Membangun Profesionalisme Guru Pendidikan Jasmani di Sekolah
Oleh: Azran Arief P, M.PD
Praktisi Pendidikan
GURU merupakan profesi yang tugas umumnya mendidik menjadi generasi yang berguna bagi nusa dan bangsa, guru penddidikan jasmani dan olahraga merupakan salah satu profesi yang tugasnya mendidik, melatih siswa supaya menjadi sehat, cerdas dan berprestasi. Pendidikan jasmani mempunyai ruang lingkup yang lengkap pada ranah afektif, psikomotor dan kognitif.
Di era modern ini sangat menuntut profesionalisme seorang guru pendidikan jasmani supaya lebih baik dalam melakukan tugasnya dalam mendidik siswa dan memajukan sekolahnya, pendidikan jasmani disekolah merupakan pembelajaran yang penting disekolah karena pendidikan jasmani di sekolah akan membantu membentuk individu yang aktif dan sehat.
Pendidikan jasmani di sekolah sebagai bagian integral dari pendidikan akan membantu para siswa untuk dapat menjalani proses pertumbuhan dan perkembangan secara optimal baik fisik, motorik, mental, dan sosial.
Oleh karena itulah guru pendidikan jasmani sangat berperan untuk berproses membentuk anak didik yang aktif dan sehat, guru pendidikan jasmani sangat penting untuk membangung profesionalismenya supaya terbentuk pendidikan yang bermutu. Dalam pendidikan, guru adalah seorang pendidik, pembimbing, pelatih, dan pemimpin yang dapat menciptakan iklim belajar yang menarik, memberi rasa aman, nyaman dan kondusif dalam kelas. Keberadaannya di tengah-tengah siswa dapat mencairkan suasana kebekuan, kekakuan, dan kejenuhan belajar yang terasa berat diterima oleh para siswa. Tidak semua mampu melakukan itu, menyadari itu maka profesionalisme sangat di perlukan.
Profesionalisme guru pendidikan jasmani dapat dibangun melalui pelatihan, seminar dan aktifnya mereka berkecimpung di bidang yang mereka tekuni, pada saaat ini banyak sekali pelatihan-pelatihan yang dapat membangun profesionalisme guru pendidikan jasmani. Guru pendidikan jasmani yang biasanya banyak mengenal praktek juga bisa belajar administrasi pembelajaran yang lain bahkan yang jarang menulis pun bisa mengikuti pelatihan-pelatihan menulis yang diselenggarakan oleh organisasi kepenulisan.
Profesionalisme guru pendidkan jasmani juga dapat bangun dengan kemampuan personal (pribadi) melalui :1) Penampilan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru, dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan beserta unsur-unsurnya. 2) Pemahaman, penghayatan, dan penampilan nilai-nilai seyogianya dianut oleh seseorang guru. 3) Penampilan upaya untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan teladan bagi para siswanya.
Dengan itu semua besar harapan profesionalisme guru pendidikan jasmani dapat diberlakukan di sekolah dalam rangka pemenuhan kualitas pembelajaran pendidkan jasmani dan terciptanya peserta didik yang aktif dan sehat juga pembelajaran yang menyenangkan, aktif, kreatif dan inovatif. (*)
