Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

Uncategorized

Digembleng dengan Ilmu Agama, Gubernur Sumsel Yakin Warga Binaan Pemasyarakatan Bisa Jadi Da’i

 

AsSAJIDIN.COM  — Setelah mengikuti prosesi acara pemberian Remisi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 75 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Palembang Mata Merah, Gubernur Provinsi Sumsel Herman Deru meresmikan Rumah Tahfidz yang berada di dalam Lapas.

Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan, warga Binaan yang ada di Lapas Mata Merah seusai menjalankan masa Binaan (Masa Tahanan) bisa langsung menjadi Da’i saat kembali ke masyarakat. “Sesuai dengan Moto yang tertera di depan Rumah Tahfidz tersebut yakni Masuk Napi Keluar Da’i. Ini yang mengagetkan saya, bahkan sudah ada beberapa warga binaan yang sudah hafal Alquran 30 Juz, ada yang sudah 10 juz dan ada juga yang baru memulai. Moto itu mungkin bisa benar-benar terjadi ketika Warga Binaan ini keluar menjadi seorang Da’i,” katanya, Senin (17/08/2020).

Lihat Juga :  Kasus Positif Covid-19 Melandai, Pergub Protokol Kesehatan Ditunda Sementara

Lanjutnya, rumah tahfidz di dalam Lapas dapat mengartikan bahwa Lapas ini bukan hanya tempat untuk menahan meraka (WBP) secara fisik tapi juga untuk memberikan mereka pembinaan dan bekal ketika keluar nanti. “Hari ini kita menyaksikan bagaimana WBP bersemangat untuk menjadi pribadi lebih baik dengan meresmikan Rumah Tahfiz yang ada. Saya berharap masyarakat dapat menerima mereka yang bebas murni hari ini, agar mereka bisa produktif lagi,” ujar Deru

Deru mengungkapkan, dirinya berharap jika semua lapas yang ada di Sumsel dapat memiliki Rumah Tahfidz. Ditambah lagi membangun Rumah Tahfidz menjadi Program Unggulan . “Sejauh ini sudah ada 2 Lapas yang saya Resmikan Rumah Tahfidznya yakni disini (mata merah) dan Lapas Pakjo. Semoga di 20 Lapas yang ada di Sumsel semuanya bisa memiliki rumah Tahfidz,” ungkapnya

Lihat Juga :  Herman Deru Launching Internet Desa untuk 34 Desa

Selain itu, dirinya juga berharap jika Lapas juga harus memiliki ruang belajar yang memiliki standar baik. Jadi nantinya anak-anak yang selesai masa binaanya bisa dapat ijazah baik itu paket A B dan C..”Silakan Kepala Lapas bisa di ajukan berapa kebutuhan ruang KPM dan IT yang dibutuhkan nanti akan kita jadikan sebagai percontohan lembaga yang bisa mengeluarkan ijazah bersama dinas pendidikan,” ujar Deru (*/sumber: sibernas/MN)

Back to top button