Niatkan Menikah Karena Allah, Bukan Menikah Karena Baper-baperan
AsSAJIDIN.COM – Pernikahan merupakan sesuatu hal yang tidak sederhana. Dibutuhkannya finansial, psikologis, serta mental yang baik. Ada sebagian orang belum siap akan hal itu, dan hanya baper-baperan saja sehingga memutuskan untuk menikah namun, Pernikahan tidaklah sesederhana itu.
Dalam islam menikah bertujuan untuk menyempurnakan agama. Ustadz Roni Nuryusmansyah mengatakan bahwa menikah harus diniatkan karena Allah subhanawata’alla. Maka pernikahan tersebut akan membawa keberkahan karena tujuan yang mulia.
Melihat contoh dari dua insan manusia yaitu Rasulullah SAW dan Sayyidah Khodijah yang mengajarkan kepada kita bahwasanya hal terpenting adalah berusaha menunggu jodoh terbaik bukan hanya rasa kebaperan.
“Apalagi menikah didasari karena cepet-cepetan atau karena mantan yang sudah menyebar undangan duluan, dan ini adalah niat yang salah,” kata Ustadz Roni Nuryusmansyah dalam Chanel Youtubenya, minggu (23/2/22).
Dalam kisah cinta Nabi Muhammad Shallallualaihi wassalam yaitu bersama sama saling memantaskan diri. Laki-laki dan perempuan sibuk bertakwa kepada Allah Subhanawata’allah maka Allah akan pertemukan dengan caranya yang indah.
“Rasulullah sibuk dengan ketakwaanya menjadi pemuda yang indah tutur katanya, yang paling mempesona akhlaknya. Terdengarlah cerita tentang bagaimana budi pekerti yang luar biasa Rasul ke telinga saudagar kaya raya seorang wanita bernama Khodijah binti Khuwailid yang beliau janda mati dua kali,”katanya.
Seorang wanita yang dikenal sebagai wanita cantik hati dan parasnya, terpandang serta mempunyai semuanya. banyak orang yang ingin menjadi suaminya. Tetapi Khodijah tidaklah baper-baperan dan ia menunggu sosok yang pantas untuk menjadi suaminya.
“Ia melihat sosok Nabi Muhammad SAW yang baik, jujur dan patut ditauladani sehingga membuat Khodijah tertarik padanya. Sehingga Khodijah melamar Muhammad Shallallualaihi wassalam dan mengutus sahabatnya Nafisah binti Ummayyah dan Nabi pun menerima tawaran Nafisah untuk menikahi Khadijah. Rencana pernikahanpun dimatangkan,”jelasnya.(*/tri jumartini)
