŁŲ¹ŁŁŁ Ų„ŁŲ°ŁŲ§ Ų£ŁŁ ŁŲ±Ł ŁŁŁŁŲ§ ŲŖŁŲ®ŁŲ§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁ ŁŁŁŁŲ³ŁŁŁŲ§ ŁŁŁ ŁŲ§ŁŁŁŁŲ§ ŲØŁŁ ŁŲ§ ŁŁŁŁŲ±ŁŁŁ
Pernah ditanyakan kepada RasulullahĀ shallallahu āalaihi wa sallam, āSiapakah wanita yang paling baik?ā Jawab beliau, āYaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benciā (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)
Semoga bermanfaat bagi setiap wanita. Moga Allah memberi taufik untuk mengamalkannya.
Sumber, mulim.or.id
