Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

Uncategorized

Surat Terbuka dari Rektor UIN Raden Fatah, Jelang Wisuda ke-73 Secara Daring

AsSAJIDIN.COM  – Sudah berjalan empat bulan sejak Maret 2020 Khususnya Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang membatasi berbagai kegiatan untuk menghindari bahaya pandemi Covid19, termasuk pelaksanan wisuda yang sangat dinanti para mahasiswa setelah usai belajar dalam meraih gelar Sarjana. Namun, pelaksanaan Wisuda diadakan Secara Daring atau Online.

Rektor Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Muhammad Sirozi menayangkan surat terbuka bagi peserta Wisudawan dan Wisudawati sarjana ke-73 pada Laman media sosial Instagram, Jum’at (3/7/2020).

Meskipun virus tersebut tidak kasat mata, bahaya itu benar apa adanya. Beberapa anggota civitas UIN RF juga telah menjadi korban keganasan Covid-19. Dengan mengikuti protokol pencegahan yang telah ditentukan oleh World Health Organization (WHO) dan pemerintah.

“Kita menerapkan stay at home dan work from home, social and physical distancing, menggunakan masker dan lebih sering menggunakan masker. Namun masih saja beberapa yang masih terkena virus tersebut. Oleh sebab itu, untuk mencegah penyebaran covid 19 di almamater kita, UIN RF sejak awal Maret 2020 sudah membatasi aktivitas offline dan diganti dengan online,” ungkapnya.

Sirozi menegaskan bahwa pelaksanaan wisuda ke 73 yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 4 Juli 2020 secara daring adalah salah satu wujud dari rasa tanggung jawab para pimpinan UIN RF untuk mencegah penyebaran covid 19 dengan berbagai pertimbangan.

Lihat Juga :  One Day One Hadist : Istiqomah dalam Kehidupan Sehari-hari

Berbagai pertimbangan antara lain Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bersama Mendikbud, Menteri Agama,  Menteri Kesehatan telah menetapkan larangan kuliah tatap muka di perguruan tinggi hingga akhir semester ganjil 2020 – 2021 tepatnya bulan Maret 2021 apapun wilayah dan status wilayahnya.

Kemudian panitia dan para pimpinan UIN RF tidak dapat menjamin dan memastikan bahwa ribuan orang yang hadir pada acara wisuda nanti akan disiplin mengikuti protokol pencegahan covid-19.

“Panitia dan security yang hanya puluhan orang tidak akan mampu mengawal penegakan protokol Covid19 di tengah ribuan orang yang hadir dalam suasana penuh kegembiraan, jika satu yang berstatus Carrier maka semua orang yang hadir dapat terinfeksi dan jika hal itu terjadi maka UIN RF akan dapat label lahan penyebaran wabah Covid19, Na’uzubillahi min dzalik,” katanya.

Pelaksanaan wisuda sarjana secara daring adalah blessing in disguise, karunia dibalik krisis karena sangat meringankan beban pendanaan. “Keluarga wisudawan tidak terbebani oleh biaya transportasi, konsumsi dan akomodasi untuk datang ke Palembang, karena kita semua terdampak akan pandemi ini,” Katanya.

Ia mengatakanJika acara wisuda sarjana ke-73 di tunda lagi. Misalnya hingga akhir semester ganjil sekitar pada bulan April atau Mei tahun yang akan datang, maka pada saatnya nanti jumlah peserta wisuda akan menumpuk dan akan sangat sulit mengatur penjadwalannya. “Karena acara wisuda sarjana terjadwal hanya empat kali setahun dengan kapasitas maksimal 1000 wisudawan,” Ungkapnya.

Lihat Juga :  Menyalahi Kodrat Alam, Palembang Kian Terendam

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, maka tidaklah berlebihan jika dikatakan bahawa pelaksanaan acara Wisuda Sarjana Ke 73 secara daring adalah sebuah keterpaksaan.
“Ibarat kata pepatah, something is  better than nothing,ini adalah solusi di tengah krisis. Semoga ini menjadi wisuda daring yang pertama dan terakhir di UIN RF Palembang,” Katanya.

Ia berpesan agar semua wisudawan wisudawati senantiasa mendapatkan keberkahan dalam mengamalkan ilmu, mendapatkan pekerjaan dan mengembangkan karir hingga menjadi insan terdidik yang bermanfaat bagi agama, Nusa dan bangsa.

Sementara itu, Muhammad Hasby Assaddiqi Wisudawan UIN RF Jurusan Sistem Informasi mengatakan hari ini telah melaksanakan yudisium secara daring melalui aplikasi Zoom dan akan melaksanakan wisuda juga melalui daring esoknya.

Menurutnya, wisuda adalah moment yang sangat berharga untuk merayakan hari kelulusan dari mahasiswa itu sendiri. Namun karena keadaan saat ini masa pandemi Covid19 semua dilakukan secara daring.
“Wisuda secara daring ini sebenarnya secara pribadi kurang memuaskan karna ini moment sekali dalam seumur hidup ketika kita sudah lulus kuliah. Tapi sebagai mahasiswa harus terima kenyataan yang sebenarnya ini tidak di inginkan oleh mahasiswa dan universitas sendiri. Akan tetapi tetao bersyukur ada hikmah dibalik ini seperti penghematan biaya yang dikeluarkan orang tua dan juga kita menghindari penyebaran covid19, ” katanya. (*)

Penulis: tri jumartini
.

Back to top button