Doa dan Shalawat Ribuan Umat Muslim di Palembang Iringi Pemakaman Imam Besar KH Ahmad Nawawi Dencik

ASSAJIDIN COM — Setelah dishalatkan di Masjid Agung, jenazah Almarhum KH Kgs A Nawawi Dencik Al-Hafidz dihantarkan ke tempat pemakamannya yaitu di Pondok Pesantren (Ponpes) Ahlul Qur’an KM 10 Kota Palembang.
Setibanya di lokasi, ribuan umat muslim yang telah menunggu jenanzah almarhum KH Kgs A Nawawi Dencik Al-Hafidz di Ponpes Ahlul Qur’an langsung membacakan doa dan shalawat. Bahkan ada beberapa umat muslim yang menghantarkan jenazah almarhum tersebut dengan menitikkan air mata.
Pada kesempatan tersebut, terlihat orang nomor satu di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yaitu Gubernur Sumsel, H Herman Deru juga ikut menghantarkan jenazah Almarhum ke pemakamannya.
Deru mengatakan, dirinya turut berduka cita atas meninggalnya almarhum KH Kgs A Nawawi Dencik Al-Hafidz. “Mewakili warga Sumsel dan juga pribadi serta keluarga saya ikut berbelasungkawa atas meninggalnya imam besar masjid agung Palembang, KH Kgs A Nawawi Dencik Al-Hafidz,” katanya
Lanjutnya, semasa hidup almarhum KH Kgs A Nawawi Dencik Al-Hafidz sangat banyak jasanya dalam mensyiarkan agama Islam di Provinsi Sumsel. “Ya, begitu banyak jasa beliau di Provinsi Sumsel ini, salah satunya yaitu mengembangkan tahfidz qur-an (Rumah Thafidz) bersama saya,” ujar Deru
Deru mengungkapkan, kepergian almarhum tentunya membuat Sumsel kehilangan sosok kiyai, ustadz serta guru bagi seluruh umat. “Setelah almarhum berhasil mengembangkan Rumah Tahfidz di seluruh kabupaten/kota yang ada Provinsi Sumsel almarhum meninggalkan kita, dan tentunya saya minta kepadal zuriathnya melanjutkan cita-cita almarhum,” ungkapnya
Sementara itu, perwakilan keluarga, H Alim mengatakan, kepada seluruh masyarakat dirinya meminta maaf apabila ada kesalahan yang dilakukan baik disengaja ataupun tidak sengaja almarhum semasa beliau hidup. “Saya mewakili keluarga besar Almarhum KH Nawawi Dencik meminta maaf sebesar-besarnya apabila semasa hidup hingga beliau wafat ada kesalahan yang sengaja ataupun tidak sengaja dilakukan almarhum. Begitupun kalau ada hutang piutang silahkan hubungi saya,” katanya
Terkait mengenai zuriatnya yang diminta untuk melanjutkan cita-cita almarhum. H. Alim mengungkapkan, saran atau permintaan Gubernur Sumsel sangat bagus dan akan dilakukan pihaknya. “Untuk permintaan dari Pak Gubernur Sumsel ini tentu zuriatnya ya anak-anaknya. Nah anak-anaknya ini akan kita bina agar bisa melanjutkan cita-cita almarhum,” ungkapnya (MN)
