Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

MOZAIK ISLAM

Isra Miraj, Ustad Maulana : Yakin Kekuasaan Allah , Beriman serta Perbaiki Shalat

ASSAJIDIN.COM — Dalam memperingati Isra’ Miraj Nabi Muhammad Saw 1443 H, IKAFE Universitas Sriwijaya bekerjasama dengan BO. Ukhuwah FE Unsri menghadirkan ceramah agama oleh Ustadz Maulana, Senin (28/02/22).

Kegiatan pengajian tersebut berlangsung ba’da Ashar secara Online melalui Live Zoom dan Live Streaming Youtube IKAFE Unsri Official.

Isra’ Mi’raj merupakan perjalanan agung Nabi Muhammad saw menuju langit ketujuh untuk menerima perintah sholat dari Allah Subhana wa Ta’alla. Dalam perjalanan tersebut juga Nabi muhammad juga bertemu dengan Nabi-nabi lainnya.

Ada banyak hikmah yang dimaknai didalam peringatan isra’ mi’raj ini.

Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga naik ke langit ke tujuh ke sidratul muntaha perjalanan yang hablumminannas dan habluminallah yang merupakan bukti kekuasaan dan kebesaran Allah swt.

Perjalanan isra’ mi’raj itu diawali dengan tahun kesedihan dikarenakan istri Nabi Muhammad Siti Khadijah berpulang ke rahmatullah kemudian meninggal pula paman Nabi yaitu Abu Thalib. Betul-betul merupakan ujian yang bertubi-tubi yang datang kepada Rasulullah.

Kata Isra berasal dari bahasa Arab yang berarti perjalanan malam, sedangkan menurut istilah Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad Saw. pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil ‘Aqsha atau Baitul Maqdis di Palestina.

Mi’raj berarti naik atau menuju keatas, menurut istilah Mi’raj adalah naiknya Nabi Muhammad Saw. dari Masjidil ‘Aqsha menuju ke al Arsy (Sidrotul Munthaha) untuk menghadap Allah Swt. Isra’ Mi’raj adalah pertolongan dari Allah SWT untuk Nabi yang mulia ini.

Peristiwa Isra Mi’raj terjadi pada malam ke-27 Rajab dari tahun ke-10 masa kenabian. Ketika Rasulullah tertidur, tiba-tiba Jibril mendatangi Nabi SAW dengan membawa Buraq yang dapat berlari kencang laksana kilat.
Lalu Jibril menaikkan Nabi SAW di atas Buraq ini yang kemudian dari sana beliau dinaikkan ke langit dan melihat tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang agung.

Lihat Juga :  Khutbah Jumat : Rajab, Isra Mi’raj dan Shalat

Pada perjalanan Isra terdapat lima titik perjalanan malam Rasulullah. Pertama berhenti sejenak dan melaksanakan salat sunnah 2 rakaat. Nabi SAW bersama Malaikat Jibril pertama singgah di Kota Madinah.

Selanjutnya, Nabi SAW bersama Jibril as singgah di Kota Madyan, yaitu tempat persembunyian Nabi Musa as ketika dikejar tentara Fir’aun dan melaksanakan shalat dua rakaat.

Setelah melanjutkan perjalanan, Jibril menyuruh Nabi Muhammad SAW turun untuk salat sunnah 2 rakaat. Di Thuur Sina, yaitu tempat Nabi Musa AS berbicara langsung dengan Allah SWT.

Kemudian untuk yang keempat kalinya Jibril menyuruh Nabi Muhammad SAW berhenti untuk melakukan salat sunnah 2 rakaat lagi di Baitul Lahm, tempat Nabi Isa asl lahir.

Nabi SAW bersama Jibril kemudian singgah di Masjidil Aqsha di Pelestina, yaitu tempat yang dituju dalam perjalanan malam tersebut.

Selanjutnya, perjalanan kedua Rasulullah menggunakan kendaraan mi’raj yaitu tangga yang berjalan. Dalam perjalanan menuju sidrotil munthaha Nabi Muhammad SAW dan Malikat Jibril singgah di tujuh lapis langit yaitu :
1. Langit pertama, Rasulullah Saw. bertemu dengan Nabi Adam
“Dilangit pertama dapat ilmu orangtua, artinya jika ingin melakukan perjalanan maka izinlah terlebih dahulu kepada yang tertua,”kata ustadz Maulana.
2. Langit kedua, Rasulullah Saw. bertemu dengan Nabi Nuh (ilmu keterampilan)
3. Langit ketiga, Rasulullah Saw. bertemu dengan Nabi Yusuf (Ilmu perekonomian)
4. Langit keempat, Rasulullah Saw. bertemu dengan Nabi Isa (Ilmu Kesehatan)
5. Langit kelima, Rasulullah Saw. bertemu dengan Nabi Sulaiman (Ilmu Bahasa)
6. Langit keenam, Rasulullah Saw. bertemu dengan Nabi Musa (Ilmu Politik)
7. Langit ketujuh, Rasulullah Saw. bertemu dengan Nabi Ibrahim (Ilmu Agama)

Lihat Juga :  Sejarah, Latar Belakang dan Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

Ketika selesai melewati langit ketujuh, Rasulullah lanjut diajak ke Baitul Makmur tempat para malaikat melaksanakan thawaf.
Kemudian Rasulullah Saw naik menuju sidratil munthaha dan dalam perjalanan ini malaikat Jibril tidak ikut serta. Kemudian Nabi Muhammad SAW berjumpa dengan Allah Swt, dalam pertemuan tersebut Allha Swt memerintahkan kepada Nabi Muhammad Saw untuk melaksanakan shalat sebanyak lima puluh waktu.

“Lima puluh waktu terdiri dari sholat fardhu ada 17 rakaat ditambah shalat rawatib 12 rakaat ditambah shalat malam 11 rakaat (shalat sunnah wudhu, sunnah taubat, sunnah hajjat, sunanh tahajjud, sunnah wittir 3 rakat) kemudian shalat awwamin di awal malam di magrib dan isya 6 rakaat ditambah lagi 4 rakaat dhuhah,”Ujar Lulusan Pesantren An Nahdia 1994.

Pada Saat itu, Nabi mengatakan terdapat empat golongan mengenai Isra’ Mi’raj yaitu Golongan percaya sepenuhnya adalah Abu Bakar As Shidiq. Laku ada golongan yang tidak percaya yaitu Abu Jahal. Golongan ketiga yang mengatakan Isra’ mi’raj merupakan hanya perjalanan roh. Golongan keempat yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad itu hanyalah mimpi.

“Menyikapi Isra’ Mi’raj itu meyakini tentang kekuasaan Allah dan keimanan yang harus disikapi dan memperhatikan shalat kita,”katanya.(*/TRI JUMARTINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button