Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

MOZAIK ISLAM

Tradisi Maulid Nabi di Sejumlah Wilayah Indonesia, dari Aceh hingga Lombok

AsSAJIDIN.COM — Maulid Nabi Muhammad SAW pada tahun 2002 ini bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 2022.

Di Indonesia, tradisi untuk memperingati Maulid Nabi sangat bermacam-macam. Dikutip dari Detik.com, Berikut beberapa bentuk tradisi  memperingati maulid nabi  dari sejumlah daerah di Indonesia.

1. Perayaan Meuripee, Banda Aceh
Di Banda Aceh, masyarakat Desa Lamglumpang memperingati Maulid Nabi dengan cara memasak bersama-sama. Menu wajib yang disajikan adalah daging sapi dengan kuah semacam kari.

Kenapa disebut meuripee? Karena masyarakat di sana membeli sapi maupun keperluan dengan cara patungan atau meuripee.

2. Maulid Nabi di Sumatra Barat

Peringatan Maulid Nabi di Sumatra Barat dirayakan dengan cara setiap keluarga membuat pohon hias dengan uang kertas yang disebut Bungo Lado sebagai daunnya. Pohon hias ini kemudian disumbangkan ke panti asuhan.

3. Maulid Nabi di Jepara

Di Jepara, Maulid Nabi dirayakan dengan membaca kitab al-Barzanji. Kitab ini mengandung syair pujian pada Nabi Muhammad SAW.

Setelah itu, masyarakat akan melanjutkan dengan kegiatan tausiyah dan doa bersama.

4. Kirab Ampyang Maulid Nabi di Kudus

Kirab Ampyang di Kudus diperingati tiap 12 Rabiul Awal. Kegiatan ini dilakukan dengan berbagi gunungan yang berisi nasi serta lauk pauk dan dibungkus daun jati.

Lihat Juga :  Ramai Jemaah Hadiri Peringatan Maulid Nabi Bersama UAS di Masjid Nurul Hijrah Palembang

5. Grebek Maulid di Kesultanan Yogyakarta

Perayaan Maulid Nabi yang diselenggarakan oleh Keraton Yogyakatya ini selalu ramai dipadati masyarakat. Keraton akan mengeluarkan gunungan di halaman Masjid Besar Kauman, Yogyakarta dan warga akan berusaha mengambilnya.

6. Sebar Udikan di Madiun

Masyarakat Dusun Sukarejo, Desa kedondong, Kecamatan Kebonsari, Madiun memperingati Maulid Nabi dengan menyebar uang koin yang diwariskan nenek moyang. Warga dari berbagai golongan usia mengikuti peringatan ini.

Mereka yang ikut serta akan berebut koin berjumlah belasan juta rupiah yang disebar di halaman rumah warga. Demi keamanan, area untuk anak-anak dan dewasa dipisahkan.

7. Keresan di Mojokerto

Keresan maksudnya adalah mengambil hadiah. Jadi, ada ratusan hadiah yang diikat rafia pada ranting dua pohon kersen.

Dalam bahasa Jawa, pohon kersen disebut keres. Hadiah yang digantung ini berupa pakaian, sandal, topi, sepatu, sampai buah-buahan.

8. Festival Endhog-endhogan di Banyuwangi
Tradisi endhog-endhogan di Banyuwangi mempunyai filosofi tentang kepedulian bersama melalui berbagi. Peringatannya dilakukan dengan mengarak ratusan telur yang ditancapkan pada jodang pohon pisang dan ancak (wadah yang isinya nasi dan lauk-pauk).

Tradisi ini dilakukan oleh hampir tiap kampung maupun desa di Banyuwangi. Setelah diarak, jodang dan ancak dibawa ke masjid untuk dibacakan selawat dan doa. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian telur dan makan bersama.

Lihat Juga :  Soal Pilih Pemimpin, Ini Saran Ustaz Abdul Somad

9. Maulid Nabi di Lombok
Di Lombok, masyarakat akan membaca selawat nabi dan syair al-Barzanji. Di samping itu, akan diadakan berbagai lomba dan arak-arakan mengelilingi kampung.

10. Maulid Nabi di Madura
Masyarakat Madura merayakan Maulid Nabi dengan membaca selawat selama sebulan penuh. Sebagai puncak, ibu-ibu akan membagi makanan untuk jemaah.

11. Maulid Nabi di Karst Rammang-rammang, Maros, Sulawesi Selatan
Peringatan Maulid Nabi di Maros, Sulawesi Selatan diselenggarakan dengan mengarak ratusan paket makanan menggunakan lebih dari 50 perahu. Makanan ini akan diarak sepanjang sungai.

Perayaan di sungai ini adalah wujud rasa cinta pada Nabi dan rasa syukur atas nikmat sungai yang selama ini menjadi mata pencaharian. Acara ini juga dilengkapi dengan ribuan telur yang dihias. Menariknya, pengunjung yang ingin ikut serta juga bisa menikmati acara ini dengan gratis.

Itulah sederet tradisi Maulid Nabi di sejumlah wilayah di Indonesia. Mungkin masih banyak lagi tradisi lain di daerah yang tujuannya sebagai syiar Islam dan kecintaan kita kepada Rasulullah. (*/sumber: detik)

Back to top button