Terapkan Digital Marketing Diyakini Bantu UKM Bangkit

ASSAJIDIN.COM — Pada masa pandemi seperti sekarang, semua sektor lumpuh termasuk sektor usaha. Oleh sebab itu, berbagai macam cara dilakukan agar tetap bertahan meskipun badai menerjang.
Salah satu cara yang dilakukan yaitu penerapan promosi marketing digital, dijadikan langkah tepat dalam mempertahankan UMKM untuk terus bergerak.
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Multi Data Palembang (STIMIK MDP) Palembang bersama bank BCA membantu para pelaku usaha menengah kecil mikro (UMKM) membantu penerapan promosi lewat digital marketing.
Pada saat pandemi seperti ini, masyarakat meminimalisir belanja dengan proses secara langsung, sekarang perluang belanja online semakin besar diterapkan oleh masyarakat banyak.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bagian Komunikasi dan Pemasaran Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Multi Data Palembang (STIMIK MDP) Palembang M Rizky Pribadi saat dijumpai, Selasa (24/11/2020).
UMKM harus memanfaatkan moment pandemi untuk menjual prodek dengan beriklan di sosial media atau promosi digital marketing.”Karena masyarakat di himbau agar tidak berkerumun, nah UMKM harus mempelajarinya cara ini,” ungkap Rizky Pribadi
Hal utama yang dilakukan tambahnya, yang perlu diperhatikan adalah jangan pernah iklan promote dan boost post. Sebab teknis tersebut hanya berguna meningkatkan popularitas dengan mencari like.
” Gunakan bisnis manager seperti instagram dan facebook. Contoh buat campaign, gunakan facebook pixel (kode dari FB pixel di paste ke website gunanya untuk tracking conversation),” jelasnya.
Harus cerdas melihat peluang merupakan salah satu kunci beriklan sukses di sosial media. Dalam arti, pelaku usaha mampu berperan membentuk karakter UMKM. Maksudnya image produk menjadi sangat krusial dalam sebuah iklan.
“Jadi kalau mau menampilkan image, cukup sekala saja agar orang tertarik,” ungkapnya.
Menurut Hasil survey di Indonesia, pengguna internet mencapai 150 juta orang. Saat ini sejumlah orang memiliki lebih dari satu handphone, sehingga penjualan online menjadi sangat seksi.
Tak hanya itu, promosi marketing digital pun mesti seiring dengan pasar konsumen atau customer yang tepat sasaran, dengan mencari tahu faktor apa yang membuat mereka membeli dan cek penggunaan bahasa di daerah tersebut.
Berbagai macam aspek diperhatikan, seperti demografi, psikografi, geografi, socio-cultural. Termasuk perbaiki promosi di media sosial dengan baik. “contoh kalau di instagram tata letak feed jadi penting dalam menjual produk,” ujarnya.
Promosi digitalisasi marketing dipengaruhi lantaran kebutuhan kondisi yang sedang terjadi pada saat ini.
“Terutama perkembangan zaman industri revolusi 4.0. Jika bisnis tidak beralih ke internet, otomatis kemajuan bisnisn pun akan kalah dari orang lain,” himbaunya.
Termasuk perubahan gaya transaksi di pasaran turut beralih menerapkan digitalisasi. Seperti penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai barcode penyedia pembayaran non cashless.
Sistem transaksi QRIS memakai atau kode batang menjadi dua dimensi yang berasal dari kata quick response dimana isi kode dapat diuraikan dengan cepat dan tepat. QR payment di Indonesia ini merupakan program Bank Indonesia dalam kemudahan pembayaran.
Ditambahkan Rizky, saat ini UMKM di Indonesia masih menyokong pertumbuhan ekonomi terutama di Sumatra Selatan (Sumsel).
” Bahkan perkembangan UMKM turut memengaruhi stabilisasi pendapatan pada suatu daerah,” katanya.(*)
Penulis: tri jumartini
