Bacaan I’tidal, Salah Satu Rukun dalam Sholat, Berikut Maknanya

AsSAJIDIN.COM — Dalam melaksanakan sholat terdapat rukun sholat dan tata cara melaksanakan. Salah satu bagian dari rukun sholat tersebut adalah i’tidal, yaitu gerakan bangkit dari rukuk. Bila sholat sendirian, kita melafazkan sami’allahuliman hamidah. Tapi bila sholat berjamaah, imam sholat yang melafazkannya.
Baik itu sholat wajib maupun sunnah, lantaran bacaan sami’allahu liman hamidah termasuk ke dalam rukun sholat.
Dimana kita bangun dari rukuk, kemudian berdiri tegak lurus sejenak. Itulah yang disebut itidal.
Dalilnya adalah hadits dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu yang dikenal dengan hadits al musi’u shalatuhu, yaitu tentang seorang shahabat yang belum paham cara shalat, hingga Nabi shallallahu’ alaihi wasallam mengajarkan bagaimana cara shalat yang benar dan sah.
Nabi shallallahu’ alaihi wasallam bersabda kepadanya:
“… lalu rukuk dengan tuma’ninah, kemudian angkat badanmu hingga lurus” (HR. Bukhari 757, Muslim 397).
Dalam riwayat lain:
“… kemudian rukuk sampai tuma’ninah dalam rukuknya, kemudian mengangkat badannya sampai berdiri lurus” (HR. Bukhari no. 793, Muslim no. 397).
Lalu apa arti kalimat i Sami’allahu Liman Hamidah
Dilansir dari Kemenag Sumsel dalam Risalah Tuntunan Salat, seseorang yang mendirikan salat harus membaca bacaan i’tidal.
Selesai ruku’, terus bangkitlah tegak dengan mengangkat kedua belah tangan sejajar telinga, seraya membaca.
Sami’Allahu Liman Hamidah
Artinya:
“Allah mendengar orang yang memuji-Nya”. Pada waktu berdiri tegak (i’tidal)
Dilanjutkan dengan membaca :
Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi’ta min syain ba’du.
Artinya: “Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu.”
Semoga sholat kita khusuk dan diterima Allah SWT. (*)
